Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 56


__ADS_3

“Udah ma, aku mau istirahat dulu,” ucap Cello dan langsung mencium pipi mamanya dan langsung naik ke kamarnya. sedangkan mama Dita dia juga langsung masuk ke dalam kamar, karena Cello sudah tiba di di rumah.


Keesokan harinya, Cello dan kedua orang tuanya, lagi menikmati sarapan pagi mereka, mereka tinggal bertiga, karena chain dan istrinya sudah pindah ke apartemen mereka.


“Ajak dong, pacar kamu ke sini,” ucap mama Dita kepada Cello.


“Ia ma, nanti aku pasti ajak kok,” jawab Cello sambil menikmati sarapannya. sedangkan papa Adit hanya jadi pendengar saja.


Setelah selesai sarapan, Cello dan papa Adit langsung berang ke kantor, karena pagi ini Cello dan papa Adit akan menghadiri meeting.


Begitu juga dengan Ema, pagi-pagi dia sudah siap-siap untuk ke butiknya, apa lagi hari ini dia akan bertemu dengan salah satu customernya.


Saat dirinya di tengah perjalanan, dirinya sedikit merasa aneh, karena melihat sebuah mobil selalu mengikutinya dari belakang, “Kok dari tadi mobil itu mengikuti aku terus sih,” batin Ema.


Pas mendapatkan jalan yang sedikit sunyi, tiba-tiba mobil tersebut menyelinap ke depan, dia langsung memaksa Ema untuk berhenti, walaupun Ema merasa takut, namun ia tetap menghentikan mobilnya.


“Turun...,” ucap salah satu dari mereka.


Karena takut, Ema tetap di dalam mobil l, dia tidak berani membuka pintu mobilnya.


“Woi..., buka tidak, aku pecahin kaca mobil kamu nanti,” ucap sukri kembali. Ema semakin ketakutan, untuk meminta bantuan saja dia sudah tidak bisa bersuara, memandang handphone saja tangannya sangat gemetar.

__ADS_1


“Aku bilang buka atau kau mati,” ancam sukri sambil mengeluarkan senjata tajamnya.


Dengan terpaksa Ema membuka pintu mobilnya, dan langsung dia di seret dengan kasar oleh om bertatto, Ema hanya menangis, dia ingin minta tolong namun tidak ada satu orang pun yang lewat di jalan tersebut.


Ema di paksa naik ke mobil oleh om bertatto dan juga sukri, “ jangan berteriak kalau kau ingin selamat,” ucap om bertatto kepada Ema.


“Kalian siapa?” tanya Ema yang sudah mulai berani kepada kedua orang tersebut.


“Kau diam saja, kami tidak menyakitimu namun ada yang ingin bertemu denganmu,” jawab om bertatto kepada Ema.


Ema memberontak di dalam mobil, dia menendang sandaran kursi yang ada di depannya, dia ingin berteriak, namun dengan sigap Sukri menutup mulut Ema dengan kain dan juga mengikat tangan Ema ke belakang.


“Seandainya kau menurut saja, pasti kau tidak akan begini,” ucap sukri kepada Ema.


Plakkk...


Om bertatto langsung menampar pipi Ema, Air mata Ema mengalir begitu saja, karena berusaha menahan rasa sakit yang dia rasakan. Ema tidak tahu dia akan di bawah ke mana, karena dia tidak pernah melewati jalan ini sebelumnya.


Setelah satu jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah gedung kosong, yang sudah di kelilingi oleh rerumputan, kelihatannya seperti gedung angker.


“Ayo turun,” ucap om bertatto kepada Ema, Sukri menarik paksa tangan Ema, dan membawanya masuk ke dalam gedung tersebut.

__ADS_1


Sesampainya di dalam Ema langsung di ikat di sebuah kursi yang sudah di siapkan oleh sukri, Ema tidak bisa berbuat apa-apa saat tubuhnya di ikat dengan kursi.


“Kamu tenang di sini dulu ya, sedikit lagi seseorang akan datang menemuimu,” ucap Om bertatto kepada Ema.


Mereka berdua langsung meninggalkan Ema sendirian, Ema hanya bisa menangis, karena tidak bisa berbuat apa-apa, dia melihat sekeliling ruangan tersebut, hanya di penuhi lumut di tembok dan lantai yang kotor dan juga berlumut, membuat tempat itu semakin angker.


***********


Chua yang mendapat telepon dari anak buahnya, kalau Ema di culik dan mereka sedang bersembunyi memantau Ema dari jauh, karena si penculikan itu, bukan hanya berdua namun mereka mendatangkan anak buahnya untuk menjaga Ema di luar gedung.


“Bos, kekasih dari bos Cello di culik dan sekarang kami ada di tempat di mana ia di sandera,” ucap anak buah Chua lewat sambungan telepon.


“Kenapa kalian tidak bebaskan dia,” Tanya Chua pada anak buahnya.


“Kami hanya berdua sedangkan mereka banyak bos, baru saja mereka menambah anggota untuk menjaga korban, ” jelas anak buahnya.


Setelah mendapatkan kabar, chua langsung menghubungi Davin dan Cello, untung saja mereka sudah selesai meeting.


💕💕💕💕💕


Jangan lupa dukungan, lewat like dan komentar ya kakak, terimakasih🙏🙏

__ADS_1


💕💕💕💕Bersambung 💕💕💕💕


__ADS_2