
Setelah bersiap-siap, Cello langsung keluar dari kamarnya dan segera turun ke lantai bawa untuk berpamitan kepada mamanya.
“Ma, Cello keluar dulu ya sebentar,” pamit Cello kepada mama Dita.
“Kamu mau ke mana nak? kamu tidak makan malam di rumah?” tanya mama Dita.
“Mungkin tidak ma, aku makan di luar aja,” jawab Cello.
Mama Dita hanya mengangguk mendengar jawaban Cello, setelah berpamitan Cello langsung meninggalkan rumah, dan segera menuju tempat di mana ia janjian dengan Erni.
Sedangkan Erni berusaha tampil secantik mungkin agar Cello terpesona padanya, Cello yang duluan tiba di tempat mereka janjian, hampir beberapa menit Cello menunggu akhirnya Erni muncul juga.
“Maaf sudah lama menunggu,” ucap Erni dan langsung duduk di kursi yang ada di depan Cello.
“Tidak apa-apa,” jawab Cello sedikit cuek.
Erni sangat mendominasi obrolan, dia bagaikan menghadapi kekasihnya, sedangkan Cello hanya diam, tanpa menjawab salah satu pertanyaan dari Erni.
“Kamu mau pesan apa? biar aku pesankan?” tanya Erni.
“Nggak usah, aku masih kenyang, aku meminta kamu untuk ketemuan karena ada yang ingin aku sampaikan,” ucap Cello.
Erni langsung memesan minuman dan juga makanan untuknya sendiri, karena Cello tidak ingin memesan apapun.
“Aku tau, pasti kamu ingin meminta balikan kan? aku sangat siap kok, karena aku juga masih menyayangi kamu,” ucap Erni dengan percaya dirinya.
“Begini Erni, sebelumnya aku minta maaf kepada kamu, tapi aku mau tanya, apa tujuan kamu datang di kantor mencari aku?” tanya Cello kepada Erni.
“Ya... karena aku masih berharap sama kamu, makanya aku datang di kantor untuk mengajak kamu makan siang bersama,” hewan Erni.
“Tapi kamu tau kan, kalau kita sudah lama putus, dan sekarang aku udah punya kekasih yang baru, yang akan aku ajak menikah nantinya, jadi aku harap kita menjalin persahabatan saja, apa yang dulu pernah terjadi di antara kita berdua aku harap kamu lupakan dan kita menjalin persahabatan dengan baik mulai malam ini,” minta Cello kepada Erni.
“Tapi aku masih sayang kamu? aku mesin berharap dengan kamu,” ucap Erni sedikit memohon kepada Cello.
__ADS_1
Erni terus memohon kepada Cello, agar mereka kembali seperti yang dulu lagi, namun Cello juga tidak bisa kembali kepada Erni lagi.
“Maaf aku ya, semoga kamu mendapat laki-laki yang lebih baik dari aku, maafkan aku laki-laki brengsek ini, dan aku harap kamu tidak datang lagi di kantor mencari aku, karena aku tidak ingin ada gosip dari mulut parah karyawan kantor,” lanjut Cello.
Erni hanya diam mendengar ucapan Cello, dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena awal kehancuran hubungan mereka dulu, adalah kesalahan dari Erni sendiri, yang meminta putus duluan kepada Cello.
“Maaf, aku duluan ya, soalnya aku sangat lelah, silakan lanjutkan makan malamnya,” ucap Cello kepada Erni.
Erni hanya memaksa diri untuk tersenyum, padahal dalam hatinya sangat sakit karena Cello tidak bisa kembali kepadanya, apa lagi dengan pengajian Cello sendiri kalau dirinya sudah punya kekasih yang akan di ajak menikah nantinya.
“Aku tidak akan membiarkanmu bahagia dengan kekasih barumu, kau akan merasakan apa yang aku rasakan,” batin Erni menatap Cello yang sudah meninggalkan cafe.
Erni kembali menikmati makanannya, dia tidak akan membiarkan Cello bahagia dengan orang lain, karena Erni sudah terlanjur mencintai Cello.
