
Anggi yang memilih kembali ke Australia, karena dirinya sangat kecewa dengan maminya dan juga Cello, maminya tidak mengijinkan dirinya berhubungan dengan Cello karena masa lalu sedangkan Cello selama ini menganggap Anggi hanya sebagai teman.
Sesil sangat sedih karena Anggi kembali ke tempat kuliahnya, namun itu yang terbaik dari pada di sini hanya sakit hati, semoga suatu saat nanti Anggi bisa mendapatkan pendamping hidup yang lebih yang seperti papinya, laki-laki yang sangat bertanggung jawab.
“Mami sangat bersalah kepada Anggi pi,” ucap Sesil kepada Rian.
“Udah mami, jangan mikirin itu terus, Anggi juga udah kembali ka Australia, semoga di sana ia betah dan bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik,” jawab Rian kepada Sesil.
Anggi yang mengirim pesan ke Cello kalau dirinya sudah kembali ke Australia, namun tidak ada tanggapan dari Cello, membuat Anggi semakin sakit hantu, betul-betul Cello langsung melupakan dirinya begitu saja.
Sedangkan Cello di kantornya dia sangat sibuk, kali ini dia memimpin meeting bersama Tya, karena papa Adit ada di luar kantor, lagi meninjau lokasi proyek baru bersama dengan Davin.
Kali ini Cello tidak ada lagi main-main dengan pekerjaan, dirinya sudah mulai serius bekerja, itu membuat Tya sangat bangga kepada adik sepupunya itu, jadi dirinya bisa secepatnya pindah ke kantor cabang bersama ayah Davin.
__ADS_1
Saat meeting berlangsung, Tya sengaja memberikan kepada Cello untuk memimpin meeting, dan Cello bisa melakukannya dengan baik, sampai meeting selesai, Tya secara diam-diam mengambil gambar Cello dan mengirimnya kepada papa Adit.
“Dek nggak ada jadwal makan siang lagi di luar?” tanya Tya.
“Nggak badan kak, aku mau makan siang sama kakak saja,” jawab Cello kepada Tya.
Kali ini mereka makan siang bersama di kantin kantor, namun bukan hanya berdua melainkan bertiga bersama Mada, jika Tya tidak makan siang di luar, pasti dia makan siang bersama Mada di kantin, sedangkan Cello ini pertama kalinya dirinya makan di kantin kantor.
Erni tersenyum saat matanya beradu pandang dengan Cello, dia sangat bahagia karena senyumannya di balas oleh Cello, dan Erni juga mengetahui kalau Cello dan Anggi sudah tidak berhubungan lagi. dalam hati Erni masih ada kesempatan untuk kembali bersama Cello, karena selama ini dia selalu mengikuti kemana saja Cello pergi, seperti waktu ke taman, Erni membayar tukang ojek untuk mengikuti Cello.
Setelah makan siang, Cello dan yang lainnya langsung kembali ke ruangan mereka, karena Tya lebih suka mengobrol di ruangan Mada dari pada di kantin, karena menurutnya di kantin banyak tukang gosip, sedangkan Cello menghabiskan jam istirahat dengan main games.
Banyak pesan masuk ke handphone Cello namun ada sebagain ia abaikan, seperti pesan Anggi, namun pesannya ke Ema tidak mendapatkan respon dari Ema, jangankan pesan telepon saja Eka tidak mengangkatnya.
__ADS_1
Membuat Cello semakin penasaran dengan Ema, namun dirinya bisa mengerti juga, karena pekerjaan Ema yang sebagai desainer sangat menyita waktu.
🌷🌷
Ema kali ini tidak ke butik, dia mengerjakan pekerjaannya dari rumah saja karena kali ini dia sedikit santai, karena gambar yang dia buat berapa bulan ini sudah di tangan penjahit, Ema sudah sangat percaya kepada Sari, orang yang menjahit hasil karya dari Ema, karena dari awal Ema merintis karier sebagai desainer, beliau juga yang langsung menangani soal jahitan baju, kadang juga mereka berdua saling sering, tentang model baju yang mereka ingin buat, Ema sudah menganggap Sari seperti kakaknya sendiri, karena mereka sudah berteman lama, dan juga menjalin kerja sama.
Karena tidak ke butik, Ema menghabiskan waktu dengan memasak makanan kesukaannya, karena sudah lama dirinya tidak memasak, waktunya di habiskan hanya di meja gambar.
🌷💕🌷
Maaf tidak bisa up banyak, dan tidak bisa tiap hari karena saya masih dalam keadaan sakit.
Jangan lupa di like dan komentar ya kakak, terimakasih🙏 💕
__ADS_1
Bersambung 💕💕💕