
Di kantor Cello sangat tidak bersemangat untuk bekerja, pikirannya hanya kepada Ema, padahal hari ini dia akan memimpin meeting, namun dirinya meminta kepada papa Adit untuk menggantinya.
“Pa... boleh gantikan aku meeting hari ini? soalnya Kepala aku sangat pusing,” ucap Cello kepada papanya lewat sambungan telepon.
“Ok, tidak apa-apa nak, sebaiknya kamu pulang istirahat saja dulu, kalau memang kamu lagi tidak enak badan,” jawab papa Adit.
“Terimakasih pa, nanti aku pulang istirahat,” ucap Cello kepada papa Adit.
Cello langsung memutuskan sambungan teleponnya kepada papa Adit, dan langsung duduk di kursi kerjanya, sambil memijit kepalanya.
“Sayang..., kamu kemana sih, aku bisa jelaskan kepadamu nantinya,” batin Cello sambil memandang foto Ema di dalam handphonenya.
Cello ingin sekali menjelaskan semuanya kepada Ema, apa lagi ini hanya salah paham, karena dia dan Anggi tidak memiliki hubungan apa-apa. dan Cello juga tidak akan mengenal Anggi lagi, karena kelakuan maminya yang hampir mencelakai mamanya.
Sepanjang hari, Ema hanya tidur karena dirinya sangat ngantuk, dan tidak semangat berbuat apa-apa, ke butik pun dirinya sangat malas, dan dia juga tidak ingin bertemu dengan Cello, Ema tau pasti Cello akan datang mencarinya di butik.
Ema bangun dari tidurnya, dia sedikit kaget melihat sebuah mobil terparkir di depan pacarnya, dan ternyata itu mobil milik Cello. Ema terus memantaunya lewat cctv yang ada di rumahnya.
Sebenarnya Ema sedikit kasihan melihat Cello yang duduk di depan pagar rumahnya, namun ia belum bisa menemuinya, karena Ema masih sedikit kecewa dengan sikap Cello.
Mungkin ada setengah jam Cello menunggu di depan pagar Ema, karena Ema tidak membuka pintu, akhirnya Cello meninggalkan rumah Ema, karena dia kira, Ema tidak ada di dalam rumah.
Kini Cello memilih untuk kembali ke rumah, lebih baik dirinya menenangkan pikirannya yang membuat dirinya sakit kepala. dan dia juga ingin menceritakan semuanya kepada mama Dita, karena tempat curhatan Cello adalah mamanya.
__ADS_1
*******
Dwi yang juga baru bangun, langsung mengingat Cello, laki-laki yang ia perjuangkan selama ini, laki-laki yang pertama membuat dirinya nyaman saat dirinya berada di samping Cello.
Namun sekarang Cello sudah memiliki kekasih yang baru, membuat Dwi langsung emosi.
“Halo, kau di mana?” tanya Dwi pada seseorang lewat sambungan teleponnya.
“Kita ketemuan di sebuah cafe, nanti aku kirim alamat,” sambung Dwi kembali.
Dwi langsung memutuskan sambungan teleponnya, dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk. membersihkan diri.
Tanpa sadar kalau dirinya sudah selama. ini ada yang mengikuti dirinya selama ini, setelah rapih Dwi langsung turun ke lantai bawah, dan pamit kepada mamanya untuk keluar sebentar.
“Mau kemana lagi kamu? mau pergi mabuk-mabukan lagi?” tanya mamanya.
Namun Dwi tidak menjawabnya, dia langsung meninggalkan mamanya begitu saja, karena malas meladeni mamanya.
Dwi sudah tiba di cafe yang dia maksud, dan langsung masuk ke dalam, dan ternyata orang itu sudah menunggunya di dalam.
Dwi langsung duduk di kursi yang kosong, tepat berhadapan dengan laki-laki itu, “Aku ada tugas untukmu,” ucap Dwi sedikit berbisik.
“Tugas apa itu bos?” tanya laki-laki yang mempunyai tatto ditengahnya.
__ADS_1
“Aku ingin kau menghabisi wanita ini, dan jangan sampai ada yang mengetahuinya, dan satu lagi jangan pernah melibatkan diriku,” lanjut Dwi.
“Gampang itu bos, yang penting bayarannya sesuai,” jawab laki-laki bertatto tersebut.
Dwi langsung mengeluarkan sebuah amplop dan meletakkannya di depan pria itu, “ ini baru setengah nya saja dulu, kalau kamu berhasil menghabisi dia, aku berikan lagi susahnya,” ucap Dwi kepada laki-laki itu.
Setelah mendengar jawaban Dwi, laki-laki bertatto tersebut langsung tersenyum, dan segera mengambil amplopnya dan menyimpannya di dan saku celananya.
Tidak lama mereka berdua langsung meninggalkan cafe tersebut, Dwi sangat bahagia karena bisa membuat Cello berlutut di hadapannya nanti.
Sesuai dengan perintah Dwi, om bertatto tersebut langsung memantau Ema di butiknya, namun sampai malam mereka tidak melihat Ema keluar dari dalam butik.
“Sepertinya target kita tidak masuk kerja deh bos” ucap anak buahnya.
“Ayo jalan, besok kita datang lagi ke sini,” jawab om bertatto tersebut.
Mereka tidak tau kalau ada yang mengikuti mereka berdua, kali ini mereka masih gagal, karena Ema tidak masuk kerja.
🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa di like dan komentar ya kak🙏🙏
🌷🌷🌷Bersambung 🌷🌷🌷
__ADS_1