Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 30


__ADS_3

Hati ini Rere bersama mama Dita dan mama Lia akan berkunjung ke butik Ema, untuk mencari gaun pengantin untuk di pakai Rere nantinya, mereka sudah janjian dengan mama Dita kalau mereka akan langsung bertemu di butik saja, hari ini Rere akan menjemput mama Lia, sedangkan mama Dita akan jalan bersama sopir.


Tidak lama mama Dita tiba di butik yang di maksud Rere, sesuai dengan alamat yang di kirim oleh Rere kepada mama Dita.


“Halo nak, kamu ada di mana? mama udah tiba ini,” ucap mama Dita lewat sambungan telepon.


“Ia ma, sedikit lagi kami akan sampai,” jawab Rere.


Sesuai dengan ucapan Rere, tidak lama mereka akhirnya tiba, setelah memarkir mobil dengan sempurna, mama Lia dan Rere langsung turun dari dalam mobil.


“Maaf sudah menunggu,” ucap Lia kepada sahabatnya itu.


“Ia tidak apa-apa, udah sering kok aku menunggu kamu, ” jawab Dita sedikit bercanda.


Akhirnya mereka masuk ke dalam butik, baru masuk aja, mama Dita langsung mengagumi butik tersebut.


“Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?” ucap salah satu karyawan di butik tersebut.


“Apa aku bisa bertemu dengan mbak Ema pemilik butik ini!” jawab Rere.


“Baik mbak, silakan duduk di sana dulu, saya akan memanggil mbak Ema nya,” ucap karyawan tersebut.


Rere beserta mama Dita dan juga mama Lia langsung menuju sofa yang ada di pojok, tempat customer selalu menunggu Ema, sedangkan karyawan tersebut langsung menuju ruangan Ema.


Tok... tok... tok.


“Ia silakan masuk,” ucap Ema dari dalam ruangannya.


“Permisi mbak mengganggu, di luar ada yang mencari mbak,” ucap karyawan tersebut, setelah mendengar suara Ema dari dalam, mempersilahkan dirinya untuk masuk.


“Baiklah, aku segera keluar,” jawab Ema dan langsung berdiri dari duduknya dan langsung menuju keluar, menemui orang yang mencarinya.


Dari jauh, mama Dita sangat terpesona dengan kecantikan yang di miliki oleh Ema, Rere yang tau hal itu hanya tersenyum saja, dia juga tidak mengatakan pada mama Dita, kalau wanita yang ada di depannya, wanita yang di sukai oleh Cello.


“Selamat siang, maaf mengganggu waktunya,” ucap mama Lia kepada Ema.

__ADS_1


“Tidak apa-apa kok buk, ada yang bisa saya bantu?” tanya Ema kepada mereka.


Rere langsung menceritakan maksud dan tujuan mereka datang ke sini, sedangkan Ema hanya tersenyum mendengar penjelasan Rere.


*************


Cello yang berapa kali menghubungi Ema namun Ema tidak mengangkatnya, sedikit merasa khawatir kepada Ema.


Cello langsung bergegas meninggalkan kantor dan menuju butik, karena beberapa hari ini Ema tidak pernah mengabaikan telepon atau pesan darinya.


“Mau ke mana? kok buru-buru amat?” tanya Tya saat mereka berpapasan di lobby kantor.


“Mau ke butiknya Ema, soalnya aku telepon berapa kali ia tidak angkat,” jawab Cello.


Tya hanya geleng-geleng kepala melihat Cello yang sudah sangat bucin. “dulu playboy sekarang sangat bucin,” batin Tya dan langsung menuju lift menuju ruangannya.


Tya yang sudah tiba di ruangannya langsung di dihujani pertanyaan dari Mada. “Buk Tya, tadi pak Cello kemana sih, kok buru-buru amat, seperti ada yang sangat penting gitu, apa ibu tidak bertemu dengannya di bawa sana?” tanya Mada tanpa rem.


Tya langsung menatap Mada dengan sedikit kesal, “apa udah selesai pertanyaannya? kalau belum selesai lanjutkan nanti aku jawab,” ucap Tya kepada Mada.


