Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 24


__ADS_3

Cello yang selalu menghubungi Ema, namun selalu di abaikan oleh Ema, cello yang uring-uringan karena Ema, kali ini Rere juga berada di rumah mama Dita, ini pertama kalinya Rere berkunjung ke rumah orang tua Chaim.


“Kamu kenapa lagi nak, kok nggak semangat banget?” tanya bunda Dea kepada Cello.


“Biasa, lagi galau gara-gara wanita,” jawab Tya.


Cello hanya duduk dengan diam, dia paling malas menanggapi pertanyaan bunda Dea, karena apa yang di katakan Tya benar adanya.


“Datangin dong rumahnya,” ucap Rere.


“Gimana mau datangin rumahnya, Cello aja tidak tau alamat rumahnya di mana,” jawab Tya.


Rere hanya tersenyum mendengar jawaban Tya, sedangkan Cello hanya duduk diam menikmati kopi dan cemilan yang tersedia di atas meja makan.


“Ma, dia cuekin aku, dia tidak percaya kalau aku sudah berubah,” ucap Cello kepada mamanya.


“Aku jadi penasaran deh, siapa sih namanya?” tanya Rere kembali.


“Namanya Ema, dia seorang desainer,” jawab Cello tidak semangat.


Rere sedikit kaget mendengar jawaban Cello, karena dirinya juga mengenal Ema seorang desainer, dia selalu membeli baju di butik milik Ema bersama dengan mama Lia.


“Ema yang ini?” tanya Rere sambil memperlihatkan foto Ema.


“Ia yang itu kak, kakak kenal dia?” tanya Cello semangat.


Rere tersenyum menatap Cello yang kembali semangat, tidak seperti tadi yang yang sangat tidak bersemangat padahal semua keluarganya lagi berkumpul.


“Ini tempat langganan aku, aku suka membeli baju di butiknya, dan rencana nanti, aku akan memesan gaun di dia, karena aku suka rancangannya,” jawab Rere.


“Boleh dong aku minta alamat butiknya kak,” ucap Cello kepada Rere kembali.


Rere langsung memberikan Cello alamat butik Ema, kini Cello kembali semangat, dia langsung mencium kedua pipi mama Dita, dan langsung berlari ke kamarnya dengan girang, karena sudah mendapatkan alamat butik Ema.


Mama Dita hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak bungsunya itu, yang tidak merasa malu di depan calon kakak ipar, sepupu dan bunda Dea.


“Emangnya wanita itu baik ya kak?” tanya Tya sedikit kepo kepada Rere.


“Sangat baik, cantik dan juga sangat ramah, aku sangat suka padanya, dia selalu melayani customernya dengan ramah,” jawab Rere.


Tidak lama Cello kembali turun dari lantai dua dengan penampilan sangat rapih, dia langsung menghampiri sang mama yang ada di meja makan, bersama Rere Tya dan bunda Dea.

__ADS_1


“Mau ke mana?” tanya Linzy yang tiba-tiba ikut bergabung dengan mama Dita dan lainnya.


“Mau menemui masa depan,” jawab Cello dan langsung pamit kepada semuanya, dia tidak lupa pamit kepada yang ada di ruang keluarga.


Cello langsung meninggalkan rumah dan segera menuju butik milik Ema, Cello sangat bahagia saadirinya mendapatkan butik sesuai di alamat yang di berikan oleh Rere. dengan senyum bahagia Cello langsung masuk ke dalam.


“Permisi, bisa bertemu dengan Ema?” ucap Cello kepada salah satu karyawan Ema.


“Sabar ya pak, saya panggilkan dulu, silakan bapak menunggu di sana,” jawabnya sambil mempersilahkan Cello untuk duduk.


Cello langsung menuju tempat yang di maksud tadi, tetapi dirinya tidak duduk, dia hanya berdiri dan menatap ke arah jalan, melalui kaca besar, sambil menunggu Ema keluar dari ruangannya.


“Mbak ada yang mencari mbak, katanya ingin bertemu dengan mbak Ema,” ucap karyawannya.


“Siapa mbak?” tanya Ema kembali.


“Nggak tau mbak, tetapi laki-laki”.


Ema tidak bertanya lagi, dia langsung menemui tamunya tersebut, namun dia sedikit heran karena laki-laki tersebut menghadap jalanan


“Permisi bapak mencari saya?” tanya Ema dengan sopan.


