
Sore harinya Cello dan Ema berangkat ke rumah orang tua Cello. karena besok pagi mereka berdua akan bertolak ke Labuan Bajo.
“Selamat sore nak, akhirnya kalian datang juga,” ucap mama Dita kepada Cello dan Ema.
“Sore juga ma..., ia ma maaf kami telat datang soalnya mas Cello lambat bangun,” jawab Ema kepada mama Dita.
Cello yang mendengar Ema menyebutnya dengan sebutan mas, sangat bahagia karena ini pertamanya Ema memanggilnya dengan sebutan mas.
“Mungkin semalam dia lembur, makanya dia kecapean,” sambung Tya bercanda dari dapur.
“Ia dong, makanya cepat nikah agar kau tau,” jawab Cello dan langsung mendapatkan cubitan dari Ema.
“Sudah... kalian ini selalu saja perdebatan hal yang tidak penting,” sambung papa Adit.
Membuat Tya dan Cello langsung diam, dan langsung duduk di sofa yang ada di depan papa Adit dan mama Dita.
Tidak lama bibi datang membawa kopi dan teh serta cemilan untuk mereka, karena siang tadi mama Dita sempatkan diri membuat kue kesukaan Cello dan Chaim.
“Jadi kalian sudah berangkat?” tanya papa Adit kepada Ema dan Cello.
“Ia pa... kami berangkat besok pagi,” jawab Cello.
Mereka asik mengobrol sambil menikmati kopi dan teh serta cemilan yang ada di atas meja, karena sudah sangat sore, akhirnya Cello dan Ema pamit pulang, setelah kepergian mereka, Tya juga kembali ke rumahnya, suasana rumah mama Dita semakin sunyi.
“Rumah semakin sunyi ya pa?” tanya mama Dita kepada suaminya.
“Mau gimana lagi sayang kita juga tidak akan mungkin melarang mereka untuk berkeluarga,” jawab papa Adit sambil memeluk istrinya.
Walaupun mereka sudah tua, namun keromantisan di antara mereka masih terjaga, malah mereka berdua semakin romantis.
*****
Labuan Bajo...
Ema yang pagi-pagi sekali sudah bangun bersiap-siap, karena mereka pagi ini akan segera menuju labuan Bajo untuk bulan madu, setelah bersiap-siap, dia langsung membangunkan cello yang masih terlelap.
“Mas... mas ayo bangun, nanti kita telat mas,” ucap Ema membangunkan Cello.
__ADS_1
Cello langsung bangun dari tidurnya, setelah minum air putih yang sudah di siapkan Ema, dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersikan diri. sedangkan Ema menyiapkan baju untuknya dan juga merapikan tempat tidur mereka.
Setelah semuanya sudah siap, Cello dan Ema langsung menuju ke bawah, dan ternyata mama ayu sudah menyiapkan sarapan untuk mereka.
“Ayo sarapan dulu nak, nanti kalian telat lagi,” ucap mama Ayu kepada mereka.
“Ia ma... terimakasih ya ma,” jawab Cello.
Mereka bertiga akhirnya sarapan bersama, karena bude dan sepupu Ema sudah kembali ke kampung halaman mereka. setelah selesai sarapan Ema dan cello langsung berpamitan untuk bertolak ke bandara.
“Ma... kami jalan dulu ya,” mama hati-hati di rumah,” ucap Ema kepada mamanya.
“Ia ma... kalau ada apa-apa langsung saja hubungi kami,” lanjut Cello.
“Ia sayang, kalian hati-hati juga ya, selamat sampai tujuan, kalau sudah sampai jangan lupa kabarin mama,” jawab mama Ayu dan langsung memeluk Ema dan Cello bergantian.
Selesai berpamitan, Ema dan Cello langsung bergegas menuju bandara di antar oleh sopir pribadi mama Dita, setelah menempuh hampir satu jam, akhirnya mereka tiba di bandara, pak sopir membantu Cello mengeluarkan barang-barang mereka dari dalam bagasi.
“Terimakasih pak, mengantar kami,” ucap Cello kepada pak sopir.
“Ia pak, hati-hati di jalan ya pak,” lanjut Ema.
Cello dan Ema langsung masuk ke dalam ruangan tunggu, sedangkan pak sopir langsung kembali ke rumah mama Dita.
Kini mereka sudah tiba di Labuan Bajo, Ema begitu takjub saat melihat pemandangan yang begitu indah. “Kamu senang sayang?” tanya Cello kepada Ema.
