Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 39


__ADS_3

Cello yang merasa lapar tengah malam, dia bangun dan langsung turun ke lantai bawah untuk mencari makanan di dalam kulkas, karena dirinya melihat indomie, terpaksa ia memasak sebungkus indomie campur telur dan juga sayur sawi tidak lupa cabe rawitnya.


Mama Dita sempat kaget melihat Cello di dapur asik masak, “Kamu masak apa nak?” tanya mama Dita kepada Cello.


“Mama bikin kaget saja, ngapain mama bangun tengah malam?” tanya Cello kembali.


“Mama lagi haus, makanya mama bangun ingin minum air, jawab mama Dita langsung mengambil air di dalam kulkas.


Tidak lama Cello muncul dari dapur dengan membawa semangkok mie di tangannya.


“Kamu masak apa?” tanya mama Dita kepada Cello.


“Aku lagi masak mie, soalnya aku sangat lapar, dan juga ingin sekali makan mie, apa mama mau,” jawab tawar Cello kepada mamanya.


“Nggak, mama sangat ngantuk, buat kamu aja, mama mau kembali ke kamar,” jawab mama Dita.


Mama Dita langsung kembali masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Cello melanjutkan makan malamnya, karena dirinya sudah sangat lapar, setelah makan malam, Cello langsung kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


******


Keesokan harinya, Ita lebih duluan bangun dari pada Ema, Ita langsung ke dapur, dan memeriksa isi kulkas untuk mencari bahan makanan yang akan dia olahraga jadi menu sarapan mereka pagi ini.

__ADS_1


karena di kulkas tidak ada apa-apa, terpaksa Ita membuat roti bakar saja, tidak lama Ema datang menghampiri Ita yang sibuk di dapur.


“Kamu buat apa, kok repot-repot sekali di dapur,” tanya Ema kepada Ita.


“Aku lagi buat roti bakar mbak, soalnya aku membuka kulkas tapi kulkasnya kosong,” jawab Ita.


Ema langsung membuat susu coklat untuk mereka berdua, karena memang Ema dan Ita sangat menyukai susu coklat, di butik mereka selalu memiliki stok susu coklat.


“Kamu mandi dulu, baru kita sarapan sama-sama,” ucap Ema kepada Ita.


“Ok mbak, aku naik dulu untuk mandi,” pamit Ita.


Ita langsung naik ke lantai atas tepatnya ke kamar Ema untuk membersihkan diri, tidak lama ia kembali dengan pakaian yang sudah rapih.


Mereka berdua akhirnya sarapan bersama, setelah sarapan, mereka langsung menuju ke butik, dalam perjalanan Ita kembali was-was dengan ancaman yang ia dengar kemarin.


“Kenapa kau gelisah? ada apa?” tanya Ema kepada Ita.


“Aku takut mbak, siapa tahu ada yang mengikuti kita berdua,” jawab Ita.


“Tidak usah di pikirkan, kau bisa-bisa gila nanti kalau memikirkan itu terus, apa lagi kita tidak berbuat salah, ngapain takut, ” jawab Ema.

__ADS_1


Walaupun Ema selalu menenangkan dirinya, namun tetap saja Ita sedikit merasa khawatir.


“Tetapi mbak, kan ada namanya waspada mbak,” jawab Ita.


Ema hanya tersenyum mendengar jawaban Ita, karena dia merasa lucu melihat ekspresi Ita yang begitu tegang sepanjang perjalanan menuju butik.


*******


“Cello semalam kau tidak makan malam?” tanya Chaim kepada adiknya.


“Aku bangun makan malam kok kak, soalnya aku sangat lapar tengah malam,” jawab Cello.


Mereka berdua memang saling perhatian satu sama lainnya, apa lagi Chaim dia sangat perhatian kepada Cello, walaupun dia sangat pendiam, tetapi dia tetap perhatian kepada keluarganya.


Sehabis sarapan, mereka akhirnya pamit kepada mama Dita untuk ke tempat kerja mereka masing-masing. sedangkan mama Dita kembali melanjutkan aktivitas di dapur.


Tidak lama bunda Dea datang menghampiri mama Dita, karena hari ini mereka akan mengantar mama Metha untuk kontrol ke rumah sakit, karena mama Metha sering ke dokter karena tekanan darah tinggi.


💕💕💕💕


Hai kak, minta dukungannya ya, lewat like dan komentarnya ya kak, terimakasih🙏🙏

__ADS_1


💕💕💕💕Bersambung 💕💕💕💕


__ADS_2