Cello langsung memutar tubuhnya, Ema sangat kaget, karena dia tidak menyangka kalau cello bisa menemukan butiknya.


“Bisalah,” jawab Cello tersenyum.


Cello langsung duduk di sofa yang ada di sana, Ema juga akhirnya ikut duduk.


“Aku ke sini ingin membuktikan kalau aku tidak mempunyai kekasih, sampai aku berusaha mencari alamat butik kamu,” ucap Cello kepada Ema.


Ema tidak menjawab, dia hanya diam menatap Cello, karena dirinya tidak percaya begitu saja dengan Cello, dia ingin Cello betul-betul membuktikan kepadanya kalau dia tidak mempunyai kekasih.


“kamu harus membuktikan kepadaku kalah kamu betul-betul tidak memiliki kekasih,” akhirnya Ema membuka suara.


Cello tersenyum mendengar ucapan Ema, dia akan membuktikan kepada Ema, seperti permintaan Ema.


💕💕


Sedangkan di rumah mama Dita, Tya dan Linzy sedikit kepo dengan Ema, soalnya hanya dia wanita yang berhasil membuat Cello sedikit galau.


“ Emangnya orangnya cantik kak?” tanya Tya kepada Rere.

__ADS_1


“Cantik dan ramah, apa lagi kalau dengan customernya,” jawab Rere.


Mereka bertiga asik mengobrol membahas tentang Ema, apa lagi Rere akan memesan gaun pengantin kepadanya nanti, karena menurut Rere, baju-baju milik Ema sangatlah bagus dan elegan.


“Aku cuma takut aja, kalau Cello mempermainkan Ema lagi, atau ada orang ketiga, kasian juga dengan Ema, walaupun aku belum pernah melihatnya,” ucap Linzy.


“Semoga ini pilihan terakhir oleh Cello, karena aku lihat Cello dia sangat berharap kepada Ema,” jawab Tya.


Rere hanya tersenyum melihat kedua calon sepupunya, membahas Ema dan Cello. tidak lama Chaim datang menghampiri mereka bertiga.


“Udah mau pulang?” tanya Chaim kepada Rere.


“Boleh, ini juga sudah sore,” jawab Rere dan langsung berdiri dan pamit kepada Tya dan Linzy.


Rere pamit kepada semuanya, karena dia sudah mau pulang ke rumah karena sudah sore, “Kamu hati-hati di jalan ya, salam kepada mama dan papa kamu,” ucap mama Dita kepada Rere.


“Ia ma, nanti aku sampai,” jawab Rere dan langsung masuk ke dalam mobil bersama dengan Chaim, mereka langsung. meninggalkan rumah dan segera menuju rumah Rere.


“Kamu bahagia bergabung dengan sepupu aku?” tanya Chaim kepada Rere.


“Sangat bahagia, mereka sangat ramah padaku, jadi aku tidak merasa sendirian,” jawab Rere.


Chaim hanya mengusap kepala kekasihnya itu, dia bahagia karena calon istrinya itu bisa dengan cepat akrap dengan adik sepupunya, apa lagi Tya termasuk wanita yang sangat sulit di dekati, namun Rere bisa langsung akrab dengarnya.


Tidak lama akhirnya mereka berdua tiba di rumah Rere, namun Chaim tidak mampir lagi karena dirinya belum mandi, “kamu tidak singgah?” tanya Rere kepada Chaim.


“Tidak usah, sampaikan saja salamku kepada mama dan papa, soalnya aku belum mandi,” jawab Chaim.


Akhirnya Rere turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam halaman rumah, sedangkan Chaim langsung melajukan mobilnya kembali ke rumah.


“Kok Chaim nggak singgah?” tanya mama Lia kepada Rere.


“Nggak ma, dia belum mandi, dia titip salam sama. mama dan papa, dan mama Dita dan papa Adit juga titip salam,” jawab Rere kepada mama Lia.


Setelah mengobrol singkat, Rere akhirnya pamit untuk membersihkan diri karena dirinya sudah dangat gerah, apa lagi ini sudah sore.


💕💕💕


Minta maaf, lama baru up, karena saya masih dalam keadaan sakit, sakit malaria saya sampai saat ini belum sembuh🙏🙏.


Jangan lupa di dukung terus, lewat like dan komentarnya ya kak, terimakasih🙏🙏

__ADS_1


Bersambung 💕💕💕💕


__ADS_2