“Sangat senang mas, aku tidak menyangka akan ke sini secepat ini,” jawab Ema dan langsung memeluk suaminya.
Cello membalas pelukan Ema, dia juga bahagia karena bisa mewujudkan impian istrinya selama ini. mereka berdua tinggal di hotel yang dekat pantai. dan kamar mereka langsung menghadap ke pantai. Ema menikmati pemandangan dari kamarnya, hari ini mereka masih menghabiskan waktu di kamar, karena mereka baru habis melakukan perjalanan jauh, jadi ingin menghilangkan rasa lelah mereka dulu.
Keesokan harinya Ema dan Cello berjalan menikmati indahnya pantai pink beach pulau komodo. begitu juga hari-hari berikutnya, banyak sekali tempat yang mereka kunjungi, dan tidak terasa kini waktunya untuk kembali ke jakarta.
“Mas terasa ya, besok kita sudah kembali ke jakarta,” ucap Ema kepada suaminya.
“Ia sayang, tapi kalau kamu masih ingin di sini, aku bisa bicara dengan papa, agar aku menambah cuti aku,” jawab Cello kepada istrinya.
“Tidak usah mas, kita balik saja besok, pekerjaan aku sudah menunggu,” jawab Ema.
__ADS_1
“Ia tapi kamu jangan terlalu capek, agar dedek bayi bisa cepat berada di sini,” lanjut Cello sambil mengusap perut Ema dengan lembut.
Ema hanya mengangguk sambil tersenyum, dia juga sudah tidak sabar ingin cepat mempunyai anak, makanya mereka tidak menunda-nunda untuk mempunyai momongan.
***
Kini Cello dan Ema sudah tiba di jakarta, kali ini mereka tidak jemput oleh siapa-siapa, mereka pulang ke rumah menggunakan taksi online.
“Kalian sudah pulang, kok nggak kabarin mama sih,” ucap mama Ayu saat menyambut anak dan menantunya itu.
“Biar jadi suprise ma,” jawab Ema.
Sedangkan Cello lagi asik mengangkat barang-barang mereka ke kamar, karena dia tidak mengijinkan istri dan mertuanya membantu dirinya.
Tidak lama mama Ayu datang dengan membawa nampan berisi tiga cangkir yang berisikan kopi dan juga teh.
“Kalian minum kopi dan tehnya dulu, mama tidak membuat kue, karena mama tidak tau kalau kalian sudah mau pulang hari ini,” ucap mama Ayu kepada Ema dan Cello.
“Tidak apa ma, terimakasih sudah repot-repot,” kali ini Cello yang menjawab.
“Tidak ada yang direpotkan nak,” jawab mama Ayu kembali.
Mereka menikmati kopi dan teh yang di buat oleh mama Ayu, Ema menceritakan betapa indahnya labuan bajo itu, dan suatu saat nanti dia akan kembali ke sana dengan mengajak keluarga besar mereka.
Pernikahan Ema dan Cello begitu harmonis, mereka memilih tinggal bersama dengan mama Ayu, karena mereka berdua tidak tega meninggalkan mama Ayu tinggal di rumah itu sendirian, walaupun sudah tidak ada lagi ancaman dari om Bram, karena mama Ayu dan Bram sudah resmi bercerai.
Dan Bram kini sudah menikah dengan Erni, dikarenakan Erni sudah berbadan dua. sedangkan Dwi sudah keluar dari penjara, dan kembali melakukan aktivasi seperti biasa dan dia juga sudah melupakan Cello.
************TAMAT***********
Hai... kak, maaf ya aku tidak menceritakan malam pertama cello dan Ema, karena aku mengikuti aturan dari Noveltoon. dan aku juga tidak mahir dalam menulis cerita malam pertama. maafkan aku yang sudah mengecewakan kakak-kakak semua 🙏.
Cerita ini aku tamatin, karena aku tidak mau kakak-kakak semau merasa bosan, apa lagi lama baru aku up, karena aku masih sibuk di dunia nyata.
Aku lanjut nanti saat aku sudah kembali ke Jayapura, karena saat ini saya masih di makassar.
Maaf kalau banyak kesalahan dalam penulisan, atau ceritanya sangat garing, dan membosankan, terimakasih yang selalu mendukung aku, lewat like dan komentarnya, maaf aku tidak bisa balas satu persatu.
__ADS_1
Kalau berkenan kakak bisa singgah di karya aku yang lainnya, Wanita Kesayangan CEO
TERIMAKASIH🙏🙏 bey.. bey...