Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 55


__ADS_3

Setibanya di rumah Ema, mereka langsung turun dari mobil, dan segera masuk ke dalam rumah, Ema langsung menuju kamarnya, dan segera masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Cello menyiapkan makan malam yang singgah ia beli tadi.


Setelah selesai mandi dan juga sudah berpakaian santai, Ema langsung turun ke lantai bawah, niatnya ingin menyiapkan makan malam, namun sudah di siapkan oleh Cello.


“Aduh maaf, kamu udah repot-repot menyiapkan makanan,” ucap Ema kepada Cello.


“Tidak apa-apa sayang, aku udah terbiasa kok,” jawab Cello.


Mereka berdua langsung duduk di kursi, Ema mengambil nasi dan lauk untuk Cello, walaupun dirinya masih kaku, namun mendapatkan perlakuan seperti itu Cello sangat bahagia.


“Kamu udah bisa jadi istri,” ucap Cello sedikit menggoda Ema.


“Udah, makan dulu baru cerita,” jawab Ema. dia sengaja mengalihkan ucapan Cello karena dia sedikit malu.


Cello hanya tersenyum melihat muka Ema yang sudah merah karena ucapannya.


******


Sepulangnya dari cafe, Dwi langsung menghubungi orang suruhannya, untuk menghabisi Ema secepatnya. karena dia tidak ingin Cello bahagia dengan wanita lain.


“Aku ingin kalian menghabisi dia secepatnya,” pinta Dwi kepada orang suruhannya.

__ADS_1


“Baik bos, kami akan lakukan segera,” jawab om bertatto.


Dwi langsung memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, membuat om bertatto sedikit emosi karena merasa tidak dihargai sedikit pun.


Dwi yang begitu sombong, dan selalu bertingkah seenaknya, membuat adiknya tidak terlalu suka dengan sikap kakaknya itu.


“Siapa yang ingin kau habisi?” tanya Ros tiba-tiba berdiri di hadapan Dwi.


“Jangan ikut campur dengan urusanku, karena kau tidak tau apa-apa, dasar kepo,” ucap Dwi dan langsung mendorong Ros agar meninggalkan kamarnya.


“Kau sudah gila, dan ingat kau akan mendapatkan lebih dari apa yang kau lakukan sekarang,” teriak Ros saat melihat Dwi meninggalkan kamarnya.


Dwi tidak peduli dengan teriakan Ros, dia langsung turun ke lantai bawah dan segera meninggalkan rumah.


“Kau dan Ros sama saja, selalu ikut campur urusan aku, terserah aku mau ke mana bukan urusan kalian,” bentak Dwi kepada mamanya.


Mendengar mamanya di bentak oleh Dwi, ris langsung berlari turun ke lantai bawah, karena dia tidak ingin mamanya di sakiti oleh Dwi.


“Mama tidak apa-apa?” tanya Ros saat tiba di lantai bawah.


“Tidak nak, kamu tidak usah khawatir,” jawab mamanya.

__ADS_1


Setelah membentak mamanya, Dwi langsung meninggalkan rumah entah kemana, sekarang Dwi sudah sangat liar, sudah tidak seperti dulu lagi, yang selalu menghormati kedua orang tuanya, dan juga sangat menyayangi adiknya, tapi sekarang semuanya sudah terbalik, dia sudah tidak di rumah, setiap pulang ke rumah, selalu dalam keadaan mabuk.


***********


Setelah makan malam berdua, kini Cello pamit untuk pulang, karena sudah larut malam, dan besok masih masuk kantor, apa lagi Cello dia besok akan menghadiri meeting bersama paman Davin.


“Sayang, aku pulang dulu ya, kamu hati-hati di rumah,” pamit Cello kepada Ema.


“Ia hati-hati ya, kamu juga hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut,” ucap Ema menasehati kekasihnya.


Kini Cello sudah meninggalkan rumah Ema, setelah mobil Cello sudah tidak terlihat, Ema langsung masuk ke dalam rumah dan langsung mengunci pintu, sekarang Ema kembali sendirian, karena Ita sudah kembali ke kostnya karena dia merasa Ema sudah aman.


Kini Cello akhirnya tiba di rumahnya, dan ternyata penghuni rumah belum tidur, setelah memarkirkan mobilnya dengan baik, dia segara masuk ke dalam rumah.


“Malam ma, kok mama belum tidur sih?” tanya Cello saat melihat mamanya masih duduk di ruang keluarga.


“Kamu dari mana saja, kok baru pulang jam segini?”tanya mama Dita.


Cello langsung duduk di samping mama Dita, dia menceritakan semua kepada mamanya, tidak ada satupun yang terlewatkan, mama Dita yang sebagai pendengar setia hanya senyum-senyum mendengar cerita anaknya.


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Like...komentar....vote dan juga lovenya, 🙏🙏🙏


*****************Bersambung****************


__ADS_2