
“Bahagia banget,” tanya Tya kepada Cello.
“Ia dong, kan habis jalan dengan wanita pujaan,” jawab Cello bangga.
Tya dan dan Mada hanya saling lirik satu sama lainnya sambil tersenyum, Cello belum tau kalau tadi Erni datang mencarinya.
“Jangan terlalu bahagia dulu, soalnya tadi si Erni datang mencari kamu,” ucap Tya.
“Apa? dia datang mencari aku, ngapain juga datang mencariku, padahal aku sudah lama putus dengan dia,” jelas Cello.
“Mana kami tau, yang penting dia ke sini tadi,” lanjut Tya.
Cello hanya diam mendengar ucapan kakak sepupunya itu, tidak lama Cello langsung masuk ke dalam ruangan di susul oleh Tya, Cello tidak habis pikir ngapain Erni selalu menghubungi dan mencari dirinya, padahal mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. dia harus menemui Erni dan meminta penjelasan darinya.
Cello mengirim pesan kepada Erni untuk bertemu nanti malam, karena dia ingin segera meminta penjelasan dari Erni. karena cello tidak ingin hubungannya dengan Ema berantakan, apa lagi Ema belum sepenuhnya percaya kepada Cello.
Erni yang mendapatkan pesan dari Cello, dan memintanya ketemuan nanti malam sangat bahagia, dia sudah tidak sabar menunggu jam pulang kerja, rasanya waktu berputar begitu lambat. dia berusaha menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin, agar jam pulang dia bisa langsung pulang.
“Kayaknya bahagia banget,” tegur teman Erni yang ada di samping meja kerjanya.
“Ia dong, soalnya Cello anaknya pak Adit mengajak aku ketemuan, pasti dia meminta aku balikan deh,” jawab Erni dengan pedenya.
“Emang benar, kau dulu pacaran dengan anaknya pak Adit, aku dengar dari karyawan yang ada di sana, katanya pak Cello itu orangnya Playboy,” lanjut rekannya lagi.
“Itu kan cuma gosip, tapi buktinya dia meminta aku untuk ketemuan, apa lagi coba kalau bukan meminta balikan,” jawab Erni tersenyum bahagia.
Rekannya hanya diam mendengar penjelasan Erni, karena selama ini rumor yang ia dengar kalau cello itu playboy orangnya, tetapi berbeda dengan versi Erni, entahlah, mungkin Erni sudah terlanjur jatuh cinta kepada Marcello Mahesa.
**************
“Mbak, pacarnya ganteng banget ya,” tanya Ita kepada Ema.
“Itu bukan pacar, hanya teman doang,” jawab Ema santai.
__ADS_1
Ita hanya tersenyum mendengar jawaban Ema, “Aku yakin suatu saat nanti mbak dan dia akan menjadi pasangan kekasih,” ucap Ita sambil menggoda bosnya.
“Sok tau kamu, dia itu hanya sebatas teman, aku juga belum berani membuka hati pada laki-laki, karena takut di sakiti,” jawab Ema kembali.
Mereka berdua asik mengobrol sambil menyelesaikan gambar baju pesanan customer mereka, Ita memang asisten Ema, dia selalu mengambil alih butik bila Ema ada kesibukan lain di luar. karena kejujurannya makanya Ema sangat percaya penuh dengan Ita.
“Tapi mbak, menurut aku, dia orangnya baik,” lanjut Ita kembali.
“Baik di lihat dari muka, tapi kita tidak tau hatinya bagai mana,” jawab Ema.
Ita tau betul dengan sifat bosnya itu, dia sangat berhati-hati dalam urusan asmara, apa lagi setelah papanya pergi, Ema makin tertutup kepada laki-laki, bukan hanya Cello yang mendekati Ema, namun Ema selalu menolaknya.
“Aku udah terawang mbak, dia orangnya baik dan romantis,” jawab Ita tertawa.
