Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy
Bab 65


__ADS_3

Mama Dita tidak bisa membendung air matanya, mereka belum tiba di pusaran Arman tapi air mata mama Dita sudah keluar, Cello yang melihat sangat mama menangis langsung menggandeng tangan mamanya.


Akhirnya mereka berempat tiba di pusaran Arman, mama Dita dan Lia langsung menangis di pusaran sang sahabat.


"Arman kenapa kamu pergi secepat ini, katanya kita akan menuai bersama merawat cucu-cucu kita bersama, dan kamu pernah bilang kalau ingin anak-anak kita bersahabat seperti kita bertiga, tapi kenapa kamu malah pergi" ucap mama Dita.


"Kamu tau, anak kamu itu udah mau jadi menantu aku, pasti kamu senang kan melihat itu, dan Lia sekarang udah jadi besan aku, pasti kamu di sana tertawa ia kan, nggak usah bohong jujur aja" lanjut mama Dita.


"Ehhh pe'a mana bisa dia mau jawab pertanyaan kamu" ucap mama Lia yang langsung memukul lengan Dita.


Dita langsung berhenti menangis gara-gara di pukul oleh Lia.


"Apa-apa sih, orang lagi sedih di pukul" ucap Dita.


"Sedih sih tapi nggak gitu juga kali, emangnya Arman bisa jawab pertanyaan kamu?" tanya Lia balik pada Dita.


"Hehehe.... nggak sih" jawab Dita cengengesan.


Ema dan Cello hanya jadi penonton di perdebatan kedua sahabat itu, mama Dita juga ikut tertawa karena mama Lia mengomel terus kepada nya, bagi mereka itu biasa karena dari dulu mereka berdua selalu berdebat dan tugas Arman lah yang menghentikan mereka berdua.


setelah selesai berdoa buat Arman, mereka akhirnya pamit pulang, karena matahari juga sudah mulai panas.


Mereka berempat memutuskan untuk singgah di rumah Chaim dan Rere, kebetulan mereka juga belum makan siang, jadi mereka ingin makan siang di rumah chaim, itu semua usulan dari mama Dita.


“Apa mama sudah memberitahukan kak Chaim dan Rere kalau kita mau ke sana?” tanya Cello kepada


mama Dita.


“Belum sih, biar jadi kejutan buat mereka,” jawab mama Dita.


Setelah menempuh perjalanan berapa lama, akhirnya mereka tiba di basemen apartemen Chaim dan Rere.


Mama Dita dan mama Lia sangat semangat, karena ingin bertemu dengan anak mereka, apa lagi Rere dalam keadaan berbadan dua.


"Selamat siang sayang" sapa mama Dita.


"Siang ma, kalian dari mana kok rombongan?" tanya Chaim pada mereka.

__ADS_1


"Biasa kami pulang jalan-jalan" jawab mama Dita.


Chaim langsung mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah, mereka langsung mengikuti Chaim ke ruang tamu.


" Siapa sayang?" teriak Rere dari dapur.


"Mama sayang, mereka baru pulang jalan makanya singgah di sini" Jawab Chaim.


" Rere lagi ngapain?" tanya mama Dita pada Chaim.


"lagi masak sup ayam ma" jawab Chaim.


Mama Dita langsung berdiri dan segera menuju dapur, dia mendapatkan Rere lagi asik mengaduk sup ayam nya, mama Lia juga menyusul tapi dia hanya datang mengambil minuman dingin untuk dirinya dan juga Cello serta Ema.


"Mama dari mana?" tanya Rere.


"Kami pulang ziarah dari makamnya om Arman sayang" jawab mama Dita.


"Mama duduk dulu, sedikit lagi masak biar kita makan siang sama-sama" lanjut Rere


"Biar mama bantu, kamu tidak boleh terlalu capek nak" ucap mama Dita.


"Ada yang Ema bisa bantu?" tanya Ema pada mama Dita dan juga Rere.


"Kamu siapkan piring aja di meja adek, karena ini sudah matang" jawab Rere pada Ema.


Ema langsung mengatur piring di atas meja makan, dan membantu mama Dita menata makanan juga, setelah semuanya tertata dengan rapi Rere langsung ke ruang tamu memanggil yang lainnya untuk makan siang bersama.


Mereka langsung menyusul Rere ke meja makan, di sana sudah ada mama Dita dan juga Ema.


"Aduh maaf ya, kami cuma masak ini aja soalnya kalian tidak bilang kalau mau singgah" ucap Rere.


"Tidak apa-apa sayang, ini aja udah lebih dari cukup" jawab mama Lia.


Akhirnya mereka duduk dan menikmati makan siang sederhana mereka, tidak ada suara obrolan hanya suara sendok dan garpu saling beradu di bawah piring mereka masing-masing.


Setelah selesai makan, Ema membatu mama Lia mencuci piring, sedangkan Rere membereskan meja makan mereka.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai mereka kembali berkumpul di ruang tamu apartemen Chaim dan Rere.


Mereka mengobrol sambil menikmati buah yang sempat di potong oleh mama Dita, kedua calon oma tersebut melupakan suami-suami mereka, kerena mereka sudah kenyang, tapi belum tau dengan suami mereka apa sudah makan atau belum.


"Astaga kita asik ngerumpi di sini, baru papa kalian sudah makna atau belum" ucap mama Dita.


"Sama Dita aku juga lupa, ayo pulang" ajak mama Lia.


dan langsung di ia kan oleh mama Dita, akhirnya mereka berpamitan untuk segera pulang, begitu juga dengan Ema dan Cello terpaksa ikut pulang juga.


Namun Ema tidak langsung pulang ke rumahnya, namun lanjut ke rumah mama Dita, karena di ajak oleh mama Dita. mereka terlebih dahulu mengantar mama Lia ke rumahnya, baru lanjut ke rumah mama Dita.


“Terimakasih ya, sudah mengantar aku sampai depan rumah, apa kalian tidak singgah dulu,” ucap mama Lia kepada mereka bertiga.


“Sama-sama tante,” jawab Ema dan Cello bersamaan.


“Salam ya buat Rifki, maaf kami tidak singgah, soalnya Adit sendirian di rumah,” ucap mama Dita kepada Lia.


“Ia tidak apa-apa kok, kalian hati-hati di jalan,” jawab mama Lia.


Setelah pamit kepada mama Lia, mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka, sedangkan mama Lia langsung masuk ke dalam rumahnya.


“Ema nanti kita buat kue ya, soalnya mama paling malas buat kue kalau sendirian,” ajak mama Dita kepada Ema.


“Ia ma, aku malah senang di ajak mama buat kue, soalnya aku tidak tau buat kue,” jawab Ema bahagia.


Sedangkan cello hanya senyum bahagia mendengar obrolan mama Dita dan Ema. dia sangat bahagia atas kedekatan Ema dan mamanya.


Setelah tiba di rumah, mereka bertiga langsung turun dari mobil, dan segera masuk ke dalam rumah, dan di ruang tamu papa Adit lagi asik menonton sendirian.


“Siang pa, papa udah makan?” tanya mama Dita kepada suaminya.


“Siang juga sayang, kalian baru pulang? ia tadi papa udah makan kok,” jawab papa Adit.


Mereka bertiga akhirnya ikut duduk di ruang keluarga, ikut bergabung dengan papa adit, tidak lama bibi datang membawa minuman dingin untuk mama Dita dan Ema, sedangkan cello meminum kopi seperti papa Adit.


💕💕💕

__ADS_1


Jangan lupa di like dan komentarnya ya kakak🤗🙏terimakasih🙏🙏


💕🌷💘bersambung 💘🌷💕


__ADS_2