
Saat semuanya sudah mau meninggalkan restoran, Cello dan Ema berpapasan dengan Erni yang lagi bersama dengan pria lain.
“Cello..., kamu juga ada di sini?” tanya Erni sedikit kikuk.
Ema langsung menatap laki-laki yang ada di samping Erni, begitu juga dengan Bram, namun Bram sedikit kaget, karena bertemu dengan anak tiri.
“Oh kenalkan ini kekasih aku,” ucap Erni bangga walaupun dirinya dengan Bram bagaikan ayah dan anak.
Cello langsung tersenyum kepada Erni, “bagus... senang bertemu dengan kalian, tapi harap om bisa menyelesaikan masalah om dan mama Ayu, sebelum om menikah dengan dia,” jawab cello menatap Bram.
“Aku harap om cepat menandatangani surat cerai dengan mama,” lanjut Ema.
Bram hanya diam begitu juga dengan Erni, dia tidak menyangka kalau istri selingkuhannya itu, ibu dari Ema kekasih Cello.
Karena Ema sudah merasa muak melihat Bram, Ema dan Cello langsung meninggalkan mereka, Ema berharap mamanya tidak melihat apa yang baru dirinya dan Cello lihat.
“Laki-laki tadi itu, ada hubungan apa dengan kamu?” tanya Bram kepada Erni.
“Dia itu mantan bos aku dulu, dia dulu suka denganku, tapi aku menolaknya karena sudah ada kamu, tapi ya sudahlah kita lupakan saja,” ucap Erni berbohong.
Bram langsung mengangguk, karena akhirnya makanan yang mereka pesan datang juga, “Ya kita lupakan saja, ayo kita makan saja, aku sudah lapar sayang,” jawab Bram.
__ADS_1
Erni akhirnya bernafas lega, karena laki-laki tua di depannya itu, terlalu gampang di bohongi, Erni hanya ingin memanfaatkan Bram saja.
“Apa yang di katakan laki-laki brengsek itu kepadamu tadi nak?” tanya mama Ayu kepada Ema.
“Oh... tidak ada ma, hanya wanita yang bersamanya yang menegur kami,” jawab Ema.
Ema melirik mamanya, dia tau kalau mamanya sedikit sakit hati, karena dia belum resmi cerai namun suaminya sudah jalan dengan wanita lain.
“Udahlah ma, laki-laki begitu tidak pantas untuk di pikirkan, seharusnya mama senang, karena kita sudah tau sikap om Bram bagai mana,” lanjut Ema.
Mama Ayu hanya mengangguk dan langsung tersenyum kepada anaknya, dia juga apa yang di katakan Ema sangat betul.
Tidak lama akhirnya mereka tiba di rumah, mama Ayu dan Ema langsung masuk ke dalam rumah, setelah Ema memarkirkan mobil dengan sempurna,
##
Karena siang ini, keluar Cello akan berkunjung ke rumah mama Ayu, sesuai dengan rencana mereka semalam.
“Waaa... banyak sekali makanan ma? tanya Ema yang langsung menghampiri sang mama.
“Ia dong sayang, kita kan mau kedatangan tamu,” jawa mama Ayu.
__ADS_1
Ema langsung membantunya mamanya untukmu merapikan meja, dan membantu mama Ayu untuk memasak.
Sambil memasak, mereka berdua juga sambil mengobrol. kadang mereka berdua bercanda, tertawa lepas tampa beban.
Tiba-tiba bell berbunyi, dengan cepat Ema langsung berdiri, “ biar Ema yang mengeceknya ma,” ucap Ema dan langsung menuju pintu depan.
Degg...
Ema sedikit kaget, karena melihat Bram sudah berdiri di depan pintu, “ ada apa om kemari?” tanya Ema dengan tatapan sinin.
“Aku ingin bertemu dengan mamamu, dasar anak yang tidak tau sopan,” jawab Bram tidak kalah sini.
“Om yang tidak tau sopan,” jawab Ema.
Sebenarnya Ema tidak ingin kalau Bram masuk ke dalam rumah, namun dia paksa sama mama Ayu.
💞💞💞
Maaf cerita sangat pendek, namun aku minta maaf karena sedikit kesibukan makanya tidak bisa up tiap hari.
jangan lupa dukungannya ya kak, terimakasih🙏🙏
__ADS_1
💞🌷💝 Bersambung 💝🌷💞