Ema hanya tersenyum mendengar ucapan kocak dari Ita, Ema juga bisa melihat kalau Cello itu orangnya baik, namun ia berapa kali melihat Cello jalan dengan wanita yang berbeda, makanya Ema belum sepenuhnya percaya dengan ucapan Cello.
“Cie..., mbak senyum-senyum sendiri, mengingat mas ganteng itu ya?” tanya Ita, yang mendapati Ema senyum-senyum sendiri.
“Nggak... kok, kamu salah lihat kali,” elak Ema kepada Ita.
“Ingat kata-kata aku mbak, suatu saat nanti mbak pasti akan jatuh cinta padanya,” ucap Ita.
“Udah ah, dari tadi kita hanya membahas dia saja, nanti dia besar kepala lagi,” jawab Ema.
Mereka berdua, tidak membahas Cello lagi, namun mereka lanjut membahas tentang pekerjaan mereka, apa lagi butik tiap hari semakin ramai oleh pengunjung.
“Bagai mana baju kita yang di jahit oleh kak Sari, apa sudah selesai?” tanya Ema kepada Ita.
“Sedikit lagi mbak, katanya nanti kak Sari sendiri yang mengantarnya ke sini,” jawab Ita.
“Baguslah, kalau tepat waktu, agar pelanggan kita tidak kecewa,” ucap Ema kembali.
Ema kembali fokus dengan gambar yang ada di depannya, sedangkan Ita kini keluar untuk membuat kopi untuk Ema dan juga dirinya, Ema memang penikmat kopi, apa lagi kalau lagi berhadapan dengan pekerjaan pasti ada secangkir kopi di sampingnya.
__ADS_1
*************
Kini jam pulang kerja sudah tiba, kali ini Cello pulang bersama dengan Tya, karena papa Adit masih ada di kantor cabang, dia pulang bersama dengan ayah Davin.
“Ayo kak cepat, soalnya aku ada urusan sebentar,” ucap Cello kepada Tya.
“Sabar bos, aku rapikan meja kerja ku dulu,” jawab Tya sambil menyusun berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.
Tidak lama Tya akhirnya menyusul Cello, karena Cello memang duluan meninggalkan ruangan mereka.
“Buru-buru amat, kayak di kejar hantu,” protes Tya saat mendapati Cello di depan lift.
“Aku sudah bilang, aku sebentar ada urusan makanya aku sedikit buru-buru kak,” jawab Cello.
Tya hanya menarik nafas panjangnya, dan langsung menyusul Cello masuk ke dalam lift menuju lobby, sesampainya di lobby Cello langsung pergi mengambil mobil sedangkan Tya hanya menunggu di depan lobby.
“Kau mau ketemu dengan Ema lagi?” tanya Tya saat mereka sudah di dalam mobil.
“Tidak kak, ingin bertemu dengan orang lain,” jawab Cello sambil fokus menyetir.
Tya langsung diam, tidak ada lagi pertanyaan keluar dari mulutnya, dia memilih menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi mobil, karena dia juga merasa sangat lelah, tidak lama Tya akhirnya tertidur, Cello hanya meliriknya. “Ada pantas tidak ada suaranya, ternyata dia sudah tertidur dasar kebo, ” ucap Cello saat melihat Tya sudah tertidur.
Sepanjang perjalanan pulang, Tya tertidur pulas di dalam mobil, sampai-sampai ia tidak rasa kalau mereka sudah tiba di rumah.
“Kak... kak, kita sudah sampai, ayo bangun,” ucap Cello membangunkan Tya.
“Apa? kita udah sampai? kok aku tidak rasa sih,” jawab Tya.
“Dasar kebo, kalau udah tidur, tidak rasa apa-apa lagi,” ucap Cello.
Tya tidak menjawab apa-apa, dia langsung turun dari mobil dan segera ke rumahnya, sedangkan Cello langsung memarkirkan mobilnya di dalam garasi, karena nanti malam ia akan menggunakan motor.
🌠💕🌠
__ADS_1
Like...komentar dan juga, vote dan lovenya ya kak, terimakasih🙏🙏
🌠🌠🌠Bersambung 🌠🌠🌠