
Ema yang sudah tidak betah di rumah sakit, dia sudah ingin pulang, karena dia merasa tidak sakit.
“Apa kita sudah bisa pulang?” tanya Ema kepada Ita.
“Aku tidak tau mbak, coba tanya pak Cello saja,” jawab Ita.
Ema langsung menghubungi Cello yang lagi di kantornya. sebab ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan oleh Cello.
“Halo, maaf aku telah mengganggumu, tapi apa aku sudah boleh pulang?” tanya Ema kepada Cello lewat sambungan telepon.
“Ok baik, aku akan menunggumu, tapi aku tidak ingin bermalam di sini lagi nanti malam,” lanjut Ema kembali.
Setelah berbincang dengan Cello, Ema langsung memutuskan sambungan teleponnya kepada Cello.
“Katanya kita harus menunggu dia dulu,” ucap Ema sedikit malas.
Ita hanya tersenyum melihat ekspresi bosnya, karena menurut dia itu sangat lucu, karena jarang-jarang Ita melihat ekspresi Ema begitu.
Tidak lama Cello akhirnya datang, “Apa kalian sudah makan?” tanya Cello kepada Ema dan Ita.
“Belum, tapi nanti saja kita singgah makan, yang penting kita pulang dulu,” ucap Ema tidak sabar ingin pulang.
“Baiklah, aku akan bertemu dengan dokter dulu,” ucap Cello dan langsung meninggalkan ruangan tempat Ema di rawat.
Tidak lama Cello kembali dengan dokter yang menangani Ema, “Selama siang mbak Ema,” sapa dokter kepada Ema.
“Siang juga dokter,” jawab Ema dengan ramah.
__ADS_1
“Bagai mana? udah mau pulang?” tanya Dokter kembali.
“Ia dokter, aku sudah bosan di sini dan aku juga tidak apa-apa,” jawab Ema kembali.
Dokter tersebut langsung mengijinkan Ema untuk pulang, selamat dokter keluar dari ruangan Ema, Cello langsung keluar menyelesaikan administrasi Ema. sedangkan Ita langsung membantu Ema untuk membereskan beberapa barang Ema.
Tidak lama, akhirnya Cello kembali masuk ke dalam ruangan Ema, “Sudah beres, kita tinggal pulang,” ucap Cello kepada Ema.
“Ok, ayo pulang,” jawab Ema semangat.
Mereka bertiga langsung meninggal rumah, mereka langsung menuju sebuah cafe untuk makan siang, bukan hanya Cello yang belum makan siang tapi Ema dan juga Ita.
*******
Malam harinya Cello lagi berkumpul dengan kedua orang tuanya dan juga Chaim serta Rere. malam ini Chaim dan istrinya datang menginap di rumah orang tuanya.
“Bagai mana keadaan kekasih kamu?” tanya Chaim kepada Cello.
Yang lainnya masih diam, mereka hanya menjadi pendengar setia, tapi karena jiwa kepo mama Dita yang tidak lama lagi akan mengubah status jadi oma, memberontak ingin tau,akhirnya dia membuang suara juga.
“Emangnya kekasih kamu kenapa Cello?” tanya mama Dita.
“Dia lagi mendapatkan musibah ma,” jawab Cello.
Kedua orang tua Cello belum tau kalau ada
mantan kekasih Cello di tangkap oleh Chaim. karena tidak terima di putuskan oleh Cello.
__ADS_1
“Musibah apa? apa dia kecelakaan?” tanya mama Dita kembali.
“Bukan ma, dia di pukul oleh orang, dia di sekali di gedung g yang kosong,” jelas Cello.
Mama Dita hanya diam, tanpa mengeluarkan kata, dia hanya merasa kasihan kepada kekasih Cello.
“Mama ingin kamu mengajaknya ke sini saat ulang tahun pernikahan mama dengan papa nanti,” ucap mama Dita kepada Cello.
“Baiklah ma, Cello janji akan mengajaknya ke sini, sekalian bertemu dengan mama sama papa dan juga semua keluarga kita,” jawab Cello bahagia.
Setelah puas mengobrol dengan kedua orang tuanya serta kakak dan juga kakak iparnya. Cello langsung pamit untuk ke kamarnya.
*********
“Pak, yang pak polisi ganteng itu, sudah punya istri?” tanya Dwi kepada salah satu teman Chaim.
“Oh ia mbak, dia baru saja selesai menikah,” jawab salah satu polisi.
Terlihat raut waja Dwi, kalau dia tidak semangat setelah mengetahui kalah Chaim sudah punya istri.
“Emangnya kenapa mbak?” tanya Roy kepada Dwi.
“Tidak pak, aku hanya tanya saja,” jawab Dwi.
Roy langsung meninggalkan Dwi yang terus menerus bertanya tentang Chaim, padahal Roy sudah mengatakan kalau Chaim sudah punya istri,
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Hai kak, jangan lupa like dan komentar nya ya, terimakasih 🙏🙏
💕💕💕💕 Bersambung 💕💕💕💕