
Ema yang kembali masuk ke dalam ruangannya, karena customernya sudah pulang, dia mencari ruangannya kosong, dia langsung mencari mama Ayu dan ternyata mamanya ada di dalam kamar sedang beristirahat.
Ema membiarkan mamanya istirahat, karena lelah habis melakukan perjalanan jauh, Ema kembali ke meja kerjanya, untuk melanjutkan pekerjaannya yang masih menumpuk.
Tidak lama handphonenya berdering, tanda ada pesan masuk, Ema langsung mengeceknya ternyata Cello yang mengirim pesan padanya.
“Sayang, kita makan siang bareng ya, nanti aku jemput,” isi pesan Cello.
“Bagai mana ya, soalnya ada mama datang dari Surabaya,” balas Ema.
“Sekalian saja, biar aku bisa kenal dengan calon mertua aku,” balas Cello kembali.
Ema tersenyum bahagia membaca pesan Cello, tidak lama mama Ayu keluar dari kamar dan menghampiri Ema yang lagi senyum sendiri menatap layar handphonenya.
“Kayaknya lagi bahagia ini, senyum-senyum sendiri,” tegur mama Ayu kepada Ema.
“Eh mama, sudah bangun ma?” tanya Ema sedikit kaget, karena mama Ayu tiba-tiba berdiri di sampingnya.
“Ma..., hari ini kita makan bersama dengan Cello ya, katanya dia ingin bertemu dengan mama, mumpung mama ada di jakarta,” lanjut Ema.
Mama Ayu langsung duduk di kursi kosong yang ada di samping meja Ema, “apa boleh? kalau mama dengan senang hati sayang,” jawab mama Ayu.
Mendengar jawaban mamanya, Ema sangat bahagia, “bolehlah ma, sedikit lagi dia datang menjemput kita,” ucap Ema bahagia.
Mama Ayu juga ikut bahagia melihat anaknya bahagia, dia hanya berharap laki-laki itu bisa menjaga Ema seperti almarhum papanya, karena dirinya sudah merasa gagal sebagai mama, karena tidak bisa membahagiakan Ema, malah meninggalkan Ema sendirian.
__ADS_1
Tidak lama Cello datang menjemput mereka, “ma..., ayo kita jalan, Cello sudah menunggu kita di luar,” ajak Ema kepada mamanya.
“Ok nak, tapi mama sedikit gugup mau bertemu dengan teman spesial kamu nak,” jawab mama Ayu.
“Ayolah ma, dia orangnya baik kok, dia juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mama,” lanjut Ema.
Mereka berdua langsung meninggalkan butik dan menghampiri Cello yang sudah menunggu di parkiran mobil.
“Maaf sudah menunggu lama, oh ya kenalkan ini mama aku, dan mama kenalkan ini Cello,” ucap Ema.
Cello langsung mencium tangan mama Ayu, mereka langsung berkenalan, baru pertama kali bertemu dengan mamanya Ema, membuat Cello sedikit salah tingkah, karena baru kali ini dirinya bertemu langsung dengan calon mertuanya.
“Ayo kita jalan,” ajak Cello.
Setelah Ema dan mamanya masuk ke dalam mobil, barulah Cello ikut masuk, dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju salah satu restoran favoritnya bersama Ema.
“Mama kapan datang?” tanya Cello kepada mama Ayu.
“Tadi pagi nak Cello,” jawab mama Ayu sedikit canggung, karena baru pertema kali bertemu Cello sudah memanggilnya dengan sebutan mama.
Tidak lama akhirnya mereka tiba di restoran, mereka bertiga langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam restoran.
Mereka langsung menuju meja yang kosong, tidak lama pelayan datang membawakan mereka daftar menu, mereka langsung memesan makan yang mereka inginkan.
“Kapan mama balik ke Surabaya?” tanya Cello kembali kepada mama Ayu.
__ADS_1
“Belum tau nak, mungkin mama agak lama di sini,” jawab mama Ayu.
Mereka bertiga asik mengobrol, mama Ayu sangat bahagia karena Cello orang sangat baik, dia yakin kalau Cello bisa menjaga Ema kelak.
Tidak lama pesanan mereka akhirnya datang, setelah semuanya sudah siap, mereka bertiga langsung menyantap makan siang mereka. tidak ada obrolan lagi, mereka hanya fokus dengan makanan yang ada di depan mereka.
Setelah selesai makan siang, mereka langsung memilih pulang, Cello langsung mengantar Ema dan mamanya kembali ke butik, dan baru dirinya kembali lanjut ke kantor karena pekerjaan sudah menunggunya.
***************
Setelah mendapat perawatan dari dokter penyakit jiwa, akhirnya Dwi di ijinkan kembali ke tahanan, karena dirinya sudah di nyatakan sembuh oleh dokter.
“Mama harap kamu tidak masuk lagi ke dalam tempat ini nak,” ucap mamanya Dwi saat menjemput Dwi di rumah sakit, namun bukan hanya dirinya yang datang menjemput Dwi, namun juga anggota kepolisian karena Dwi harus kembali ke sel tahanan.
“Ia ma...,” jawab Dwi singkat.
Kali ini Dwi tidak banyak bicara, semoga dirinya sudah berubah setelah melewati banyak cobaan, itu yang di harapkan oleh kedua orang tuanya dan juga adiknya. Setelah berpamitan kepada mama dan papanya, Dwi langsung masuk ke dalam mobil tahanan dan kembali ketahanan.
💕💕💕
Hai kak, maaf baru up, karena terlalu banyak kesibukan.
Aku harap kakak-kakak semuanya tetap mendukung karya abal-abal aku ini, terimakasih 🙏🙏
💕💕💕Bersambung 💕💕💕
__ADS_1