Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 36


__ADS_3

Seperti biasa, mama Dita selalu membangunkan Cello dengan pidato singkatnya, membuat sih empunya kamar terbangun.


“Mama udah bilang, kalau kamu tidak bangun, mama mandiin kamu di tempat tidur,” ucap mama Dita mengomel sambil menarik selimut Cello.


“Ma, dikit lagi kah, aku masih ngantuk,” jawab Cello.


“Papa sudah menunggu di meja makan, emangnya semalam kamu ngapain? sampai jam segini masih mengantuk?” tanya mama Dita.


Dari pada mamanya tidak berhenti berpidato, lebih baik dia segera masuk kamar mandi untuk mandi, karena ini sudah jam enam pagi.


“Cepat mandinya, lima menit kamu sudah di meja makan,” teriak mama Dita di pintu kamar mandi Cello.


Setelah mengomel pada Cello, mama Dita langsung turun ke lantai bawah, di meja makan papa Adit dan Chaim sudah menunggu mereka.


“Cello sudah bangun ma?” tanya papa Adit kepada mama Dita.


“Dia baru mandi, tidak lama lagi dia turun karena aku kasih waktu lima menit dia harus sudah ada di sini,” jawab mama Dita.


Tidak lama Cello turun dengan dari lantai dua, dengan baju yang masih acak-acakan. karena mama Dita memberinya waktu hanya lima menit.


“Kok pakaian begitu,” tanya papa Adit.

__ADS_1


“Soalnya mama menyuruh aku, lima menit sudah ada di meja makan,” jawab Cello.


Sedangkan mama Dita hanya tertawa melihat Cello yang turun dengan baju belum rapih, rambut juga belum di sisir.


“Udah sarapan dulu, nanti baru kamu di rapikan, siapa suruh telat bangun,” ucap Chaim.


Cello tidak menjawab lagi, dia langsung duduk menikmati makanan yang di ambilkan oleh mama Dita, akhirnya mereka sarapan bersama.


“kapan kamu mulai cuti nak,” tanya papa Adit kepada Chaim di sela sarapan paginya.


“Minggu ini, aku mau menyelesaikan kerjaan aku dulu, agar nanti kalau aku cuti tidak meninggalkan pekerjaan kepada anak-anak di kantor,” jawab Chaim.


********


Ema yang asik di butiknya, tiba-tiba di panggil salah satu karyawannya.


“Permisi mbak, ada yang mencari mbak di luar,” ucapnya kepada Ema


Ema sedikit berpikir, hari ini dia tidak ada janjian dengan customer, tetapi dia tidak ingin mengecewakan customernya, Ema tetap menemui orang itu.


“Permisi, mbak mencari saya?” tanya Ema dengan sopan.

__ADS_1


“Oh kau yang bernama Ema?” tanya wanita itu sambil berdiri mengelilingi Ema dengan tatapan sinis.


Sedangkan Ema hanya diam memperhatikan wanita yang ada di depannya, dia tidak tahu siapa wanita itu, namun pikiran Ema tidak jauh-jauh dari mantan Cello.


“Aku peringati kau ya, tolong kau tinggalkan Cello, karena dia kekasih aku,” ucap wanita tersebut.


“Kenapa kau datang ke aku, kenapa tidak datang ke Cello, dan satu lagi, kalau kau kekasihnya Cello, kenapa dia tidak mengakuimu, dan dia malah mengatakan kepadaku kalau dirinya tidak mempunyai kekasih,” ucap Ema tidak mau kalah.


Pertengkaran terjadi di antara mereka berdua, mereka jadi tontonan parah pengunjung butik, dan parah karyawan Ema berusaha melerai mereka, namun mereka tidak ada yang ingin kalah.


“Aku cuma mau bilang, kalau aku dan Cello sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua Cello,” jawab wanita tersebut dengan sedikit berbohong.


“Ia kah? tapi Cello mengatakan kalau ia tidak pernah memperkenalkan wanita kepada kedua orang tuanya, Cello akan memperkenalkan kekasihnya kepada kedua mama dan papanya saat dia sudah yakin dengan pilihannya,” jelas Ema.


Wanita tersebut makin emosi, dia tidak Terima dengan penjelasan Ema, karena dirinya memang tidak pernah bertemu dengan orang tua Cello.


💘💘💘💘


Jangan lupa dukungannya lewat like, komentar, vote dan lovenya juga, terimakasih🙏🙏.


💘💘💘Bersambung 💘💘💘

__ADS_1


__ADS_2