Kini Cello sudah meninggalkan halaman parkiran cafe, dia ingin mencari makanan di tempat lain, karena dirinya sudah sangat kelaparan.
**********
“Cello ke mana ma? kok nggak ikut makan malam dengan kita?” tanya papa Adit kepada istrinya.
Papa Adit langsung duduk di kursi yang biasa ia tempati jikalau setiap makan. “suatu saat nanti meja makan ini cuma di pakai kita berdua, sebentar lagi Chaim akan pindah dari rumah ini, karena tinggal berapa minggu lagi ia akan menikah, begitu juga dengan Cello, suatu saat nanti pasti dia akan menikah dan meninggalkan rumah ini,” ucap papa Adit dengan sedikit raut kesedihan di mukanya.
“Papa tidak usah memikirkan itu, ayo makan mama udah sangat lapar,” ucap mama Dita, agar suaminya tidak terlalu berpikiran jauh.
Malam ini, Cello makan di luar begitu juga dengan chaim, dia makan di luar bersama dengan Rere, sehingga hanya mama Dita dan papa Adit yang makan di rumah.
Setelah makan malam, Cello langsung pulang ke rumah, karena dirinya sudah sangat lelah, apa lagi Cello orangnya paling jarang keluar malam.
“Malam ma, malam pa,” sapa Cello kepada kedua orang tuanya.
“Malam sayang, udah pulang?” tanya mama Dita.
“Belum ma, masih di jalan,” jawab Cello bercanda.
__ADS_1
“Anak ini ya, kalau di tanya selalu saja jawaban berbeda,” ucap mama Dita sambil melempar Cello dengan bantal kursi.
Cello langsung memeluk mamanya. “Cello kan cuma bercanda ma,” jawab Cello sambil meminta maaf kepada mama Dita.
Sedangkan papa Adit hanya tersenyum melihat tingkah anak dan mama yang selalu saja bertengkar, walaupun Cello sudah tidak anak-anak lagi, namun baik Dita maupun Adit masih memperlakukan anaknya seperti anak baru lima tahun, bukan hanya Cello, namun Chaim juga mendapatkan perlakuan yang sama.
“Ma... pa..., Cello naik dulu ya, soalnya aku sangat lelah, ingin cepat-cepat istirahat,” ucap Cello pamit kepada mama dan papanya.
“Ok sayang, selamat beristirahat,” jawab mama Dita, sedangkan papa Adit hanya menganggukkan kepalanya.
Sesampainya di kamar, Cello langsung membersihkan diri dan menggunakan baju santai, karena dia paling tidak suka menggunakan baju tidur. tetapi dirinya tidak langsung tidur, melainkan menghubungi Ema.
“Hallo... udah pulang dari butik?” ucap Cello kepada Ema melalui sambungan telepon.
“Hallo juga, ini lagi menyelesaikan gambar aku yang belum selesai,” jawab Ema.
“Jangan terlalu capek, nanti kamu sakit, aku yang sedih kalau kamu sakit,” gombal Cello kembali.
Mereka berdua asik mengobrol, Cello menawarkan kembali untuk makan siang bersama besok, namun Ema menolaknya, karena besok ada salah satu customernya akan datang melihat baju pengantin, terpaksa Cello mengalah.
“Ok lah, lain kali aja kalau begitu,” ucap Cello kembali.
“Aku minta maaf tidak bisa menerima ajakan kamu,” ucap Ema kembali.
“Tidak apa-apa, tidak usah minta maaf, aku bisa mengerti dengan pekerjaan kamu,” lanjut Cello.
Karena sama-sama sudah merasa ngantuk, akhirnya Cello memutuskan sambungan teleponnya, dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur.
Penghuni rumah semuanya sudah pada beristirahat, barulah Chaim tiba di rumah, dia langsung menuju kamarnya, untuk membersihkan diri karena dirinya sudah sangat lelah, setelah membersihkan dirinya, chaim langsung menggunakan baju tidurnya dan langsung beristirahat.
🌠💕🌠
Like... komentar... vote dan juga lovenya ya ka, terimakasih🙏🙏
__ADS_1
***********Bersambung************