Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 75


__ADS_3

Harian yang di tunggu Cello akhirnya tiba, malam ini bukan hanya makan malam. biasa, namun malam yang spesial bagi Ema dan Cello, walaupun Ema belum mengetahuinya.


“Sayang..., nanti aku jemput ya,” ucap Cello lewat sambungan telepon kepada Ema.


“Tidak usah sayang, biar aku bawah mobil sendiri, kan ada mama aku temani,” jawab Ema.


Terpaksa cello mengalah, di restoran yang mereka tempati untuk makan malam bersama, cello di bantu dengan beberapa karyawan restoran dan juga Mada.


Hanya papa Adit dan Mada yang mengetahui kalau Cello akan melamar Ema malam ini, dengan dalil makan malam bersama.


“Bagai mana, apa semaunya sudah beres?” tanya cello kepada Mada.


“Sudah beres bos, soga nanti bisa berjalan dengan lancar, tanpa ada gangguan dari parah barisan mantan-mantan bos,” jawab Mada, dan langsung mendapatkan tatapan sinis dari Cello.


Mada hanya tersenyum ke arah yang lain, karena berhasil menyinggung bosnya.


Keluarga Cello kini sudah dalam perjalanan menuju restoran, begitu juga dengan Ema dan mama Ayu. mereka semuanya mengira hanya makan malam biasa, seperti yang di rencanakan mama Dita dari awal.


Cello yang sudah menunggu kedatangan mereka di restoran, dia sengaja tidak pulang ke rumah demi kelancaran lamarannya nanti, dia telah mandi dan mengganti pakaian di kantor. karena restoran tersebut tidak jauh dari kantornya.


Kini keluarga cello yang duluan tiba, dan langsung di antar oleh pelayan ke lantai dua tempat yang di booking oleh Cello.


“Waow, hanya makan malam, tapi Cello memilih tempat seindah ini, apa karena calon mama mertuanya juga datang?” tanya Tya kepada bundanya.


Bunda Dea hanya mengangkat bahunya tidak tau, tidak lama Chaim dan Rere juga tiba, seperti Tya Rere juga sangat terkagum-kagum dengan dekor restoran tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Namun Rere hanya diam dan langsung duduk di samping suaminya, saat mereka sudah mencium tangan Oma Opa mereka, dan juga mama Dita dan juga papa Adit, serta paman dan tante mereka.


Tidak lama Ema tiba bersama mama Ayu, dan langsung di jemput Cello di parkiran.


“Maaf kami telat, karena tadi jalanan agak macet,” ucap Ema kepada kekasihnya.


“Tidak apa-apa, mereka juga baru tiba kok,” jawab Cello dan langsung mengajak Ema dan mama Ayu masuk ke dalam restoran.


Mama Ayu sedikit gugup, karena baru kali ini dia akan bertemu dengan calon besannya, walaupun itu sahabat dari mantan suaminya dulu, namun dia tidak akrab.


“Halo... selamat datang sayang,” sambut mama Dita heboh saat melihat Ema dan juga mamanya.


Mama Dita langsung menyambut calon besannya itu, namun air mata mama Dita tidak bisa di bendung, karena dia mengingat mendiang sahabatnya.


“Pasti dia bahagia di sana, dia tersenyum melihat kita berkumpul di sini, mama Lia juga ikut memeluk mama Ayu, mereka bertiga menangis mengingat almarhum Arman.


Mereka bertiga langsung kembali tersenyum, mama Ayu langsung berkenalan dengan keluarga besar Cello, karena dasarnya keluarga Cello semuanya periang, jadi dengan mudah mama Ayu cepat akrab dengan mereka.


Setelah semuanya sudah datang, makanan yang di pesan Cello juga sudah mulai datang, mereka semuanya sangat bahagia, begitu juga dengan mama Ayu, dia sangat senang karena mereka semuanya bisa menerima dirinya dan Ema.


Di sela makan malam mereka, tiba-tiba layar besar yang ada di depan menyala, dan muncullah foto-foto Ema dan Cello, perjalanan cinta mereka.


Semuanya kaget, kecuali papa Adit, Ema langsung menatap Cello meminta penjelasan, namun Cello pura-pura tidak tau.


“Cello ada apa ini, kok foto kalian berdua yang muncul di layar?” tanya mama Dita penasaran.

__ADS_1


“Udah mama nonton saja ya sambil menikmati makan malam mama,” ucap Cello.


Setelah makan malam selesai, Cello langsung berdiri dan segera ke depan.


“Malam semuanya, maaf kalau makan malamnya sedikit terganggu dengan slide foto perjalan cinta aku dan Ema, tapi malam ini di depan semua keluar, di depan mama Ayu langsung, aku ingin melamar Ema menjadi istriku,” ucap Cello dengan mantap.


Membuat Ema kaget dan langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. bukan hanya Ema, namun semua yang hadir sangat kaget.


Cello langsung menghampiri Ema yang masih duduk di kursinya,


“Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, itu kamu. Will you marry me?” tanya Cello kepada Ema.


“Yes...,” jawab Ema sedikit malu, membuat semua yang ada di dalam ruangan itu bertepuk tangan bahagia, mama Ayu dan mama Dita meneteskan air mata mereka karena saking bahagianya.


Cello langsung memasangkan cincin di jari manis Ema, cincin berlian yang begitu indah, sangat pas dengan jari imut Ema.


“Aku kira tadi hanya makan malam biasa, ternyata lamaran juga toh,” ucap Tya, membuat semuanya tertawa.


“Kenapa kamu tidak bilang nak, biar mama bisa membantu untuk menyiapkan keperluan kamu,” sambung mama Dita.


“Namanya juga kejutan, dan aku tidak sendiri kok, aku di bantu karyawan restoran dan juga Mada,” ucap Cello. dan Mada langsung masuk ikut bergabung dengan mereka.


Setelah selesai makan malam, mereka akhirnya pulang, namun besok mereka akan berkumpul di rumah mama Ayu, untuk membahas pernikahan Cello dan Ema karena mereka juga tidak ingin berlama-lama, apa lagi mama Dita, dia paling tidak sabaran.


🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa di like dan komentar ya kak, terimakasih sudah selalu mendukung aku,🙏🙏


***************Bersambung****************


__ADS_2