
Cello yang lagi bahagia, karena hari ini dia dan Ema sudah resmi menjadi pasangan kekasih, dia ingin sekali cepat pulang dan memberitahukan kepada mama Dita. namun jam pulang kerja masih lama, apa lagi Mada menambah lagi pekerjaan kepadanya, untung saja dia lagi berbunga-bunga kalau tidak, dia bisa mengomel kepada papanya, karena selalu memberikan setumpuk pekerjaan kepadanya.
“Pak Cello tumben bahagia sekali di berikan setumpuk pekerjaan, biasanya kalau di berikan dokumen satu saja, mukanya sudah kayak baju tidak di setrika,” batin Mada saat sampai di meja kerjanya kembali.
Sedangkan Cello asik dengan tumpukan dokumen yang ada di depannya, sambil bersiul bahagia, baru kali ini Cello begitu bahagia, tidak seperti biasanya.
Tidak terasa jam pulang kerja sudah tiba, namun Cello masih berhadapan dengan setumpuk pekerjaan, papa Adit yang sudah menunggunya terpaksa menghampiri Cello di ruangannya.
“Masih mau lembur?” tanya papa Adit, saat masuk ke dalam ruangan Cello.
“Eh papa. emangnya sudah jam berapa?” tanya Cello kembali kepada papanya.
“Ia nak, papa heran, tumben hari ini kau terlalu semangat bekerja,” tanya papa Adit.
“Ya ingin bertanggung jawab saja pada pekerjaan, aku sudah malas main-main,” jawab Cello sambil merapikan meja kerjanya.
Setelah semuanya beres, Cello dan papa Adit langsung pulang, sesampainya di lobby, cello langsung mengambil mobil di parkiran, sedangkan papa Adit menunggu di depan lobby.
“Selamat sore Pak, baru pulang?” tanya seorang security kepada papa Adit.
“Ia pak, bapak jaga baik-baik ya,” jawab Papa Adit kepada security tersebut.
Tidak lama Cello muncul dengan sigap, pak security tersebut langsung membuka pintu mobil untuk papa Adit.
“Terimakasih pak,” jawab papa Adit.
“Sama-sama Pak, hati-hati di jalan,” ucap security tersebut.
Setelah berpamitan kepada security, Cello langsung melajukan mobilnya meninggalkan halaman kantor, seperti biasa di dalam mobil papa dan anak ini hanya mengobrol tentang pekerjaan, tidak ada yang lain, soalnya kalau sudah sampai di rumah, mereka hanya fokus pada keluarga.
“Istrinya papa sudah di depan pintu,” ucap Cello saat mereka sudah tiba di halaman rumah.
“Itu mama kamu,” jawab papa Adit.
“Ia memang dia mama aku, tapi istri papa kan?” tanya Cello pada papanya sambil tertawa.
__ADS_1
Papa Adit tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan langsung turun dari mobil, sedangkan Cello memasukan mobil ke dalam garasi.
“Selamat sore sayang,” ucap mama Dita dan langsung mencium tangan papa Adit.
“Sore juga istriku,” jawab papa Adit dan langsung mendaratkan kecupan manis di kening Mama Dita. Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah, kemudian di susuk oleh Cello dari belakang
“Selamat sore mamaku yang cantik tidak ada duanya,” ucap Cello kepada mama Dita.
“Ia mama tau, ada apa lagi? mau kopi, tenang biar mama buatkan,” ucap mama Dita kepada Cello, soalnya mama Dita sudah mengerti kalau Cello mengeluarkan pujian kepadanya, berarti ada sesuatu yang dia inginkan.
“Mama tau saja, kalau aku ingin kopi,” ucap Cello dan langsung pamit naik ke kamarnya, sambil bernyanyi membuat mama Dita sedikit heran dengan tingkah anaknya itu.
“Dia kenapa sih pa? tidak seperti biasanya?” tanya mama Dita kepada suaminya.
“Aku tidak tahu sayang, soalnya di kantor dia biasa-biasa saja,” jawab papa Adit.
Biar mereka berdua sudah tidak mudah lagi, namun papa Adit selalu memanggil istrinya dengan sebutan sayang.
