
Setibanya di butik, Ema dan mama Ayu langsung turun dari mobil. “Nggak singgah dulu?” tanya Ema kepada Cello.
“Tidak usah yang, aku mau lanjut saja, soalnya masih banyak pekerjaan aku belum selesai, nanti aku di pecat bapak mertua kamu,” jawab Cello bercanda.
Mama Ayu hanya tersenyum mendengar obrolan mereka berdua, “Terimakasih nak Cello,” ucap mama Ayu.
“Ia ma... sama-sama, aku lanjut dulu ma, soalnya jam istirahat sudah mau habis,” jawab Cello dengan ramah.
Setelah pamit, Cello langsung melanjutkan perjalanannya menuju kantornya. setelah Cello pergi, barulah Ema dan mamanya masuk ke dalam butik.
“Ma..., aku antar pulang ya, agar mama bisa istirahat,” ajak Ema kepada mamanya.
“Biar mama pulang sendiri nak, kamu lanjut kerja saja,” tolak mama Ayu.
“Tidak apa-apa ma, pekerjaan Ema juga sudah selesai kok, ayo kita pulang saja, biar mama bisa istirahat,” lanjut Ema.
Mama Ayu terpaksa mengikuti kemauan anaknya, mereka berdua langsung keluar, Ema menemui Ita terlebih dahulu sebelum meninggalkan butik.
“Ita..., aku pulang duluan ya sama mama, aku titip butik ya,” ucap Ema kepada Ita.
“Siap mbak,” jawab Ita sambil memberi hormat kepada Ema.
Ema hanya tersenyum melihat tingkah Ita, setelah pamit, Ema dan mama Ayu langsung meninggalkan butik, dan segera menuju rumah mereka, rumah yang sudah lama di tinggalkan oleh mama Ayu, rumah penuh kenangan bersama almarhum suaminya.
“Cello itu anaknya baik ya nak, udah lama kamu dengan dia?” tanya mama Ayu kepada Ema.
“Baru berapa bulan ma, mamanya Cello sahabat papa dulu, katanya mereka dulu satu kantor, dan waktu mama melahirkan aku, mereka sempat datang,” jawab Ema kepada mamanya.
Membuat mama Ayu sedikit kaget, karena dia tidak menyangka kalau Ema akan bertemu dengan sahabat-sahabat almarhum suaminya.
“Ia kah nak?” tanya mama Ayu kembali.
“Ia ma, nama mamanya Cello mama Dita, kami pernah ziarah ke makam papa kok, bersama juga dengan mama Lia,” lanjut Ema.
Mama Ayu mengingat kembali, tentang persahabatan mantan suaminya dengan kedua sahabatnya, walaupun tidak begitu akrab dengannya, namun mereka berapa kali bertemu, terakhir bertemu dengan mereka saat melahirkan Ema.
Mereka berdua asik mengobrol, dan tidak terasa akhirnya mereka tiba di rumah, “ akhirnya kita sampai juga, ayo turun ma,” ajak Ema.
__ADS_1
Mama Ayu langsung turun dari mobil, Ema membuka bagasi untuk mengambil barang-barang mamanya. mama Ayu menatap lama halama rumah tersebut sebelum ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
Tidak ada yang berubah di dalam rumah, semuanya masih sama seperti waktu ia tinggalkan, mama Ayu kemudian duduk di sifa yang ada di ruang keluarga.
“Mama mau minum apa? biar Ema buatkan,” tanya Ema kepada mamanya.
“Tidak usah nak, mama mau membersikan diri dulu, mama sudah gerah sekali,” jawab mama Ayu.
Awalnya mama Ayu ingin tidur di kamar tamu, namun Ema melarangnya.
“Mama tidur dikamar utama saja, barang-barang mama masih di dalam kok,” ucap Ema kepada mamanya.
“Emangnya tidak apa-apa nak?” tanya mama Ayu kembali kepada Ema.
Ema hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kepada mamanya. mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar utama, Mama Ayu kembali kaget melihat kamar yang ia tinggalkan dulu, begitu juga dengan barang-barang yang ia tinggalkan, semuanya masih begitu tidka ada yang berubah.
“Mama..., silakan beristirahat ya, aku mau ke kamar dulu,” pamit Ema.
“Ia sayang, kamu istirahat juga ya,” jawab mama Ayu.
