
Sinta sempat ketiduran cukup lama, selama perjalanan paling jauh yang pernah dia tempuh. menuju Negara Turki. Karena hal pertama yang ingin dia lihat disana adalah balon udara, yang paling populer di dunia. selama ini Sinta sangat penasaran dengan keindahan dan keunikan yang dimiliki negara tersebut, yang selama ini Sinta hanya bisa melihat melalui medsos ataupun televisi.
"Sekarang impian ku terkabul, meskipun dengan perasaan hancur, hati mas Dani bukan milikku seutuhnya. tapi aku harus bahagia, dan bisa menikmati secara langsung apa yang aku idam-idamkan selama ini, libur berduaan, meskipun dengan suasana hati yang berbeda."
Aku sangat ingin menaiki balon udara sambil menikmati bentangan pemandangan alam yang lepas dan sangat menakjubkan.
"Bagaimana sayang, apa kamu menyukai nya."
“Sangat mas, Wau....indahnya..... kota dinegara ini benar-benar bersih. tata bangunan nya juga rapi dan sangat unik." Ucap ku tanpa sadar, bahkan aku menatap takjub sambil bergelayut manja di lengan mas Dani yang juga terlihat senang.
__ADS_1
"Tentu sayang, makanya tempat ini banyak dikunjungi oleh negara-negara lain, yang disebut juga dengan negara teromantis. mengingat banyak para pasangan berbulan madu di negara ini juga." terang mas Dani yang benar-benar memanjakan aku.
Mobil jemputan, sudah siap untuk mengantar jemput kedua pasangan ini untuk berkeliling ketempat lainnya. sekarang keinginan Dani kembali muncul, Dia sangat mengharapkan kehadiran seorang anak ditengah-tengah pernikahan nya dengan Sinta segera terwujud, agar Sinta tidak bisa lepas darinya
Sopir dengan pakaian khusus menyambut dengan penuh hormat menyapa mereka. Sinta ikut membalas sapaan orang itu dengan mengangguk pelan sambil tersenyum. karena dia menggunakan bahasa Negara tersebut.
"Mas, aku merasa seperti bermimpi bisa menginjakkan kaki di Negara ini. bahkan bisa melihat balon udara, aku sudah tidak sabaran lagi mas." Ucapku. sebelah tangannya mengelus tangan Dani dengan lembut.
Letak Apartemen itu sangat strategis, yang berada ditengah-tengah pusat kota, sehingga memanjakan mata, untuk melihat pemandangan lepas keindahan negara tersebut, Mereka berdua menuju lantai dua apartemen mewah itu, Sinta sangat takjub memperhatikan semua, kamar tidur yang luas, serta gaya arsitektur bangunan yang begitu unik dan indah.
__ADS_1
Jemari Dani mulai melakukan pijatan lembut. membuat Sinta memejamkan matanya. menikmati setiap sentuhan tangan yang membuatnya rileks. dia juga berusaha keras menyingkirkan rasa kecewa, apalagi bayangan Lani. Dani tersenyum melihat tingkah istrinya yang sering menguap, kemudian langsung tertidur. dengan dengkuran halusnya.
Setelah makan malam, Dani mengajak Sinta menuju balkon apartemen, mereka berdua bersantai. menikmati pemandangan kelap-kelip lampu yang cahaya bintang yang bertaburan. menambah keindahan dan suasana yang tersa begitu romantis. meskipun begitu, Dani juga membayangkan jika dia dan Lani juga bisa menikmati keindahan ini suatu saat, dimana Sinta lengah dan tidak mengetahui hal ini.
"Lani, sabar ya sayang. setelah ini mas juga akan mencari waktu yang tepat untuk mengajakmu liburan, mas ingin adil untuk kalian berdua." gumam Dani dalam hatinya.
Perlahan tangan Dani mengusap masuk kedalam pakaian Sinta, mereka sangat jarang berhubungan akhir-akhir ini, sehingga Dani sangat merindukan tubuh istrinya, begitu juga dengan Sinta yang mulai terlena dengan sentuhan lembut Dani.
Malam ini, Dani berhasil menggauli istri beberapa kali, meluapkan gairah dan kasih sayang nya. apalagi setelah Sinta ngambek kemaren, dia benar-benar takut kehilangan Sinta.
__ADS_1