Mendengar jawaban suaminya, mama Dita langsung menuju ke kamar untuk menyiapkan baju ganti untuk papa Adit, setelah semuanya siap, mama Dita kembali ke dapur untuk membuat kopi untuk suami dan anaknya.
“Selamat sore juga mas Chaim, mas baru pulang?” tanya bibi kepada Chaim.
“Ia bi. mama dan papa di mana?” tanya Chaim kembali.
“Ibu Dita ada di dapur, sedangkan pak Adit ada di kamar,” jawab bibi.
“Terimakasih ya bibi, aku masuk duluan,” pamit Chaim.
Chaim langsung menemui sang mama yang ada di dapur, dia lagi asik membuat kopi untuk papa Adit dan Cello.
“Selamat sore ma, mama buat apa?” tanya Chaim kepada mama Dita.
“Chaim? udah pulang nak, ini mama lagi buat kopi untuk papa dan adek, apa kamu juga mau?” tanya mama Dita pada Chaim.
“Ia aku mau ma, aku naik dulu ya, mau mandi sudah sangat gerah,” pamit Chaim kepada mamanya.
__ADS_1
Setelah pamit Chaim langsung menuju lantai dua, dia bertemu dengan Cello di tangga, “kakak baru pulang?” tanya Cello.
“Ia, aku naik dulu, mau mandi badan semua sudah terasa lengket,” ucap Chaim kepada Cello dan langsung naik ke kamarnya, sedangkan Cello turun ke lantai bawah bergabung dengan papa dan mamanya yang sudah duduk santai di ruang keluarga.
******
Ema yang baru pulang dari butiknya, seperti biasa dia selalu mendapati rumahnya dalam keadaan sunyi, tapi bagi Ema tiu sudah biasa baginya, dia langsung memarkirkan mobilnya di dalam garasi dengan sempurna, Ema langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.
Kali ini Ema singgah membeli makanan, karena dirinya sudah sangat lelah, dia sudah malas memasak sampai di rumahnya, Ema hanya membeli satu porsi gado-gado makanan kesukaannya.
Setelah membersikan diri, Ema segera ke lantai bawah tepatnya ke ruang makan, untuk menikmati gado-gado yang ia beli tadi, sebagai menu makan malamnya.
Setelah selesai makan malam, Ema langsung membersikan piring kotornya dan langsung segera naik ke lantai atas, Ema paling banyak menghabiskan waktunya di lantai dua, karena dia tidak ingin kenangan bersama sang papa kembali lagi dalam ingatannya.
Dia mendapatkan berapa pesan dari Cello, bukan hanya pesan namun juga panggilan video_call. Ema langsung menghubungi Cello.
“Halo..., maaf tadi aku di lantai bawah, sedangkan handphone aku di dalam kamar di lantai atas,” ucap Ema kepada Cello.
“Aku sedikit khawatir denganmu, karena kau tidak menjawab telepon aku dan juga tidak membalas pesanku,” jawab Cello.
Ema hanya tertawa mendengar jawaban Cello, karena menurutnya Cello terlalu berlebihan kepadanya.
“Apa kau sudah makan?” tanya Cello kembali.
“Ia, aku sudah makan, aku ingin melanjutkan pekerjaanku yang belum selesai,” jawab Ema.
“Kamu istirahat saja dulu, soal pekerjaan besok baru di lanjutkan,” nasehat Cello kepada Ema.
Dan Ema setuju dengan apa yang di katakan Cello, apalagi dirinya tidak pernah istirahat siang, dan malam hari dia kurang istirahat, karena dirinya selalu menyelesaikan pekerjaannya di rumah, apa lagi kalau ada pesanan yang sudah mendesak, biasanya Ema tidak tidur untuk menyelesaikan orderannya.
Mereka berdua asik mengobrol, ada saja yang mereka bahas berdua, kadang serius, kadang bercanda, benar-benar orang yang lagi jatuh cinta.
💕💕💕💕
Halo kak, jangan lupa dukungannya ya, lewat like, komen, vote dan juga lovenya ya, terimakasih🙏🙏
__ADS_1
🌠🌠🌠Bersambung 🌠🌠🌠