
Ema yang di sibukkan dengan pekerjaannya, selalu mengabaikan panggilan atau pesan dari cello, karena dia juga tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan cello dan kekasihnya, apa lagi dia sering sekali melihat cello jalan dengan wanita.
“Mbak handphonenya berdering terus,” tanya Ita kepadanya.
“Biarkan aja, panggilan dari orang yang tidak penting,” jawab Ema kepada Ita.
“Kalau nggak penting ngapain dia hubungi mbak terus?” tanya Ita kembali karena penasaran.
Ema hanya tersenyum melihat karyawannya yang sedikit kepo, “Ayo lanjut kerja, nggak usah memikirkan hal-hal yang tidak penting,” ucap Ema kepada Ita, mendengar ucapan Ema, Ita hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
Mereka kembali fokus dengan pekerjaan mereka, apa lagi banyak pesanan orang yang belum selesai, betul-betul menguras tenaga dan waktu bagi Ema.
🌷🌷
Anggi yang belum bisa menerima kenyataan kalau hubungannya dengan cello di tentang oleh sang mami, masih belum ingin menemui mami nya.
Sesil sedikit merasa bersalah pada dirinya, seandainya dulu dirinya tidak mengkhianati Adit, atau tidak berbuat jahat sampai ingin memisahkan Adit dan Dita, mungkin sekarang tidak akan begini, menghalangi kebahagiaan anaknya.
Dengan dorongan sang suami, akhirnya Sesil memberanikan diri menemui Anggi di dalam kamarnya, dia akan menceritakan semuanya dari A sampai Z, karena dia tidak ingin anggi membencinya.
Tok... tok... tok.
“Mami boleh masuk?” ucap Sesil kepada anaknya.
“Mami mau ngapain masuk, mami pergi saja, aku tidak ingin bertemu dengan kami yang jahat,” teriak Anggi dari dalam kamarnya.
Rian hanya menjadi pendengar setia di luar, karena dia ingin istrinya sendiri yang menjelaskan kepada Anggi.
Lama Sesil membujuk Anggi, akhirnya dia bersedia membuka pintu untuk mami nya.
“Terimakasih sayang,” ucap Sesil tersenyum kepada Anggi namun tidak masih memasang muka tidak sukanya dengan mami nya.
__ADS_1
“Mami mau bilang apa? silakan bicara aku siap mendengar, ta... pi, jangan memaksa aku meninggalkan Cello,” ancam Anggi.
Sesil menarik nafas panjangnya, dan langsung duduk di sofa yang ada di dalam kamar anaknya, sedangkan Anggi berdiri di jendela membelakangi mami nya.
“Kenapa mami diam saja, ayo jelaskan,” teriak Anggi.
“Anggi, gara laki-laki kamu sudah tidak bisa berbicara dengan sopan kepada mamimu?” bentak Sesil.
“Ia, emangnya kenapa? aku mau mami menjelaskan semuanya ke aku, sekarang juga,” ucap Anggi kepada mami nya.
Mendengar jawaban Anggi membuat Sesil tambah emosi, namun ia berusaha menahannya, beberapa menit Sesil mengontrol emosinya akhirnya dia angkat bicara juga.
“Cello itu anak dari mantan mami dahulu, laki-laki yang pernah mami sayangi dan juga mami khianati,” ucap Sesil menarik nafas panjangnya, “dulu mami tidak mau menerima kenyataan kalau Adit memutuskan hubungannya dengan mami, karena penghianatan mami, sampai mami rela melakukan apapun agar dia bisa pisang dengan istrinya yang sekarang, ibu dari laki-laki yang kamu cintai, mami sempat membayar orang untuk mencelakai istrinya, tapi selalu gagal, dan akhirnya berdampak buruk sama perusahaan ayang kamu,” jelas Sesil.
Anggi hanya diam mendengar penjelasan mami nya, dia tidak menyangka kalau wanita di hadapannya itu, memiliki masa lalu yang terbilang buruk.
“Itulah alasannya kenapa mami melarangmu berhubungan dengan Cello, karena dia anaknya Adit, sampai sekarang mami tidak berani menampakkan diri di hadapan Adit dan istri,” lanjut Sesil.
“Anggi... Anggi, dengarkan mami,” teriak Sesil namun langsung di cegat oleh Rian, Sesil langsung memeluk suaminya dan menangis. “aku memang egois, aku tidak layak mendapatkan maaf dari putriku sendiri, aku sudah menghalangi kebahagiaannya,” isak Sesil dalam pelukan Rian.
