Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 81


__ADS_3

Setelah acara resepsi pernikahan Ema dan Cello sudah selesai, namun anggota keluarga besar mereka masih berkumpul.


“Bulan madu kalian main ke mana?” tanya Tya sedikit kepo kepada Cello.


“Emangnya kenapa? mau ikut?” tanya Cello kembali kepada Tya.


Tya hanya menatap Cello dengan sinis, karena tidak mendapatkan jawaban dari adik sepupunya itunya. sedangkan Cello hanya tersenyum puas melihat ekspresi Tya.


Tidak lama Chaim dan Rere pamit pulang duluan, karena Davina sudah rewel, mungkin dia sudah merasa lelah, apa lagi seharian dia ganti-gantian di gendong oleh sepupu Chaim dan Rere.


“Kami pulang duluan ya, soalnya Davina sudah rewel,” pamit Chaim kepada Cello dan Ema.


“Terimakasih kak, hati-hati di jalan,” jawab Cello kepada kakaknya dan juga kakak iparnya.


Setelah Chaim dan keluarga kecilnya pergi, Ema dan Cello kembali bergabung dengan yang lainnya, namun mereka berdua sudah berganti pakaian, karena semakin larut malam, akhirnya keluarga mereka satu persatu berpamitan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.


Keluarga besar Cello juga sudah mau pulang, mereka semuanya berpamitan kepada Cello, Ema serta mama Ayu.


“Sayang... mama pulang dulu ya, soalnya sudah larut malam,” ucap mama Dita kepada Ema dan Cello.


“Kasian oma opa kalian, nanti masuk angin lagi,” lanjut bunda Dea.


“Kenapa tidak menginap saja, besok baru pulang,” jawab Ema kepada kedua wanita hebat yang ada di depannya.


“Tidak usah sayang, lain kali saja,” tolak mama Dita dengan ramah kepada Ema.


“Ia kasian kita tidak ingin mengganggu malam pertama kalian,” sambung bunda Dea dengan sedikit menggoda Cello dan Ema.


Omongan bunda Dea berhasil membuat Ema sedikit malu, membuat mukanya merah, sedangkan Cello hanya tertawa mendengar godaan bunda Dea.


“Udah ah, jangan menggoda mereka terus, kasian Emanya langsung malu,” tegur mama Dita kepada Bunda Dea.


Tidak lama papa Adit datang menghampiri mereka juga, “ nak kami pulang dulu ya, Cello jaga istri kamu baik-baik,” ucap papa Adit kepada Cello.


“Baik bos, tenang saja Cello akan menjaganya dengan baik,” jawab Cello sambil memberikan hormat kepada papa Adit.


“Kapan kalian bulan madu?” tanya papa Adit kembali.

__ADS_1


“Lusa pa, soalnya cuti Cello cuma seminggu,” jawab Cello kembali.


Papa Adit hanya mengangguk mengerti, walaupun Cello bekerja di perusahaan ayahnya sendiri namun dia tetap mematuhi aturan perusahaan.


Setelah semuanya pulang, kini tinggal keluar Ema saha, namun tidak seberapa, karena sebagian langsung pulang saat resepsi pernikahan mereka selesai.


“Kalian istirahat ya nak, kalian berdua shalat lelah,” ucap mama Ayu kepada Cello dan Ema.


“Baik ma, kami ke atas dulu,” pamit Cello kepada mama Ayu.


Mereka berdua langsung naik ke lantai atas ke kamar Ema untuk istirahat. ada sedikit kecanggungan bagi diri Ema.


“Ayo ma... suk...,” ucap Ema sedikit canggung kepada Cello.


“Terimakasih sayang, tapi kok gugup?” goda Cello kepada Ema.


“Si... siapa yang gugup, nggak ada kok,” jawab Ema dan langsung melihat ke arah lain, membuat Cello semakin menggodanya.


Ema tidak menjawab dan langsung lari masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah cuci muka dan sikat gigi, Ema kembali keluar dan mendapati Cello yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


“Ayo sana sikat gigi dulu,” ucap Ema kepada Cello suaminya, Cello langsung bangun dan segera ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


Ema hanya mengangguk dan segera membaringkan tubuhnya, namun dia sangat deg-degan karena ini pertama kalinya tidur dengan laki-laki yang baru berapa jam yang lalu sah menjadi suaminya.


