
Sesuai dengannya intrusi Ema, akhirnya mereka kembali ke rumah masing-masing, tanpa sengaja salah satu karyawan melihat seorang laki-laki berpakaian serba hitam duduk di seberang jalan menghadap ke butik, namun ia tidak ingin memberitahukan Ema, melainkan memberitahukan Rey.
Karyawan Ema memang ada beberapa laki-laki bukan hanya Rey saja, saat Rey melihat orang tersebut dia langsung memanggil rekannya yang lain, mereka akhirnya membagi tugas, Rey mengantar Ema dan Ita kembali ke rumah, sedangkan yang lainnya menginap di butik, kebetulan mereka semuanya belum berkeluarga.
“Ayo mbak, aku antar biar mbak bisa istirahat,” ucap Rey kepada Ema.
Ema hanya menunggu dan berdiri dari duduknya, dan langsung keluar, dia melihat karyawannya belum ada yang pulang.
“Kenapa kalian tidak pulang, ayo pulang istirahat, pasti kalian juga pada kaget tadi,” ucap Ema sedikit lemas.
“Ia mbak, kami juga sudah mau pulang,” jawab yang lainnya.
Ema dan Ita langsung keluar dari dalam butik di susul oleh Rey, dalam perjalanan pulang, Ema terus memikirkan siapa yang mengirim paket tersebut, yang hampir membuat dirinya terkena serangan jantung.
“Mbak, aku sedikit khawatir dengan keamanan mbak,” ucap Rey kepada Ema.
“Tidak apa-apa Rey, jangan terlalu menghawatirkan aku, percayalah semuanya pasti akan baik-baik saja,” jawab Ema.
__ADS_1
Tetapi tidak dengan Ita dan Rey, mereka berdua sangat menghawatirkan keselamatan bos mereka, walaupun mereka hanya sebatas karyawan dan atasan, namun Ema memperlakukan mereka seperti saudaranya sendiri.
Tidak terasa akhirnya mereka tiba juga di rumah Ema, setelah Ita membuka pagar, Rey langsung masuk dan memarkirkan mobil di halaman rumah, Ema langsung keluar dari dalam mobil, tetapi Ema dan Ita kembali di kejutkan dengan sebuah tulisan yang sama, Ema tidak berteriak seperti di butik tadi, ema langsung tunduk dan mengambil kain tersebut.
Ema menatap kain tersebut, setelah puas menatapnya, dia meminta korek apa kepada Rey, kebetulan Rey juga merokok.
“Rey, minta korekmu dulu,” ucap Ema kepada Rey.
Rey langsung memberikan korek yang ada di dalam saku celananya, Ema langsung membakar kain tersebut, “Aku ingin kau muncul, jangan hanya berani menerorku,” ucap Ema sambil membakar kain yang bertulisan MATI.
Ita dan Rey hanya diam melihat apa yang di lakukan Ema, karena mereka juga sedikit merasa geram dengan si peneror tersebut.
*****
Hampir sama dengan Ema, Cello juga mendapatkan perlakuan seperti yang di alami oleh Ema, ia kembali mendapatkan pesan dari nomor yang tidak ia kenal, Cello berencana akan melaporkan ke kantor polisi, namun ia akan berdiskusi dengan kakaknya, Chaim dan juga mama dan papanya, karena ini sudah sangat kelewatan menurut Cello,
Setiap habis mengirim pesan, nomor tersebut langsung tidak aktif, itu yang membuat Cello sedikit Emosi, kini dirinya tidak akan membiarkan sih peneror menggangu konsentrasinya untuk kerja, Semua pesan yang di kirim si peneror kepadanya, Cello simpan semua sebagai barang bukti nantinya.
__ADS_1
“Kau kira aku tidak berani melawan mu, aku akan mengikuti permainanmu,” batin Cello langsung menyimpan handphonenya ke dalam saku celananya.
Cello melihat jam yang melingkar di tangannya, ternyata sudah waktunya untuk makan siang, dia langsung berdiri dari duduknya, dan langsung menghampiri papa Adit di ruangannya.
“Pa. papa tidak makan siang?” tanya Cello kepada papa Adit.
“Makalah nak, tunggu sebentar ya papa selesai ini dulu tanggung soalnya tinggal sedikit,” jawab papa Adit.
“Ok, kita makan di kantin aja ya pa, soalnya malas keluar,” ucap Cello.
Papa Adit hanya mengangguk, karena ia masih konsentrasi dengan pekerjaan di hadapannya, sekitar lima belas menit, akhirnya papa berdiri dari duduknya, “ayo kita ke kantin, papa udah sangat lapar,” ajak papa Adit kepada Cello.
mereka berdua langsung menuju kantin yang begitu ramai, di kantin tidak ada tempat khusus untuk CEO atau yang lainnya, semuanya berbaur jadi satu, karena papa Adit tidak ingin ada jarak antara dirinya dan juga karyawannya.
💕💕💕
Jangan lupa di like, komen, vote dan juga lovenya ya kak, terimakasih🙏🙏
__ADS_1
💘💘💘💘Bersambung 💘💘💘💘