Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 23


__ADS_3

Erni yang tidak ingin meninggalkan kantor utama, karena dia tidak ingin berjauhan dengan Cello, walaupun hubungan mereka sudah putus, namun Erni masih berharap bisa kembali merebut hati Cello.


Namun saat dirinya ingin meninggalkan kantor, matanya langsung melotot, melihat adegan yang tidak di inginkan terjadi di depannya, tiba-tiba ada seorang wanita yang datang memeluk Cello, dan Cello juga meresponnya, Cello membalas pelukan wanita tersebut.


โ€œSiapa wanita itu, kayaknya dia kekasih barunya Cello, ah ini aku tidak bisa biarkan, Cello hanya memiliki seorang apapun yang terjadi,โ€ batin Erni


Erni berniat akan mencari tau siapa wanita yang datang memeluk Cello, apa lagi kelihatannya mereka berdua sangat mesra sekali.


Wanita yang datang memeluk Cello adalah Dwi kekasih Cello, mereka berdua memang belum putus, tetapi hanya jarang bertemu, di karenakan kesibukan mereka berdua, walaupun Dwi sering memergoki Cello dengan wanita lain, namun ia tetap memaafkan Cello.


Dwi langsung meninggalkan kantor Cello, Erni langsung mengikuti Dwi, karena dia penasaran dengannya, Erni rela tidak masuk kerja demi mencari tau tentang Dwi.


Dwi akhirnya singgah di sebuah toko roti untuk membeli roti dan secangkir kopi panas, karena dirinya belum sarapan, saat dirinya duduk di meja yang kosong, Erni juga masuk berpura-pura membeli roti, saat dirinya ingin meninggalkan toko roti, Erni sengaja menjatuhkan foto dirinya bersama Cello, tepat di depan meja Dwi.


Dwi yang melihat ada sesuatu yang terjatuh dari dalam tas Erni, Dwi segera memungutnya dengan niat ingin memanggil Erni, tetapi berapa kagetnya Dwi saat dirinya melihat ada Cello di foto tersebut sambil merangkul wanita lain. Dwi langsung menyimpan foto tersebut, dia akan meminta kejelasan kepada Cello nantinya, sedangkan Erni langsung pergi meninggalkan toko roti tersebut dengan bahagia, karena tidak lama lagi hubungan Cello dan Dwi akan berakhir.


๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Sedangkan Ema kembali beraktivitas seperti biasa, kali ini dirinya mengingat mamanya yang tinggal di luar kota bersama suami barunya, Sebenarnya Ema sangat kangen, dirinya berapa kali menghubungi mamanya tapi tidak pernah di angkat oleh mamanya.


โ€œMama kenapa sih, apa sudah lupa sama aku?โ€ batin Ema sambil menatap layar handphonenya.

__ADS_1


Ema masih duduk termenung di meja kerjanya, dia memikirkan sang mama yang tidak pernah mengangkat teleponnya setiap di telepon.


โ€œMbak ada yang mencari mbak,โ€ tanya salah satu karyawannya kepada Ema.


โ€œOk terimakasih, aku segera keluar,โ€ jawab Ema dan langsung bangkit berdiri untuk menemui orang yang mencarinya.


โ€œSelamat siang ada yang bisa saya bantu?โ€ tanya Ema dengan ramah.


โ€œMbak, aku kasih kembali bajunya tidak sesuai dengan yang aku pesan, katanya desainer andal tapi apa, baju aku tidak sesuai, aku tidak mau sekarang aku kembalikan,โ€ ucap wanita tersebut dengan marah-marah.


โ€œTapi kami sudah membuatnya sesuai dengan gambar mbak, sabar ya saya ambilkan gambarnya dulu,โ€ ucap Ema dan segera berlari ke dalam ruangannya.


Tetapi wanita tersebut tetap ingin mengembalikan baju tersebut, dia ngotot kalau hasil karya Ema tidak bagus dan sangat mengecewakan, dia membuang baju yang sempat ia pesan kepada Ema, dengan sabar Ema memungut baju tersebut dari lantai, sebenarnya dirinya sudah sangat marah, tetapi dia berusaha menahannya, dia tidak ingin terbawa emosi, beberapa karyawan Ema sudah mulai emosi dengan sikap wanita tersebut namun mereka selalu mendapatkan kode dari Ema.


โ€œOk mbak, silahkan tinggalkan bajunya, nanti uangnya kami transfer ke mbak kembali, dan saya minta maaf sudah mengecewakan mbak,โ€ ucap Ema dengan rendah hati meminta maaf.


โ€œIa dong, kamu harus kembalikan uang saya, rugi saya beli baju jelek gini tapi mahal,โ€ jawab wanita tersebut.


Setelah Ema mengembalikan uangnya, wanita tersebut langsung pergi, tetapi ekor matanya masih menatap baju yang sudah di tangan Ema, dan semua itu tidak luput dari perhatian Ema dan beberapa karyawannya, Ema hanya geleng-geleng kepala melihat wanita tersebut saat sudah keluar dari dalam butik.


โ€œAku yakin mbak, dia nggak sanggup membelinya, karena uang yang di transfer ke mbak uang pinjaman,โ€ ucap salah satu karyawan Ema.

__ADS_1


โ€œHus..., jangan ngomong begitu, mungkin dia betul-betul tidak sesuai dengan hasil jahitan kita,โ€ jawab Ema kepada karyawannya.


Ema membawa baju tersebut ke dalam ruangannya, sesampainya di dalam, Ema hanya menatap baju tersebut yang ia simpan di atas sofa, dirinya tidak merasa kecewa, hanya dirinya merasa sedikit sial saja hari ini.


โ€œActing kau bagus juga ya,โ€ ucap salah satu teman Nina, saat Nina sudah sampai di mobil.


Wanita yang mengembalikan baju yang ia pesan kepada Ema bernama Nina.


โ€œIa dong, soalnya aku sudah tidak punya duit, terus yang tempat aku ambil duit sudah menagih, makanya aku kembalikan saja bajunya dengan alasan tidak sesuai,โ€ jawab Nina tertawa.


โ€œTapi baju yang kau pesan itu bagus banget modelnya,โ€ jawab sahabatnya lagi.


โ€œIa sangat bagus, tapi aku tidak punya duit untuk bayar utang,โ€ jelas Nina.


Nina orangnya bagaikan sosialita, namun dompet tidak mendukung, memiliki banyak utang, sampai-sampai dirinya tidak sanggup membayarnya, dia selalu menghindar dari kejaran penagih utang, selalu pindah-pindah tempat kost agar dirinya tidak ketahuan keberadaanya.


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Jangan lupa dukungannya, lewat like dan juga komentarnya, terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ™


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•Bersambung ๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2