Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 45


__ADS_3

“Dwi. sampai kapan kamu begini terus, tiap malam pulang dalam keadaan mabuk, nanti tetangga kita bilang apa?” omel Reni mamanya Dwi.


“Persetan dengan tetangga, aku tidak peduli, yang penting aku bahagia ma,”teriak Dwi kepada mamanya.


Dwi tidak ingin di beri masukan, dia ingin menang sendiri, dan tidak peduli dengan omongan orang lain yang penting dirinya bahagia.


“Kakak, aku tidak suka ya kalau kakak membentak mama, karena apa yang di katakan mama itu semuanya benar,” teriak Ros sang adik kepadanya.


Plak...


Dwi langsung menampar sang adik, karena sudah ikut campur dengan urusannya.


“Dwi..., kamu sudah sangat keterlaluan, sudah berani main tangan ya,” ucap mamanya sambil memeluk Ros.


“Itu untuk orang sok yang ingin menasehatiku,” jawab Dwi sambil tersenyum sinis pada mama dan adiknya.


Suasana di rumah orang tua Dwi semakin mencekam, pertengkaran hebat tidak bisa terhindarkan, apa lagi Ros sang adik tidak ingin kalah.


“Ada pantas, kak Cello memutuskan mu, karena sifatmu itu yang tidak terpuji, aku bahagia kalian putus karena kau tidak pantas menjadi kekasih kak Cello,” ucap Ros kepada kakaknya.


Dwi kembali menatap nanar kepada Ros, “apa kau bilang barusan, bisa kau ulangi?” tanya Dwi kembali kepada Ros.


“Pasang telingamu baik-baik, agar kau bisa mendengarnya dengan jelas, KAU TIDAK PANTAS MENJADI KEKASIH KAK CELLO,” ucap Ros kembali.

__ADS_1


Dwi kembali ingin menamparnya, namun dengan sigap Ros langsung menangkis tangan Dwi, “Coba kau tampar aku, akan ku patahkan tangan kasarmu ini,” jawab Ros kepada kakaknya.


Dwi langsung menarik tangannya kembali, dan segera naik ke lantai dua, Ros memang mengenal Cello, karena waktu berpacaran dengan Dwi, mereka sering bertemu, karena Ros juga berpacaran dengan sahabat Cello yaitu Arka.


“Namun Ros tidak mengetahui kalau Cello biru seorang playboy, yang ia tau kalau Cello itu orangnya baik dan sangat sopan dan perhatian kepada orang-orang di sekitarnya. berbeda jauh dengan Dwi yang suka keluyuran di klub malam, sedangkan Cello anak rumahan, palingan keluar nongkrong hanya di cafe.


*******


Di basecamp, Chua langsung mengerjakan tugas yang di berikan Davin kepadanya, chua tersenyum puas karena berhasil mendapatkan pelaku yang suka meneror Cello dan Ema.


“Bukan pekerjaan sulit bagiku,”batin Chua.


Tidak cukup satu hari, Chua sudah mengetahui siapa pelakunya, dan Chua langsung menghubungi Davin.


“Ia aku tidak sibuk, bagai mana apa kau sudah mengetahuinya?” tanya Davin.


“Sudah bos, dia seorang wanita, aku yakin dia mantan kekasih Cello,” jelas Chua


Davin meminta Chua untuk memantau si pelaku, ikuti saja apa yang ia inginkan, jangan sampai dia mengetahui kalau dia sedang di pantau.


“Ikuti saja permainannya, kalian pantau dari jauh saja,” pinta Davin kepada Chua.


Setelah berbicara dengan Chua, Davin kembali duduk di kursi kebesarannya, “bapak, anak sama saja, dulu mamanya hampir tidak selamat karena wanita, sekarang anaknya juga begitu karena wanita, dan ujung-ujungnya aku yang di pusingkan,” batin Davin sambil memijit keningnya.

__ADS_1


“Halo..., aku sudah mengetahui siapa yang meneror Cello,” ucap Davin pada Adit lewat telepon.


“Siapa? apa dari lawan bisnis kita?” tanya Adit sedikit khawatir.


Davin hanya menarik nafas panjangnya, dia langsung menjelaskan kepada kakaknya, siapa pelakunya.


“Kau tidak usah khawatir, pelakunya bukan dari lawan bisnis kita, tetapi dari mantan Cello, ini kasus kedua aku tangani, yang pertama kau waktu baru menikah dengan mbak Dita, dan kedua Cello anakmu,” jelas Davin.


“Kau tidak usah mengungkit masa lalu, aku sudah melupakannya,”jawab Adit.


Sedangkan Davin hanya tertawa mendengar jawaban kakaknya, dia tau kalau Adit sedikit kesal karena Davin mengaitkan dengan masa lalunya.


“Makanya aku ingatkan kembali karena kau sudah melupakannya,” ucap Davin kembali tertawa.


Setelah puas mengganggu kakaknya, akhirnya Davin pamit dan menutup sambungan teleponnya, dan langsung kembali fokus dengan pekerjaan yang ada di depannya.


Sesuai dengan perintah Davin, Chua langsung menyuruh anak buahnya untuk memantau Dwi dari jauh, dia juga tidak lupa mengingatkan mereka, agar berhati-hati jangan sampai ketahuan.


🌊🌊🌊🌊


Ayo kak di like dan komentar ya, terimakasih🙏🙏


🌊🌊🌊🌊Bersambung 🌊🌊🌊🌊

__ADS_1


__ADS_2