“Biarkan dia menenangkan pikirannya dulu, kamu tidak egois, apa yang kamu sampaikan ke dia sudah benar, aku bangga sama kamu karena kamu berani mengakui kesalahan yang kamu lakukan di masa lalu,” ucap Rian menenangkan Sesil.
Rian tidak mengetahui bahwa ibu dari Cello, laki-laki yang di sukai oleh Anggi, adalah wanita yang pernah ia sukai, namun tidak kesampaian, dan akhirnya dirinya di pertemukan dengan wanita yang sangat ia cintai sampai sekarang yaitu Sesil.
Anggi yang pergi meninggalkan rumah, dia menghubungi cello untuk bertemu di sebuah taman, Cello yang sedikit menolak tetapi Anggi tetap memaksanya, dan meminta datang menemuinya di taman sekarang juga, walaupun Cello tidak terlalu sibuk, namun ini jam kerja dia tidak mungkin meninggalkan kantor di saat jam kerja.
Namun Anggi tidak mau tau, dia terus memaksa Cello untuk menemuinya sekarang juga, dan akhirnya Cello meminta ijin kepada papa Adit untuk keluar sebentar.
Setelah mendapatkan ijin dari sang papa, Cello langsung bergegas ke alamat yang di kirim Anggi kepadanya, setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya Cello tiba di sebuah taman yang di sebut Anggi, setelah memarkirkan mobilnya Cello langsung turun dan mencari keberadaan wanita tersebut.
“Ada apa, memanggilku ke sini, apa kamu tidak tau kalau aku lagi sibuk kerja?” tanya cello singkat dan padat.
__ADS_1
“Besok aku mau kembali ke Australia, aku tidak bisa di sini lagi,” jawab Anggi sambil menangis.
“Emangnya kenapa kamu tidak bisa di sini lagi?” tanya cello sedikit heran.
“Mami, melarang aku berhubungan dengan kamu, karena kamu anak dari mantanya,” jawab Anggi.
Mendengar kata mantan, cello sedikit kaget, apa benar, mami nya Anggi mantan papa Adit, cello hanya bertanya-tanya dalam hati.
“Terus emangnya kenapa kalau mami kamu mantan papa aku, tidak masalah kan?” tanya cello kembali, padahal dalam hati Cello sangat senang, akhirnya dirinya bisa berpisah dengan wanita egois seperti Anggi.
“Mami aku tidak merestui hubungan kita,” jawab Anggi sedikit meninggikan suaranya.
“Anggi ini tempat umum, jadi aku mohon jangan berbicara dengan nada tinggi, malu jadi tontonan orang banyak, dan kita juga kan belum ada hubungan apa-apa, kita belum resmi pacaran,” jawab Cello yang sudah mulai emosi namun ia berusaha menahannya.
Anggi langsung menatap cello saat mendengar jawaban darinya, jawaban yang menyakitkan dari Cello.
“Apa? jadi selama ini kamu menganggap apa, kita selalu keluar bersama, menghabiskan waktu bersama, tapi kamu bilang kita tidak pacaran, aku kecewa sama kamu, ternyata kamu seperti papa kamu yang tidak bertanggung jawab,” ucap Anggi dengan emosi.
“Maksudnya? tidak bertanggung jawab bagai mana? ayo jelaskan ke aku,” tanya Cello yang sudah tidak bisa menahan emosinya.
Anggi langsung pergi meninggalkan Cello begitu saja, “silakan tanyakan kepada kedua orang tuamu” jawab Anggi dan langsung pergi.
Cello duduk memikirkan ucapan Anggi barusan, karena selama ini dia tidak pernah mendengar cerita masa lalu kedua orang tuanya, setau dia kalau mama dan papanya di jodohkan, karena kedua opanya bersahabat.
Tidak ingin memikirkan hal-hal yang belum benar kejelasannya, akhirnya Cello memilih meninggalkan taman dan kembali ke kantor, nanti dia akan menanyakan langsung kepada papa Adit, tentang apa yang di katakan Anggi kepadanya.
🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa di like dan komentar ya kak 🙏🙏 terimakasih 🙏🙏🤗🤗🤗
Bersambung 💕💕💕
__ADS_1