Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 48


__ADS_3

Kini Anggi bersiap-siap untuk liburan ke Jakarta, dirinya juga sudah kangen dengan mami dan papinya. dan sekalian ingin memberikan kejutan kepada Cello. karena sampai saat ini Anggi belum bisa melupakan Cello, walaupun mereka sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.


“Bahagianya hari ini, akhirnya bisa menghirup udara jakarta lagi,” ucap Anggi saat dirinya sudah tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta.


Anggi tidak ada yang menjemputnya, karena dirinya tidak memberitahukan kepada mami dan papinya kalau dirinya akan kembali ke jakarta, dia ingin memberikan kejutan kepada mereka.


Anggi yang menumpangi taksi online menuju rumahnya, di dalam mobil dirinya hanya menatap keluar jendela, pikirannya hanya tertuju kepada Cello, laki-laki yang sampai sekarang ia cinta, walaupun dia sudah tau, kalau dia dan Cello tidak bisa bersama, karena masa lalu maminya.


Walaupun Anggi tau kalau tidak mungkin Cello memaafkan dirinya, apa lagi pertengkaran hebat antara dirinya dan Cello, saat dirinya akan kembali ke Australia. namun demi cintanya kepada Cello dia akan melakukan apapun demi mendapatkan Cello.


“Mami...,” teriak Anggi saat dirinya sudah tiba di rumah.


“Anggi? kok nggak bilang sih nak, kalau kau mau datang biar mami jemput?” tanya mami Sesil.


“Biar jadi kejutan mami,” jawab Anggi dan langsung memeluk maminya.


Mereka berdua langsung duduk mengobrol, tidak lama seorang bibi datang membawa minuman dan cemilan untuk mereka berdua.


“Kok tiba-tiba pulang sih, biasanya kalau mau pulang selalu hubungi mami,” tanya Sesil kepada Anggi.

__ADS_1


“Aku udah bilang mami, aku mau kasih kejutan buat mami dan papi,” jawab Anggi sambil menikmati cemilan kesukaannya.


Mereka berdua asik mengobrol banyak hal mereka bahas, terutama kuliahnya Anggi. Sesil berharap agar Anggi cepat-cepat menyelesaikan kuliahnya agar dirinya bisa kembali ke jakarta membantu papinya mengurus cafe.


**********


Ema yang kembali beraktifitas seperti biasa, kali ini dia kembali masuk ke butiknya, setelah beberapa hari tidak masuk karena masih sedikit trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu.


Setibanya di butik, Ema langsung di sambut oleh karyawannya. mereka sangat bahagia karena bos mereka akhirnya masuk kembali seperti biasa.


Setelah memberi salam kepada karyawannya, ema langsung menuju ruangannya. kali ini Ema tidak menggambar, namun dia tetap datang ke butik.


“Permisi pak, ini kopinya sesuai yang bapak inginkan,” ucap Mada kepada Cello.


“Terimakasih Mada,” jawab Cello namun matanya fokus dengan tumpukan kertas yang ada di hadapannya.


“Sama-sama Pak, saya permisi dulu,” jawab Mada dan langsung meninggalkan ruangan Cello.


Mada sedikit bingung dengan kelakuan bosnya itu, biasanya Cello paling tidak suka kalau berhadapan dengan dokumen, namun kali ini dia tidak ada penolakan darinya.

__ADS_1


**********


Dwi yang beberapa hari ini, selalu di ikuti oleh orang suruhan Davin dan juga Chua, kali ini Dwi pergi bersama dengan seorang laki-laki, mungkin kekasih baru Anggi.


“Bos si target lagi keluar bersama dengan laki-laki,” ucap anak buah chua.


“Kamu ikuti terus dia, dan ingan jangan sampai mereka curiga dengan kalian,” ucap chua kepada anak buahnya.


Mereka langsung memutuskan sambungan telepon dan langsung melanjutkan pekerjaan mereka, yaitu mengikuti Dwi.


Dwi dengan laki-laki itu singgah di sebuah restoran mewah untuk makan siang, mereka juga masuk ke dalam restoran mengikuti Dwi, agar mereka bisa mendengar apa yang di bahas oleh Dwi bersama dengan laki-laki itu.


Mereka berdua duduk di sebuah meja yang masih kosong, Dwi langsung duduk dan di susul oleh laki-laki tersebut.


❄❄❄❄


Jangan lupa di like dan komentar ya kak terimakasih 🙏🙏🙏


❄❄❄❄Bersambung ❄❄❄❄

__ADS_1


__ADS_2