
Karena di buru waktu, Ema tidak sempat menjahit baju untuk dirinya saat menikah nanti, namun dia sudah mempunyai baju yang dia ambil dari koleksinya. baju itu baru saja ia pajang, kebetulan belum ada yang mengambilnya.
“Baju itu sangat cantik di badan mbak Ema, aku yakin mas Cello juga akan terkagum-kagum kepada mbak, dan makin cinta kepada mbak,” ucap Ita saat membantu Ema mencoba baju tersebut.
“Terimakasih Ita, betulkah yang kamu katakan itu?” tanya Ema. dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari Ita.
Aku sangat gugup, padahal pernikahan masih seminggu lagi,” ucap Ema sambil menatap dirinya lewat kaca besar.
Ita hanya tersenyum mendengar ucapan bosnya itu, karena dirinya juga belum pernah di posisi itu. “tidak mudah gugup mbak, santai saja,” jawab Ita penuh dengan keyakinan.
Setelah mencoba baju tersebut, Ema langsung menyimpan di dalam ruangannya, agar sebentar sore ia bawah kalau pulang ke rumah.
💞💞
Sedangkan di kantor cello sangat sibuk karena pekerjaannya, dia ingin menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum dirinya cuti menikah. karena setelah menikah dirinya dan Ema akan berlibur ke Labuan bajo, tempat yang memang Ema ingin kunjungi, namun rencana bulan madu ini dia tidak tau, karena Cello ingin ini jadi kejutan buat Ema.
Sampai makan siang pun ia lakukan di dalam ruangannya, Cello memilih memesan makan siang lewat online.
Tidak menunggu lama, akhirnya pesanannya datang juga di antar oleh Mada sekertarisnya.
“Permisi pak, ini pesanan bapak sudah datang,” ucap Mada dengan sopan.
“Terimakasih Mada,” ucap cello sambil menatap kertas-kertas yang ada di depannya.
Setelah Mada menyimpan makanan untuk cello di meja, dia langsung pamit untuk keluar. “pak saya pamit dulu,” ucap Mada dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari Cello.
Namun Cello tidak langsung bangkit dari duduknya untuk segera makan, dia masih asik dengan tumpukan kertas di depannya, dia lupa dengan makan siang, yang ada di pikirannya adalah tugasnya segera selesai, agar tidak terbebani saat bulan madu nanti bersama Ema.
__ADS_1
Cello menatap jam yang melingkar di tangannya, ternyata sudah jam dua siang, ia segera bangkit dari duduknya dan menuju meja tempat makan siangnya berada. makanan yang ia pesan sudah dingin, namun karena perutnya sudah keroncongan, cacing-cacing di dalam sudah pada demo minta di beri makanan. dengan terpaksa cello menyantapnya sampai habis.
Setelah selesai makan siang, Cello langsung melanjutkan pekerjaannya, sampai jam pulang kerja.
“Belum pulang nak?” ucap papa Adit di depan pintu ruangan Cello.
“Eh... papa, ini sudah jam berapa pa?” tanya Cello. kembali.
“Sudah jam lima,” jawab papa Adit sambil menuju sofa yang ada di ruangan Cello.
Cello langsung merapikan meja kerjanya, karena dia tidak ingin papanya lama menunggu dirinya, “Sedikit lagi ya pa, aku rapikan meja dulu,” ucap Cello kepada papanya.
Papa Adit hanya mengangguk, dan langsung duduk di sofa, tidak lama akhirnya Cello mengajak papanya untuk pulang.
💞💞
Di rumah mama Ayu, mama Dita dan bunda Dea sedang berunding bersama orang WO, mereka membahas tentang dekorasi rumah dan halaman nantinya. yang bertema rustic autdoor.
“Mbak, karena sudah malam, kamu berdua balik dulu ya,” pamit Mama Dita kepada mama Ayu.
Karena WOnya juga sudah pulang duluan, apa lagi sebentar lagi, suami dan anak mereka pulang kerja.
“Ia mbak, hati-hati ya di jalan, terimakasih kerja samanya,” Ucap mama Ayu kepada mereka berdua.
Setelah pamit, mama Dita dan bunda Dea langsung meninggalkan rumah Mama Ayu, karena mereka takut telat menyiapkan makan malam untuk suami dan anak mereka.
Sedangkan mama Ayu langsung masuk kembali masuk ke dalam rumah, dia menyiapkan makan malam untuk dirinya dan juga Ema, karena tidak lama lagi anak tunggalnya akan pulang.
__ADS_1
Tok... tok.. tok.
Mendengar suara pintu depan di ketuk, mama Ayu langsung menuju depan ingin melihat siapa yang datang.
“Selamat sore, cari siapa?” tanya mama Ayu dengan ramah.
“Namun tidak udah tau siapa saya wanita tua, saya ke sini untuk memberikan kamu peringatan, agar kamu cepat menceraikan Bram, karena aku lagi mengandung anaknya,” ucap Erni berbohong.
“Dengan senang hati nenek tua, tanpa nenek memintanya saya sudah meminta bercerai dari Bram, dan lagi menunggu berkas perceraian kami, jadi kamu tidak usah takut, silakan ambil Bram, saya sudah rela,” jawab mama Ayu dengan sinis.
Erni emosi karena di panggil mama Ayu dengan sebutan nenek, dia langsung meninggalkan mama Ayu begitu saja.
saat Erni keluar pintu pagar, dia berpapasan dengan Ema, “Ngapain kamu datang di rumah saya?” tanya Ema kepada Erni karena Ema takut Erni berbuat nekat kepada mamanya.
“Aku cuma datang meminta mama mu itu menceraikan Bram,” ucap Erni sambil tersenyum sinis.
Ema menatap Erni, “Silakan kau ambil laki-laki brengsek itu, karena mama aku terlebih aku tidak membutuhkan laki-laki yang suka jajan di luar sana,” ucap Ema dan langsung meninggalkan Erni di luar pagar.
Erni semakin kesal karena Ema langsung menutupi pintu pagar, Erni langsung menuju mobilnya dan segerakan meninggalkan rumah Ema.
“Ma..., ngapain wanita ular itu?” tanya Ema kepada mamanya.
“Oh itu nak, dia datang meminta mama untuk segera dengan Bram,” jelas mama Ayu.
Ema langsung pamit ke kamarnya untuk membersikan diri karena dia sudah sangat gerah , setelah mendengar jawaban dari mamanya.
💞💞
__ADS_1
Jangan puas dukungannya lewat like dan komentarnya ya kak, terimakasih🙏🙏
******************Bersambung**************