
Erni mencari cara bagai mana membalas sakit hati yang ia rasakan, karena Cello sudah tidak ingin kembali kepadanya.
“Hai... aku punya tugas buat kamu,” ucap Erni kepada salah satu orang bayarannya.
“Apa itu bos,” tanya orang itu.
“Kamu harus menghabisi dia, aku tidak mau tau bagai manapun caranya, yang penting dia harus menghilang dari muka bumi ini,” ucap Erni sambil menyodorkan foto Ema kepada orang bayarannya itu.
Orang itu langsung mengambil foto Ema, dia kaget karena mereka dulu pernah menculik Ema, dan mengakibatkan bos mereka masuk penjara. mereka adalah anak buah dari om bertatto.
“Maaf bos, kalau bersangkutan dengan wanita di foto ini kami tidak berani, karena dia di lindungi oleh orang-orang hebat, dan kami tidak ingin masuk penjara seperti bos kami,” jawab salah satu dari mereka.
Erni sedikit kesal mendapatkan penolakan dari parah preman tersebut, “Jadi kalian betul-betul takut nih?” tanya Erni kembali.
Dengan serempak ketiga preman itu menolaknya, karena mereka tau bagai mana kekuatan Chua dan anak buahnya.
“Lebih baik mbak ikhlaskan saja mereka bahagia, dari pada mbak menyesal seumur hidup,” lanjut salah satu dari preman itu.
Erni hanya diam mendengar ucapan parah preman tersebut, namun di sisi lain dirinya juga penasaran Ema sebenarnya siapa, sampai preman saja takut kepadanya. Erni sedikit menciut, apa lagi berhubungan dengan penjara, dia tidak ingin seperti Dwi.
__ADS_1
“Ok kalau begitu kita batalkan saja, aku pulang dulu,” pamit Erni dan langsung meninggalkan ketiga preman tersebut.
💞💞
Mama Ayu di dikagetkan dengan kedatangan Bram, laki-laki yang tidak ingin dia temui saat ini, “ada apa kamu ke sini?” tanya mama Ayu kepada om Bram.
“Aku kesini ingin minta maaf, dan ingin membawa kamu kembali ke Surabaya,” ucap Bram tanpa dosa.
“Aku tidak ingin kembali ke sana, aku sudah setuju kamu ceraikan, aku siap menandatangani surat cerai kita mas,” jawab mama Ayu.
Bram sangat emosi mendengar jawaban mama Ayu, dia langsung membentak mama Ayu dengan nada tinggi, “Apa mau kamu, sampai kamu tidak mau kembali ke sana?” bentak om Bram.
Ema yang mendengar pertengkaran antara mamanya dan om Bram, hanya diam di lantai dua, namun ia tetap memantau mereka lewat CCTV, karena dia takut om Bram berbuat kasar pada mamanya.
Mendengar ucapan mama Ayu, om Bram langsung mengangkat tangannya ingin menampar istrinya, namun dengan cepat Ema berlari ke bawah dan langsung menarik mamanya dari hadapan om Bram.
“Om mau memukul mama aku, coba kalau berani,” teriak Ema kepada om Bram.
“Itu pantas mama kamu dapatkan, karena dia sudah meninggalkan tanggung jawabnya sebagai istri,” jawab Bram.
__ADS_1
Ema hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Bram, yang menuntut mama Ayu bertanggung jawab sebagai istri. Ema tau kalau selama ini mamanya sangat tertekan tinggal bersama Bram.
“Aku harap om tinggalkan rumah saya, karena saya tidak akan mengijinkan mama saya kembali bersama om, karena saya tidak ingin mama saya di jadikan babu oleh om, di suruh mengurus mama om yang sedang sakit,” lanjut Ema.
Sedangkan mama Ayu hanya berdiri berderai air mata, dia tidak menyangka kalau anaknya akan membelah dirinya.
“Dan satu lagi om, mama tidak akan pernah hidup kesusahan selagi ada aku, walaupun hidup kami sangat pas-pasan, tapi saya masih mampu membiayai orang tua saya,” lanjut Ema kepada Bram.
Mendengar ucapan Ema, membuat om Bram semakin geram, “Oh anak baru kemarin sudah berani menceramahi aku,” jawab om Bram sedikit mengejek.
“Bram aku harap kamu tinggalkan rumah ini segera, sebelum aku panggil petugas keamanan, agar kamu di seret masuk penjara,” ancam mama Ayu.
Bram hanya tersenyum mengejek, karena dia tidak yakin dengan ancaman mama Ayu, sedangkan Ema tetap berdiri menjaga mamanya agar tidak mendapat perlakuan kasar dari Bram.
💞💞💞
Jangan lupa dukungannya, lewat like dan komentar ya kak, terimakasih 🙏🙏
🌷💞🌷💞Bersambung 💞🌷💞🌷
__ADS_1