
Setelah selesai menabur bungan di makan papa Arman, mereka berdua langsung pamit pulang, karena matahari juga semakin terik.
“Pa..., aku dan mama pulang dulu, lain kali kami datang lagi,” pamit Ema sambil mengusap batu nisan sang papa.
“Ma..., kami pamit ya, bahagia di sana,” lanjut mama Ayu.
Setelah berpamitan, mereka berdua langsung meninggalkan makam papa Arman, hati mama Ayu terasa berat ingin meninggalkan makam mantan suaminya.
“Mama kenapa? kok kelihatannya sedih?” tanya Ema kepada mamanya.
“Tidak nak, mama cuma mengingat waktu papa masih bersama kita,” jawab mama Ayu.
Ema menarik nafas panjangnya, “mama nggak usah mikir gituan, papa di sana sudah bahagia, yakin deh papa senang melihat kita datang berkunjung di rumahnya,” ucap Ema menenangkan mamanya.
Mama Ayu hanya tersenyum mendengar ucapan putrinya, karena apa yang dikatakan Ema benar adanya. setelah mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Ema langsung melajukan mobilnya.
“Kita mau pulang ke mana nak?” tanya mama Ayu kepada Ema.
“Tidak ma, hari ini kita singgah makan dulu ya, soalnya perut aku sudah memberontak minta di isi,” ucap Ema kepada mamanya.
“Baik sayang, mama ikut saja yang penting tidak menghalangi pekerjaan kamu,” jawab mama Ayu sambil tersenyum dan mengusap kepala Ema dengan lembut.
Mendapat perlakuan begitu, membuat Ema sangat bahagia, mereka berdua langsung menuju sebuah restoran untuk makan siang.
“Sayang... udah pulang dari makamnya papa? tanya Cello kepada Ema lewat pesan WA.
“Udah sayang, aku dan mama lagi di restoran xx untuk makan siang, soalnya sudah sangat lapar,” balas Ema
“Aku ke sana ya, tunggu aku di situ,” balas Cello kembali.
Ema langsung membalasnya dengan setuju, agar Cello juga bisa makin akrab dengan mamanya, sepeti dirinya dan mama Dita.
“Ma..., Cello mau menyusul kita ke sini,” ucap Ema kepada mamanya.
__ADS_1
“Ia tidak apa-apa sayang, kalau begitu kita tunggu Cello dulu baru pesan makanan, kasian kalau Cello datang makanan sudah dingin,” usul mama Ayu.
Karena kantor Cello dan restoran tidak terlalu jauh, jari Ema dan mama Ayu tidak terlalu lama menunggu Cello.
“Selamat siang, maaf menunggu lama,” ucap Cello.
“Siang nak, ayo duduk kami juga belum lama kok,” jawab mama Ayu dan langsung mempersilahkan Cello duduk di kursi yang kosong.
“Kenapa tidak ajak papa Adit sayang?” tanya Ema kepada Cello.
“Papa lagi makan siang bersama paman Davin dan kak Tya, karena tadi papa ke kantor cabang,” jawab Cello.
Ema langsung memesan makanan untuk mereka bertiga, Cello dan mama Ayu sudah tidak sungkan lagi satu sama lainnya, mereka berdua begitu cepat akrab, membuat Ema makin bahagia. apa lagi dia sudah mendapatkan restu dari mamanya.
Tidak menunggu lama akhirnya pesanan mereka datang,“ permisi ibu, mas dan mbak, ini pesanannya,” ucap pelayanan kepada mereka.
“Terimakasih mbak dan mas,” jawab Ema, sedangkan mama Ayu dan Cello hanya tersenyum saja.
“Ma, malam minggu nanti kita makan malam bersama dengan kedua orang tua aku ya, mama sudah membuat jadwalnya,” ucap Cello di sela menyuap nasi masuk ke dalam mulutnya.
“Oh... terimakasih nak undangannya, mama dan Ema pasti datang kok,” jawab mama Ayu dengan senang hati, sedangkan Ema hanya menganggukkan kepalanya bertanda setuju.
Setelah selesai makan siang, Mama Ayu langsung menuju kasir untuk membayar makanan mereka, sebenarnya Cello yang ingin membayarnya namun di cegat oleh mama Ayu.
Sedangkan Ema dan Cello menunggu menunggu mama Ayu sambil mengobrol, Cello melihat Ema begitu bahagia semenjak mama Ayu kembali tinggal bersamanya.
“Ayo nak kita pulang,” ucap mama Ayu kepada mereka berdua.
Cello dan Ema langsung berdiri dan mengikuti mama Ayu yang sudah di depan. “Sayang, kamu hati-hati nyetir mobil ya,” ucap Cello kepada Ema.
“Siap pak bos, kamu juga hati-hati ya,” jawab Ema.
akhirnya mereka bertiga berpisah di parkiran restoran, Ema dan mama Ayu kembali ke rumah sedangkan Cello kembali ke kantor.
__ADS_1
💕💕💕
Dwi yang kali ini mendapat kunjungan dari Erni, entah ada hubungan apa Erni dan Dwi, yang terpenting mereka berdua pernah bersitegang karena memperebutkan Cello.
“Halo cantik...,” sapa Erni sedikit angkuh.
“Ada apa kau kemari?” tanya Dwi dengan santai.
“Aku ke sini ingin menawarkan kerja sama, kau tau kalau kita dulu sama-sama di campakkan oleh laki-laki yang sama, sehingga membuat dirimu masuk penjara,” ucap Erni sambil menatap Dwi.
“Kau mau apa?” aku tidak ingin berurusan dengan polisi, cukup sekali saja,” lanjut Dwi dengan tegas.
Erni hanya tersenyum sinis melihat Dwi yang kini berubah depan pulang derajat, dia tau dulu Dwi sangat menginginkan Cello.
“Aku ingin kita kerja sama dan membalaskan dendam kita kepada laki-laki brengsek itubisik Erni,” di telinga Dwi.
Dengan tegas Dwi menolaknya, karena dirinya tidak ingin berurusan dengan kantor polisi, sekarang saja dia sudah sangat merasa bosan di penjara, baru sekarang dia menyesal seandainya dirinya tidak di butakan dengan obsesi. dia tidak akan merasakan dinginnya lantai penjara.
Erni merasa kalau Dwi tidak bisa di ajak kerja sama, langsung pamit ke pada Dwi, “ kalau begitu aku pulang dulu,” ucap Erni dan langsung meninggalkan Dwi.
Dalam perjalanan pulang, Erni memikirkan bagai mana bisa membalas Cello, apa lagi Erni sudah berapa kali melihat Cello jalan dengan Ema kekasihnya.
“Ok baik, kalau begitu biar aku saja yang membalas sakit hatiku kepada Cello,” ucap Erni berbicara sendirian di dalam. mobilnya.
💕💕💕
Hai... kak, terimakasih selalu mendukung aku, lewat karya rengginang ku ini, terimakasih sudah selalu setia menunggu sampai aku upload kembali.
Terimakasih sudah baca karyaku yang rengginang ini, kalian. memang pendukungnya paling setia bagiku, mulai dari novelku yang pertama, JATUH CINTA SETELAH MENIKAH, KETULUSAN CINTA, PELABUHAN TERAKHIR SANG PLAYBOY dan juga BAGAIKAN ANAK TIRI.
Terimakasih semuanya, jangan lupa tetap dukung aku ya kaka.
💝💝💝Bersambung 💝💝💝
__ADS_1