Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 42


__ADS_3

Sedangkan di rumah Ema, Rey belum meninggalkan mereka, karena Ita masih takut dengan kejadian tadi pagi dan juga saat mereka tiba di rumah.


“Kau jangan pulang dulu, aku masih takut,” ucap Ita kepada Rey.


“Kenapa takut? kaliankan sudah aman di dalam rumah,” jawab Rey.


“Udah kau menginap di sini saja dulu Rey, kamu tidur di kamar tamu saja, kalau kamu mau,” sambung Ema kepada Rey.


Sebenarnya Ema tidak takut, namun dia melihat Ita yang kelihatan sedikit ketakutan, mendengar tawaran Ema kepada Rey, Ita langsung merasa senang, sedangkan Rey masih berfikir, apa lagi di rumah ini hanya mereka bertiga, dia tidak enak dengan tetangga Ema.


“Tidak apa-apa, kamu nginap aja kamar tamu kan ada di lantai bawah, sedangkan aku dan Ita ada di lantai atas,” lanjut Ema, karena ia tau apa yang di khawatirkan oleh Rey.


Namun Rey tidak langsung memberi jawaban, dia masih sedikit berpikir, sedangkan Ita terus membujuk Rey agar menerima tawaran Ema, Rey yang melihat sahabatnya itu terus membujuknya, dan akhirnya Rey mengiyakan tawaran bosnya, karena dia juga tidak tega melihat sahabatnya di hantui rasa ketakutan.


“Ok..., aku menginap saja di sini, soalnya aku tidak tega meninggalkan mbak Ema dan Ita tinggal berdua di sini,” jawab Rey.


Mendengar jawaban dari Rey, Ita langsung bahagia dan berterimakasih kepada Rey, “terimakasih Rey, akhirnya rasa takut aku berkurang sedikit,” jawab Ita dengan jujur.


Ema dan Rey hanya tertawa mendengar jawaban Ita, memang Ita orangnya sangat penakut, makanya dia merasa sangat bahagia saat Rey memutuskan untuk menginap di rumah Ema.

__ADS_1


“Ok ayo kita makan, ini sudah mau sore,” tawar Ema, saat makanan yang mereka pesan lewat online sudah datang di antar oleh kurir.


Sebenarnya Ita ingin memasak sendiri, namun Ema melarangnya, dan memilih memesan makanan di luar saja, mereka bertiga akhirnya berdiri menuju meja makan untuk makan siang. walaupun jam sudah menunjukkan pukul tiga sore.


Mereka akhirnya makan bertiga, tanpa ada suara sedikitpun dari mereka bertiga, mereka hanya fokus dengan makanan mereka masing-masing, mungkin karena mereka bertiga sudah sangat lapar.


********


Sepulang dari kantor, Cello menghampiri kakaknya yang lagi duduk santai di teras rumah, sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok.


"Calon pengantin jangan terlalu banyak merokok,” tegur cello dan langsung duduk di kursi yang kosong.


Tanpa basah-basi Cello langsung menceritakan apa yang dia alami beberapa hari ini, dia menceritakan tentang orang yang menerornya lewat pasan singkat, Chaim hanya diam mendengar penjelasan sang adik, mereka berdua tidak tau kalau ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


“Siapa yang meneror kamu?” tanya ayah Davin yang tiba-tiba muncul bersama dengan papa Adit.


“Tidak tau ayah, dia mengirim pesan dengan nomor yang berbeda- beda, setiap aku hubungi nomor itu langsung tidak aktif, tapi aku sangat terganggu,” jelas Cello kepada mereka.


Papa Adit dan ayah Davin hanya diam mendengar penjelasan Cello, hal begituan bagi ayah Davin sangatlah gampang untuk mencari tau si pelakunya.

__ADS_1


“Tidak usah lapor polisi segala, serahkan kepada ayah Davin, nanti kalau sudah ketangkap baru serahkan kepada kakak Chaim,” usul papa Adit.


Chaim dan Cello menatap papanya dengan heran, sedangkan ayah Davin hanya tersenyum melihat ekspresi kedua keponakannya itu.


“Udah ikuti saran papa saja, dan percaya si pelaku akan segera di tangkap,” lanjut papa Adit.


Chaim dan Cello mengikuti saran dari papa Adit, walaupun Cello masih sedikit meragukan ayah Davin.


"Ayah, bisa meminta nomor yang selalu ia pakai menghubungimu?” pinta ayah Davin kepada Cello.


“Setiap mengirim pesan, dia selalu memakai nomor yang berbeda, tidak hanya satu nomor,” jelas Cello.


“Ia ayah tahu, kamu kasih semua ke ayah nomor sih peneror itu,” lanjut ayah Davin.


Cello langsung memberikan kepada ayah Davin, mereka berempat akhirnya membahas yang lainnya, karena masalah Cello sudah di ambil alih oleh ayah Davin, karena bagi ayah Davin, masalah segitu gampang untuk menemukan pelakunya.


🌠🌠🌠🌠


LIKE...KOMENTAR... VOTE DAN JUGA LOVENYA🙏🙏🙏.

__ADS_1


🌠🌠🌠🌠Bersambung 🌠🌠🌠🌠


__ADS_2