Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 20


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Cello langsung fokus dengan pekerjaannya, dia tidak ingin termakan dengan omongan Anggi barusan, karena dia belum bertanya ke mama atau papanya, dia baru mendengar sepihak dari Anggi, itu pun Anggi dalam keadaan emosi.


Sesat jam pulang kerja tiba, cello langsung meninggalkan ruangnya dan menuju ruangan papa Adit, “Pa, belum pulang?” tanya cell Cello saat sudah sampai dalam ruangan papa Adit.


“Sedikit lagi boy,” jawab papa Adit sambil menyelesaikan pekerjaannya, Cello langsung duduk di sofa menunggu papa Adit.


Sambil menunggu papa Adit, Cello malah asik dengan games di dalam handphonenya, kali ini dia lagi main bersama dengan adik sepupunya yaitu Lintang, sampai tidak terasa akhirnya papa Adit mengajaknya pulang.


“Ayo pulang nak, pasti mama sudah menunggu karena kita telat pulang,” ucap papa Adit kepada cello.


Cello langsung berdiri dari duduknya dan segera menyusul papa Adit yang sudah duluan keluar, dalam perjalanan pulang cello ingin sekali menayangkan tentang masa lalu papa Adit, namun ia ragu, dan akhirnya dia memilih untuk bertanya ke mama Dita, karena cello melihat wajah papanya yang sangat kelelahan.


“Hari minggu papa harap kamu mengosongkan waktu kamu, karena kakak akan lamaran,” ucap papa Adit saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.


“Ia pa, pasti cello tidak akan ke mana-mana, apa lagi hari bahagianya kakak, tapi kakak mau juga dengan kak Rere?” tanya cello sedikit kepo.


“Mau lah, wanita cantik kayak Rere siapa yang tolak, tapi lebih cantik mama, mama wanita paling cantik di dunia setelah oma Metha,” ucap papa Adit bercanda.

__ADS_1


Mereka berdua langsung tertawa, hingga akhirnya mereka tiba di rumah, dan di depan pintu seperti biasa mama Dita sudah menunggu mereka berdua.


“Selamat sore mama,” ucap cello kepada mama Dita.


“Sore sayang, ayo masuk langsung bersihkan diri ya,” ucap mama Dita ke Cello.


Sedangkan papa Adit langsung memeluk istrinya, walaupun mereka sudah tidak mudah lagu namun keromantisan di antara mereka berdua tidak pernah pudar, Dita dan Adit langsung masuk ke dalam rumah.


Saat selesai makan malam, cello akhirnya duduk di samping mama Dita, “Ma, pa, ada yang aku mau tanyakan,” ucap cello kepada kedua orang tuanya.


“Mau tanya apa nak?” tanya mama Dita ke cello sedangkan papa Adit hanya menatap Cello penasaran.


Dita dan Adit langsung kaget mendengar pertanyaan Cello, “kamu kenal dari mana, Jangan-jangan dia pacar kamu lagi, kalau betul ia, papa tidak akan merestui itu,” ucap papa Adit dengan waja dinginnya.


“Hampir sih pa, tapi tidak jadi karena aku tidak suka dengan sikapnya,” jawab Cello.


“Mantan papa cuma satu, hanya dia wanita yang hampir membunuh mama dan kakak Chaim, dia menyuruh preman untuk mencelakai mama saat mama sedang hamil kakak Chaim,” jelas papa Adit.

__ADS_1


Mendengar penjelasan sang papa, Cello sangat geram, dan memilih meninggalkan Anggi adalah keputusan yang terbaik, karena dia hampir kehilangan mama dan kakaknya, karena ulah mami Anggi.


“Udah nggak bahas masa lalu, kamu juga nak, sudah dengarkan penjelasan dari papa?” tanya mama Dita kepada Cello.


“Ia ma, aku juga tidak melanjutkan hubungan aku dengan dia, aku tidak bisa dengan sikapnya yang seenaknya ma,” jawab Cello.


“Makanya itu kamu ubah sikap kamu, jangan suka gonta-ganti pasangan, kasian anak orang, dengar mama dong sayang,” lanjut mama Dita.


“Ia ma, Cello janji deh, tidak akan begitu lagi,” jawab Cello dan langsung memeluk mamanya.


Setelah puas mengobrol, Cello langsung pamit duluan untuk ke kamar, sedangkan chaim baru tiba di rumah, karena dia menyempatkan diri untuk mengajak Rere makan malam.


💕💕💕


Maaf kakak, baru bisa upload lagi, karena saya masi dalam keadaan sakit🙏🙏


tetap dukung aku ya lewat like dan komentarnya 🙏 terimakasih🙏🙏

__ADS_1


Bersambung💕💕


__ADS_2