Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 62


__ADS_3

Dita sangat bahagia akhirnya bisa bertemu dengan anak sahabatnya itu, walaupun sahabatnya sudah pergi untuk selamanya. Dita langsung menghubungi Lia memberitahukan tentang Ema.


"Hallo Dita?" sapa Lia di balik telepon πŸ“ž


"Hallo... Lia kamu lagi ngapain?" tanya Dita πŸ“ž


"Nggak...lagi santai aja, ada apa? tumben menelfon pagi-pagi gini?" tanya Lia πŸ“ž


"Lia.. aku udah dapat kabar tentang sahabat kita Arman" jawab DitaπŸ“ž


"Yang benar Dita? sekarang dia di mana?" tanya Lia dengan semangatπŸ“ž


Dita tidak langsung menjawab pertanyaan Lia, dia berusaha menahan kesedihannya, agar Lia tidak kaget.


"Dita jawab aku dong, kok kamu malah diam aja, Dita... Dita.. " tanya Lia dengan penasaran πŸ“ž


"Lia kamu sabar ya, sahabat kita udah pergi untuk selamanya, aku juga baru tau kemarin" jawab Dita πŸ“ž


"Tidak mungkin, kamu pasti bercanda kan? jangan gitu dong Dita, hal begituan di bawah bercanda" ucap Lia sedikit kesalπŸ“ž


Lia belum percaya dengan apa yang di katakan oleh Dita sahabat sekaligus besannya itu.


"Lia aku tidak bercanda, dia sudah pergi untuk selamanya" jawab Dita sambil menangis πŸ“ž


Lia tidak menjawab lagi dia hanya menangis mendengar kabar tentang sahabatnya itu, sahabat yang selalu melindungi Dita dan dirinya, selalu ada untuk mereka berdua, sahabat saat susah walaupun senang.


"Kamu tau dari mana kalau dia sudah tidak ada?" tanya Lia sambil terisak πŸ“ž

__ADS_1


"Soalnya Ema sang disainer itu anaknya Arman, kemarin dia datang di rumah bersama Cello, dan aku ngobrol sama dia ternyata dia anaknya Arman" cerita Dita pada Lia πŸ“ž


Mereka berdua ngobrol sambil menangis lewat sambung telepon, dan Lia ingin bertemu dengan Ema, walaupun mereka sering bertemu tapi Lia tidak sadar kalau Ema anak sahabatnya.


Dita dan Lia sudah janjian akan berziarah ke makam Arman, dan Dita juga sudah janjian dengan Ema untuk berziarah ke sana.


Setelah selesai mengobrol, Dita pamit pada Lia dan memutuskan sambungan telepon nya, Lia yang belum bisa menerima sepenuhnya atas kepergian sahabatnya itu memilih masuk ke dalam kamar dan membuka memory album saat mereka masih bersama dulu, dia mengingat semua kekocakan mereka apa lagi Dita yang selalu bikin ulah dan Arman lah yang akan menjadi korbannya.


πŸ’•πŸ’•


Setelah Ema mengetahui kalau Dita dan Lia adalah sahabat papanya, dia merasa bersyukur karena akhirnya mereka di pertemukan juga, karena papanya juga tidak pernah menceritakan tentang persahabatan mereka dulu.


"Pa... papa pasti bahagia di sana, karena kemarin aku di pertemukan dengan sahabat papa, kenapa papa tidak pernah cerita ke aku, kalau papa dulu punya dua sahabat yang baik hati, seandainya papa masih ada di sini, betapa bahagianya aku" ucap Ema sambil mengelus foto papanya.


οΏΌ


Bukannya Ema tidak mengingat mamanya tapi mama nya lah yang tidak mengingat Ema, sudah sangat bahagia dengan keluarga barunya, sampai-sampai menanyakan kabar saja tidak bisa, terkadang Ema menghubungi nya tapi sang mama tidak mengangkat telepon Ema.


Ema menyampaikan semua keluh kesannya pada sang papa, walaupun papanya sudah tenang di alam sana.


πŸ’•πŸ’•


Rere dan Chaim akan menghadiri acara pernikahan sahabat Chaim yaitu kesya, sebenarnya Chaim tidak ingin pergi, tapi Rere memaksanya apa lagi yang menikah adalah sahabat suaminya.


Kini mereka berdua sudah di dalam mobil untuk ke acara resepsi kesya yang di laksanakan di sebuah hotel bintang lima.


Rere yang banyak bertanya pada suaminya tentang persahabatan suaminya dan juga kesya. karena jarang banget ada yang betul-betul sekedar sahabat.

__ADS_1


"Ya aku kan seperti mama Dita dan Lia, yang mempunyai sahabat laki-laki, tapi mereka tulus bersahabat tidak ada yang melibatkan perasaan cinta" jelas Chaim.


"Seperti aku dan kesya, kami murni sahabat tidak ada perasaan cinta atau apalah yang sejenis itu" lanjut Chaim.


Rere hanya tersenyum mendengar penjelasan suaminya, Rere juga sudah pernah bertemu dengan kesya secara langsung.


Setelah tiba di tempat resepsi, Chaim dan Rere langsung menuju tempat acara, Chaim tidak pernah melepaskan genggaman tangannya, dia selalu. menggenggam tanganmu istrinya.


Chaim juga selalu memperkenalkan istrinya pada teman-teman sekolahnya dulu, karena Chaim dan kesya bersahabat mulai dari SMP sampai sekarang, itu membuat Rere sangat bahagia.


Chaim dan Rere akhirnya memberi selamat kepada kesya dan pasangannya.


"Selamat ya" ucap Rere pada kesya.


"Terimakasih ya sudah datang" jawab kesya dengan ramah.


"Sya.. selamat ya, sudah jadi istri rubah tuh sifat jangan suka bar-bar nanti kamu janda mudah lagi" ucap Chaim pada Kesya.


"Astaga ni orang, jelek amat doanya" jawab kesya dan memukul pundak Chaim.


mereka hanya tertawa, karena mereka tau kalau kesya dan Chaim hanya bercanda, ya itulah namanya sahabat.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hai kak, jangan lupa tinggal kan jejak nya ya, lewat like dan komentar πŸ™ terimakasih πŸ€—πŸ™


πŸŒ·πŸ’•β€Bersambung πŸ’•πŸŒ·β€

__ADS_1


__ADS_2