Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 60


__ADS_3

“Mama mengundang kamu ke acara ulang tahun pernikahannya bersama papa hari minggu nanti, kamu hadir ya?” ajak Cello kepada Ema.


“Tapi aku malu, memang aku pernah ketemu dengan mama kamu, tapi itu bedah,” jawab Ema.


Cello hanya tersenyum melihat kekasihnya, dia dangat bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan wanita sesuai kriteria yang ia cari selama ini. wanita yang betul-betul bisa. menerimanya dengan apa adanya, tidak memanfaatkan jabatan atau yang lainnya.


“Tapi kamu harus datang, karena aku tidak ingin mengecewakan mama,” lanjut Cello.


Setelah berpikir beberapa menit, akhirnya Ema bersedia untuk hadir, Cello dangat bahagia mendengar jawaban kekasihnya.


“Ok nanti aku jemput kamu ya,” ucap Cello bahagia.


Setelah puas mengobrol, akhirnya Cello pamit pulang, karena jam istirahat siang sedikit lagi habis. setelah pamit, Cello langsung meninggalkan rumah Ema dan kembali ke kantor.


Setelah Cello pergi, Ema langsung kembali masuk rumah dan naik lantai dua untuk istirahat siang. karena dirinya masih merasakan sedikit lemas, dan beberapa memar di bagian tubuhnya.


Dwi yang mendapat kunjungan dari mama dan adiknya, merasa sedikit tidak senang, karena dia tidak suka dengan kehadiran Ros.


“Bagai mana perasaan kakak selama di sini?” tanya Ros kepada Dwi.


“Seperti yang kau lihat, aku sangat senang di sini,” jawab Dwi dengan sinis.


“Udah. kalian ini selalu saja begitu,”ucap mama Dwi.


Ros hanya tersenyum melihat kakaknya, dia tidak ada merasa kasihan sedikitpun.


“Semoga keluar dari sini, kakak bisa berubah dan ini pelajaran buat kakak, yang bertindak tanpa memikirkan resikonya,” ucap Ros kepada Dwi.


Dwi yang mendengar nasehat dari adiknya, langsung membuang muka, dia tidak suka di nasehati karena menurut dia apa yang dia lakukan semuanya benar. membuat mama dan papanya.


Setelah puas mengobrol dengan Dwi, akhirnya mama dan adiknya pamit pulang, Dwi hanya diam tanpa menjawab. setelah mama dan adiknya pergi Dwi kembali duduk di bawah lantai sambil tersenyum sinis.


Rekan satu sel dengan Dwi, hanya menatap Dwi dengan sedikit heran.


“Apa kau tidak senang datang di jenguk oleh orang tuamu?” tanya rekannya pada Dwi.

__ADS_1


“Untuk apa? kalau mereka hanya datang menceramahi aku, mereka hanya sok suci,” jawab Dwi.


“Seharusnya kau bahagia karena masih ada yang perhatian padamu, lihat aku selama aku di sini, tak ada satupun keluarga aku datang menjenguk aku, mereka tidak ingin tau keadaan aku di sini, apa aku sehat atau sakit, mereka tidak peduli,” lanjut Flora teman satu sel dengan Dwi.


Dwi bukannya mendengar, namun dirinya malah menutup telinganya dengan kedua telapak tangannya, dia malas mendengar nasehat dari Flora, Flora hanya diam melihat Dwi yang tidak merespon masukan darinya.


Flora lebih memilih untuk diam, karena percuma saja menasehati Dwi yang tipe keras kepala, yang tidak mendengar nasehat orang lain.


********


Pulang kerja Cello langsung mengantar papa Adit kembali ke rumah, karena dirinya akan kembali ke rumah Ema, untuk menjenguk Ema kembali, walaupun dirinya siang tadi sempat mendatangi Ema namun dirinya belum tenang karena Ema masih sedikit merasakan sakit lebam di tubuhnya.


“Mau ke mana lagi nak, kok buruh-buruh amat?” tanya mama Dita kepada Cello.


“Mau jenguk anak menantu mama, soalnya belum sembuh betul,” jawab Cello.