Ema langsung keluar dan segera menuju kamarnya yang berada di lantai atas, dia merasa senang karena akhirnya mamanya datang mengunjungi dirinya. sedangkan mama Ayu langsung duduk di pinggir tempat tidur, dia menatap foto mantan suaminya yang masih terpanjang di dinding kamar mereka.
Puas memandangi foto Arman, mama Ayu langsung bergegas membereskan barang-barangnya, setelah semuanya beres, mama Ayu langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
****
Karena sudah waktunya pulang kerja, Cello langsung merapikan meja kerjanya dan segera menuju ruangan papa Adit.
“Pa..., belum pulang,” tanya Cello kepada papa Adit.
“Sedikit lagi, papa rapikan meja dulu,” jawab papa Adit.
“Ok, aku tunggu di luar ya pa,” lanjut Cello dan langsung meninggalkan ruangan papa Adit.
Setelah selesai merapikan meja kerjanya, papa Adit langsung menyusul Cello, dan ternyata Cello masih di luar mengobrol dengan Mada.
“Kadang kamu belum pulang nak?” tanya pala Adit.
__ADS_1
“Sudah mau pulang kok pak,” jawab Mada dengan ramah.
Mereka bertiga akhirnya berjalan beriringan menuju lift untuk ke lobby, Mada pulang dengan mengendarai motor besarnya, gadis cantik dan anggun itu memang lebih suka dengan menggunakan motor, dan lebih hobi dengan motor besar.
Setibanya di lobby, mereka berpisah, Cello dan papa Adit langsung menuju mobil yang sudah menunggu mereka di depan lobby, sedangkan Mada masih menuju toilet yang ada di parkiran, karena dia harus mengganti baju duluan, karena pulang menggunakan sepeda motor.
***
Malam harinya Ema sangat bahagia karena kali ini dia akan menikmati masakan sang mama yang sudah lama ia rindukan, kali ini mama Ayu sengaja memasak makanan kesukaan Ema.
“Mama tau banget apa yang aku inginkan,” ucap Ema sambil menatap makanan yang ada di meja makan.
“Ia dong sayang, ayo makan mumpung makanannya masih hangat,” ajak mama Ayu.
Kali ini mama Ayu yang mengambil nasi serta lauk untuk Ema, setelah mengambilkan Ema makanan, baru dia menghilang untuk dirinya. makan malam yang sudah lama Ema inginkan.
“Ma..., bagai mana kabarnya om Bram, kenapa nggak ikut sama mama?” tanya Ema basah-basih.
“Habiskan dulu makanannya, nanti mama ceritakan,” jawab mama Ayu sambil tersenyum menatap garis cantiknya.
Ema hanya menganggukkan kepalanya, dia langsung menikmati makan malamnya, dia tau pasti mamanya dan om Bram lagi ada masalah, makanya mamanya kembali ke jakarta, apa lagi Ema sempat mendengar pertengkaran antara mamanya dan juga om Bram lewat sambungan telepon.
Sehabis makan malam, Ema langsung mencuci piring kotor, dia melarang mamanya untuk membantunya, dia menyuruh mamanya untuk menunggunya di ruang keluarga.
Setelah semuanya beres, Ema langsung menyusul mamanya keruang keluarga, dia langsung duduk di samping mamanya yang lagi asik menonton.
“Semenjak mama ikut dengan om Bram, aku jarang duduk di sini, aku menghabiskan waktu aku di kamar, palingan kalau aku membersikan rumah baru aku duduk di sini, atau kalau ada Ita,” cerita Ema.
“Mulai malam ini, kita berdua akan menghabiskan waktu di sini, karena mama sudah tidak mungkin kembali ka surabaya lagi, itu sudah keputusan mama,” ucap mama Ayu sambil membelai rambut panjang Ema.
Mendengar ucapan mama Ayu, membuat Ema sedikit kaget, karena mamanya masih terikat pernikahan dengan om Bram. “kok mama ngomong gitu? terus bagai mana dengan om Bram? atau om Bram akan pindah ke sini?” tanya Ema kembali.
“Tidak sayang, om Bram tetap di sana,” jawab mama Ayu.
Ema mendengar jawaban mamanya, hanya bisa menarik nafas panjangnya, karena dia tidak habis pikir, kalau rumah tangga mamanya dengan pernikahan keduanya akan berantakan begini, tetapi dia berharap semoga semuanya baik-baik saja.
🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa ya kak dukungannya, lewat like dan komentarnya, terimakasih🙏.
💞💞💞 Bersambung 💞💞💞