Malam ini tidak ada namanya buka kado, mereka berdua langsung terlelap, karena mereka berdua sangat lelah, karena acara mereka mulai dari pagi sampai sore, tidak ada istirahatnya.


***


Keesokan harinya Ema bagun sedikit kaget karena ada tangan kekar melingkar di atas perutnya, namun dia langsung sadar kalau sekarang dia sudah menjadi seorang istri.


Dia menatap Cello sambil tersenyum, dia tidak menyangka laki-laki yang dulu ia selalu hindari, sekarang sudah menjadi suaminya.


“Selamat pagi istriku,” sapa Cello membuat Ema sedikit terkejut.


“E... se... selamat pagi juga,” jawab Ema sedikit terbata-bata, dan langsung mendapatkan kecupan manis dari Cello, dan membuat dirinya semakin malu.


Karena malu, Ema langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi, untuk mandi, sedangkan Cello hanya tertawa melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu. setelah selesai mandi, Ema bergantian dengan Cello, sambil menunggu Cello selesai mandi, Ema merapikan tempat tidur mereka.

__ADS_1


“Sayang baju ganti aku mana?” ucap Cello keluar dari kamar mandi.


“Eh baju ganti ya, aduh maaf aku lupa,” ucap Ema dan langsung mengambil baju untuk Cello.


“Tapi bisa kah kau ganti baju di kamar mandi saja,” ucap Ema sedikit ragu.


“Emangnya kenapa? tidak usah malu-malu nanti juga kau akan melihatnya semua,” gada Cello kembali.


Ema langsung melihat ke arah yang lain, karena dirinya betul-betul malu melihat Cello yang bertelanjang dada, “Ok... aku akan ganti baju di kamar mandi, tapi kali ini saja ya,” jawab Cello dan di balas anggukan kepala oleh Ema.


Setelah semuanya beres, mereka berdua langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama, karena mama Ayu dan yang lainnya sudah menunggu mereka di meja makan.


“Selamat pagi semuanya,” sapa Ema dan langsung bergabung di meja makan bersama dengan Cello.


Pagi sayang, ayo duduk dan kamu Ema ambilkan nasi dan lauk untuk Cello,” ucap mama Ayu kepada anaknya.


setelah selesai sarapan, seperti biasa Ema membersikan meja dan mencuci piring kotor, sedangkan mama Ayu lagi asik mengobrol dengan Cello di ruang keluarga.


“Jadi besok kalian sudah berangkat ke Labuan bajo?” tanya mama Ayu kepada Cello.


“Ia ma... sore nanti aku dan Ema ingin ke rumah mama dan papa sebentar untuk berpamitan,” jawab Cello.


“Baiklah nak, itu ide yang bagus,” jawab mama Ayu.


Tidak lama Ema ikut bergabung dengan mereka, bukan hanya Ema namun bude dan sepupu Ema juga sudah ikut bergabung dengan mereka.


“Aku naik ke atas dulu ya, ingin mempersiapkan barang-barang yang ingin di bawah besok,” pamit Ema kepada yang lainnya.


“Ia silakan nak,” jawab mama Ayu dan juga budenya.


Ema tidak membawa banyak baju, karena mereka di sana tidak terlalu lama, hanya satu minggu. saking asiknya menyusun barang-barangnya dia tidak melihat Cello masuk ke dalam kamar.


“Saking asiknya mempersiapkan perjalanan besok, sampai suaminya masuk ke dalam kamar sudah tidak di rasa,” ucap Cello sambil memeluk Ema dari belakang. membuat Ema sedikit terkejut.


🌷🌷


Maaf lama baru muncul, maaf sudah menunggu lama, tetapi aku berharap kakak semuanya masih tetap mendukung aku ya 😄🤗.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya lewat like dan komentarnya ya kak, terimakasih 🤗🙏


💗💗Bersambung 💗💗


__ADS_2