Setelah pamit kepada mama Dita, Cello langsung meninggalkan rumah, untuk menuju rumah Ema, sedangkan mama Dita kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam bersama suaminya.


Setelah semuanya siap, mama Dita langsung memanggil suaminya untuk makan malam. “Pak. ayo makan malam,” ucap mama Dita.


“Dia lagi keluar, dia ke rumah Ema katanya,” jawab mama Dita.


Papa Adit hanya mengangguk, sedangkan mama Dita langsung mengambilkan makanan untuk suaminya, setelah siap mereka berdua langsung menikmati makan makan mereka.


Sedangkan Cello singgah di sebuah penjual sate yang berada di pinggir jalan, sesuai dengan permintaan Ema.


Cello yang mencium aroma sate bakar membuat dirinya semakin lapar, “mas, ini pesanannya,” ucap abang penjual sate tersebut.


Setelah Cello membayarnya, dia langsung pamit dan segera menuju rumah Ema, setelah beberapa menit akhirnya dia tiba di rumah Ema.


“Maaf menunggu lama,” ucap Cello pada Ema, saat Ema membuka pintu untuknya.


“Tidak apa-apa kok, ayo masuk,” ajak Ema.


Cello langsung masuk kedalam rumah, sedangkan Ema langsung menuju meja makan untuk menyiapkan makanan yang di bawah oleh Cello.

__ADS_1


“Kita langsung makan atau mau minum kopi dulu?” tanya Ema kepada Cello.


“Langsung aja makan, aku sudah sangat lapar,” jawab Cello.


Mereka berdua langsung menuju meja makan, untuk menikmati makan malam mereka.


“Besok aku jemput kamu ya?” ucap Cello kepada Ema.


“Ia aku tunggu ya,” jawab Ema.


Besok adalah ulang tahun pernikahan mama Dita dan papa Adit, semua keluarga besar mereka akan berkumpul di rumah mama Dita, sambil menikmati makan siang bersama. dan mama Dita juga mengundang Ema, karena dirinya ingin sekali bertemu dengan Ema karena Cello selalu menceritakan Ema kepada mama Dita, membuat mama Dita sedikit penasaran, karena memang dasarnya mama Dita jurkep.


Akhirnya mereka selesai juga menikmati makan malam berdua, Cello langsung menuju ruang tamu, sedangkan Ema masih membersihkan meja dan juga piring kotor.


Tidak lama Ema muncul dengan dua gelas jus dan juga cemilan, “ sayang minum dulu,” ucap Ema kepada Cello.


“Aku sudah sangat kenyang sayang, Bila-bila aku gendut nanti kalau makan terus,” ucap Cello.


“Ini cuma jus kok, nggak usah di makan cemilannya kalau tidak mau sayang,” lanjut Ema.


Cello langsung tersenyum mendengar jawaban Ema, mereka berdua asik mengobrol, hingga tidak terasa kini sudah jam sembilan malam, Cello akhirnya pamit karena sudah larut malam.


Setelah Cello pergi, Ema langsung menutup pintu dan naik ke kamarnya, Ema tersenyum memandang foto papanya yang ada di atas nakasnya.


“Pa, semoga aku tidak salah pilih, walaupun aku tau tentang masa lalunya, tetapi aku masih bisa menerimanya, apakah dia jodoh untuk aku?” ucap Ema kepada foto papa Arman.


Ema langsung mengambil foto tersebut dan langsung memeluknya. “dan papa tau, besok dia mengajak aku untuk bertemu dengan mama dan papanya, bukan cuma itu tapi semua keluarga besarnya,” ucap Ema kembali.


Ema langsung naik ke tempat tidur, sambil memeluk foto papa Arman, perasaan Ema campur aduk antara senang dan takut, senang karena akan bertemu orang tua Cello, namun Ema juga sedikit gugup, karena takut di tolak orang tua Cello, walaupun Ema sudah akrab dengan beberapa sepupu Cello, tapi dirinya belum pernah mengobrol dengan kedua orang tua Cello.


💕💕💕💕


Hai... kak, maaf aku baru up, karena aku sedikit sibuk, jadi malam ini baru bisa up lagi, maaf sudah menunggu 🙏.


💕💕💕💕Bersambung💕💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2