Mada hanya tertawa mendengar ucapan Tya, “bukan begitu buk, tapi baru kali ini aku melihat pak Cello meninggalkan kantor sangat terburu-buru,” jawab Mada.


“Mada langsung kembali duduk di kursinya, “bagus dong kalau pak Cello tidak playboy lagi,” ucap Mada berbicara sendiri.


************


Rere, mama Dita juga mama Lia masih melihat gambar-gambar gaun yang ada di majalah milik Ema, Rere sangat bingung memilihnya antar minta di jahitkan atau membeli yang sudah jadi, Rere masih berdiskusi dengan kedua orang tuanya serta Ema.


“Begini ya kak, kalau menurut aku, lebih baik kakak beli yang jadi aja, karena waktunya tidak banyak,” ucap Ema memberikan saran.


Mama Dita juga setuju dengan saran dari Ema, kalau mama Lia menyerahkan semua kepada Rere, setelah lama berpikir, akhirnya Rere setuju dengan saran dari Ema.


“Ok aku ambil yang jadi aja deh,” ucap Rere.


“Ok kak, kita naik ke lantai dua, soalnya koleksi baju pengantin semuanya ada di lantai dua,” ajak Ema kepada Rere dan lainnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Cello masuk tanpa ia tau kalau di dalam ada mamanya, “ Kok aku telepon kamu tidak angkat sih?” tanya Cello tanpa sadar kalau mamanya ada.


“Cello? kok kamu ada di sini nak?” tanya Mama Dita sedikit heran.


“Mama? mama ngapain di sini? kok bisa sampai di sini sih?” tanya Cello balik.


Sedangkan Rere hanya tersenyum, namun tidak dengan Ema, dia sangat kaget kalau wanita cantik di hadapannya itu, adalah mama dari Cello, pria yang lagi dekat dengannya saat ini.


“Aduh, maaf ya kamu nunggu di sini dulu, aku mau antar kakak ke lantai dua, dia ingin melihat gaun pengantin,” ucap Ema kepada Cello.


“Aku juga ikut,” ucap Cello dan langsung mengikuti mereka dari belakang.


Mama Dita sedikit berpikir, ternyata wanita cantik ini adalah wanita yang selama ini Cello cerita kepadanya, mama Dita sedikit bangga kepada Ema, di usia mudanya dia sudah sukses di dunia fashion.


Sesampainya di lantai atas, bukan hanya mereka bertiga yang kaget melihat koleksi gaun pengantin milik Ema yang terpajang di lemari kaca, namun Cello juga ikut kaget.


“Ini semua koleksi kamu?” tanya mama Dita kepada Ema.


“Ia buk, soalnya baru belajar, jadi masih sedikit amburadul,” jawab Ema kepada mama Dita.


Sedangkan Rere sangat bingung mau memilih yang mana, apa lagi semuanya sangat bagus, beberapa yang Rere coba akhirnya dia memantapkan pilihan pada sebuah gaun yang cantik dan elegan, dia tidak terbuka, seperti yang Rere inginkan, dan dia juga mengingat pesan Chaim, kalau memilih baju jangan yang terlalu terbuka, karena Chaim juga tidak suka.


Saat Rere langsung mengirim foto gaun tersebut kepada Chaim dan ternyata Chaim juga suka, akhirnya Rere mengambil gaun tersebut.


“Ok kak, nanti kami kirim ke alamat yang kakak tinggalkan ya,” ucap Ema kepada Rere.


“Baik dek, terimakasih bantuannya,” jawab Rere kembali.


“Seharusnya akun yang berterima kasih, karena kakak sudah percaya dengan kami,” ucap Ema kembali.


Sedangkan mama Lia dan mama Dita asik mengobrol di sofa, sambil menunggu Rere yang lagi mengobrol dengan Ema.


Sedangkan Cello hanya duduk santai di depan mama dan mama Lia, tidak ada obrolan antar dirinya dan mama Dita, seolah-olah mereka tidak saling mengenal satu sama lainnya.


🌠🌠🌠🌠

__ADS_1


Ayo di like... komen... vote dan juga lovenya, terimakasih🙏🙏


🌠🌠🌠🌠 Bersambung 🌠🌠🌠🌠


__ADS_2