
Pagi-pagi sekali Cello sudah menjemput Ema di rumahnya, karena mereka akan berziarah ke makan papa Arman, sesuai dengan permintaan mama Dita dan Lia, Ema akan menemani mereka dan Cello juga tidak ingin ketinggalan, dia juga ingin berziarah ke makam calon papa mertuanya.
"Sayang, kamu udah siap?" tanya Cello pada Ema.
"Ia tapi kita sarapan dulu ya, soalnya aku belum sarapan" jawab Ema.
"Ok kebetulan aku juga belum sarapan, kamu tua kan camer kamu itu cerewet nya minta ampun" lanjut Cello.
Mereka akhirnya duduk berdua di meja makan untuk sarapan, kali ini mereka hanya sarapan roti saja, karena Ema tidak sempat untuk memasak.
"Kamu udah mahir nya mengurus suami, udah bisa di ajak menikah ni" goda Cello pada Ema.
Ema hanya tersenyum malu, mendengar omongan Cello.
"Tapi aku tidak ingin terburu-buru menikah" jawab Ema.
"Tidak apa-apa sayang aku siap menunggu, sampai kamu siap menjadi nyonya Marcello Mahesa" ucap Cello mengedipkan matanya, membuat Ema tersipu malu.
Setelah selesai sarapan mereka berdua langsung bergegas meninggalkan rumah Ema dan segera menuju rumah mama Dita, karena mama Dita sudah menunggu mereka.
"Aku tidak tau bagai mana dulu persahabatan papa aku, dengan mama Dita dan tante Lia, sampai-sampai mereka begitu kaget mendengar papa aku sudah tidak ada" ucap Ema.
"Yang pasti mereka sahabat yang baik, apa lagi papa selalu melindungi mereka berdua" jawab Cello.
Tidak terasa akhirnya mereka tiba di rumah mama Dita, dan benar saja mama Dita sudah dari tadi menunggu mereka berdua.
"Kok lama banget sih sayang, dari tadi mama menunggu kalian" tanya mama Dita.
"Maaf ma, semua gara-gara Ema, tadi Ema dan Cello sarapan dulu baru ke sini" jawab Ema.
__ADS_1
"Kenapa nggak sekalian aja sarapan di sini sayangku?" tanya mama Dita.
"Tidak apa-apa ma, lain kali saja" jawab Ema pada mama Dita.
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam rumah, dan di ruang keluarga sudah ada papa Adit yang sedang membaca koran.
"Selamat pagi pagi" sapa Ema dengan ramah.
"Selamat pagi nak, ayo duduk" jawab papa Adit dan langsung mempersilahkan Ema untuk duduk.
Ema langsung duduk di sofa yang kosong, dan mama Dita langsung pamit masuk kamar untuk siap-siap, begitu juga dengan dengan Cello, sedangkan Ema dan papa Adit asik mengobrol di terulang keluarga, Ema sudah tidak sungkan lagi dengan keluarga Cello.
"Ayo sayang kita jalan, soalnya tante Lia sudah menunggu kita" ucap mama Dita.
Ema langsung berdiri dari duduk nya, dan berpamitan pada papa Adit, mereka bertiga langsung keluar menuju halaman rumah tempat mobil mama Dita di parkir, kali ini mereka menggunakan mobil mama Dita karena mereka masih ingin menjemput Lia.
Dalam perjalanan menuju rumah Lia, mereka bertiga asik mengobrol di dalam mobil.
"Ma... biarkan dulu kita bernafas dengan baik, baru aja kemarin kak Linzy menikah, sekarang udah bertanya ke kita berdua" jawab Cello.
"Tidak apa-apa sayang, agar satu kali repot" jawab mama Dita.
Ema hanya tersenyum mendengar ucapan mama Dita, karena Ema tidak ingin terburu-buru untuk menikah.
"Sabar dong ma, kita juga masih mudah aku baru mau 24 tahun sedangkan Ema baru mau 23, mau nikmati masa mudah kita dulu" jawab Cello.
"Betul yang di katakan Cello ma, kami tidak ingin terburu-buru" jawab Ema.
"Dari kalian aja sayang, mama kan cuma buang suara saja" ucap mama Dita.
__ADS_1
Tidak terasah dan akhirnya mereka tiba di rumah mama Lia, mereka tidak sempat turun dari mobil karena mama Lia sudah menunggu di depan pagar rumahnya.
"Ayo masuk maaf ya lama menunggu" ucap mama Dita sambil membuka pintu mobil.
"Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa menunggu kamu kayak gini" jawab mama Lia.
Cello dan Ema hanya tersenyum mendengar obrolan dua sahabat ini yang sekarang sudah jadi besan.
"Tidak usah ngambek gitu dong say, ayo masuk anak pintar" ucap mama Dita bercanda.
Mama Lia langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Dita, karena Ema duduk di depan bersama dengan Cello.
Setelah mama Lia sudah dengan baik, Cello langsung melajukan mobilnya menuju makam Arman.
Di dalam mobil mereka berempat asik mengobrol, kadang mereka tertawa karena candaan mama Dita dan mama Lia, mereka berdua tidak sadar diri kalau sebentar lagi berganti status jadi oma. mereka berdua mengingat kembali masa lalu mereka di saat masih sama-sama kerja di perusahaan milik Yohan yang kini menjadi besan Rio kakak dari Dita.
"Hampir aku tidak percaya kalau kamu sekarang besanan sama pak Yohan, padahal dulu dia adalah bos kita" ucap Lia tertawa.
"Jangankan itu, aku saja nggak percaya kalau kamu akan menjadi besan aku, di tambah lagi oleh Arman" lanjut mama Dita.
Mereka hanya tertawa di dalam mobil, tidak terasa akhirnya mereka sampai juga di makam Arman, Ema langsung turun dari mobil setelah Cello memarkirkan mobilnya dengan baik, dan di susul oleh mama Dita dan Lia.
"Ayo kita masuk, soalnya tempat papa masih jauh ke dalam" ucap Ema.
Hanya Cello yang menjawab, sedangkan mama Dita dan Lia hanya diam, terlihat di raut waja mama Dita dia menahan rasa sedih nya.
💕💕💕
Terimakasih banyak atas dukungan nya, jangan lupa dukungan aku terus lewat like dan komentar nya ya kak🙏🤗😘
__ADS_1
Bersambung 😘😘🤗🤗