Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Bertemu ibu kandungnya


__ADS_3

" Astagfirullah, ternyata Berliana itu adalah Lani, wanita yang selama ini bekerja dengan bos Dani, bahkan sekarang mereka sudah menikah." ucap Rey tanpa sadar.


" Apa maksudmu nak, apa kamu mengetahui keberadaan putri Bu Vanesa yang sebenarnya."


" Ya Bu, bahkan ku sudah lama mengenalnya."


" Alhamdulillah, ayo nak bawa ibu untuk bertemu dengan nya, sekalian kita ajak Bu Vanesa. aku yakin dia pasti bisa sembuh, dan tentunya sangat bahagia dengan berita ini."


" Baiklah Bu, tapi Lani sekarang sedang koma dirumah sakit pusat. selain sakit keras Lani juga sempat mengalami pendarahan."


"Sebegitu menderita kah kamu Berliana, ini gara-gara ku yang sudah memisahkannya kamu dengan ibu kandungmu sendiri hu....hu....ini salah ku." ibu Rey menangis pilu.


***


"Benarkah, kalian akan mempertemukan aku dengan putri ku?"


" Benar nyonya, dia sedang sakit dan juga dirawat di rumah sakit ini."


" Ya Allah anakku, Berliana."


Bu Vanesa kembali bersemangat, bahkan dia seakan memiliki kekuatan untuk bangkit dan menyeret langkah kakinya yang sakit sewaktu terserempet mobil Rey.


Rey membantu memapahnya, menuju ruangan perawatan Lani. dengan perasaan yang sangat bahagia.

__ADS_1


Dani sempat kaget, saat melihat kedatangan dua orang wanita paruh baya disamping Rey. wajah mereka juga terlihat sangat sedih begitu mendengar kondisi Lani.


" Siapa mereka Rey?"


Ini ini kandungku, dan disebelah nya ibu Vanesa. ibu kandungnya Lani."


" Apa?"


Dani sempat terlonjak kaget, mengingat dia belum mengetahui kebenarannya selama ini. Rey menjelaskan semuanya sedatail mungkin, Dani menganggukkan kepalanya pelan, dia sekarang sudah mengerti tentang permasalahan dan siapa Lani yang sesungguhnya.


Dalam ruangan perawatan Lani,


Lani mengeluarkan cairan bening, hanya itulah bukti jika gadis itu mendengar dan merespons ucapan suaminya. dia tidak merasa kan sakit apapun lagi ditubuh kecilnya, namun dia tidak bisa untuk bangun dari tidur nya.


"Ya Tuhan, ada apa dengan tubuhku. kenapa sulit sekali bagi ku untuk membuka mata dan bergerak." gumam Lani yang masih mencoba untuk sadar.


"Tidak... Lani, kenapa ini ma...Lani sadarlah lihat siapa yang datang, sekarang ada ibu kandung mu Lani, dia sangat mengharapkan mu dan selalu mencari-cari keberadaan mu selama ini." Ucap Dani panik dan langsung keluar menuju ruang dokter.


Tidak lama tim dokter masuk dan mengecek kondisi Lani, semua terlihat panik dan meminta semua yang diruangan itu keluar, namun Dani bersikeras dan tidak mau melepaskan tangannya yang masih menggenggam erat tangan sang istri.


Dokter saling pandang, dan menggelengkan kepalanya pelan. mereka terlihat mulai putus asa, namun kembali mengulangi alat defliblilator pemacu detak jantung itu ketubuh Lani. dan melakukan nya berkali-kali.


Detak jantung Lani terhenti total, semua mata tertuju pada monitor.

__ADS_1


"Maaf Tuan, kami sudah berusaha maksimal," Ucap dokter.


" Berliana sayang, cepat bangun karena aku tidak ingin mengatakan sesuatu hal buruk tentangmu. ingat mami selama ini mencari mu nak, dan setelah bertemu kamu juga ingin pergi meninggalkan mami hu...., lihat lah mami yang sangat membutuhkan kamu, yang wajahnya belum pernah kamu lihat sama sekali." teriak ibu Vanesa disela-sela tangisnya.


"ibu, sabar dan ikhlas lah menerima kenyataan ini." Ucap dokter.


"Tidak kalian pasti salah," Ucap Vanesa. karena dia melihat monitor tiba-tiba kembali normal, hingga membuat semua tim medis itu ternganga melihat keajaiban itu.


Melani perlahan mampu menggerakkan matanya, diikuti oleh anggota tubuh lain secara perlahan, hal pertama yang Lani lihat adalah wajah seorang perempuan cantik yang belum dikenal nya. sedangkan Dani tersenyum tepat disebelah ibu-ibu tersebut.


"Sayaaaaang ku Berliana," memeluk erat Lani yang membuat Lani tercekat keherana.


"Mas Dani." terdengar suara lembut Lani. perlahan mendekat, dia tidak bisa berkata-kata lagi untuk meluapkan rasa bahagia nya.


" Lani, ibu ini adalah ibu Vanesa, dia sebenarnya ibu kandung mu sendiri."


"Apa ibu kandungku?" Ucap Lani dengan posisi yang masih berbaring. dia menatap ibu tersebut lekat, wajah nya mengingat kan Lani pada ibu-ibu gangguan jiwa yang pernah ditemui nya ditaman kita, tapi kali ini penampilan nya jauh berbeda sangat cantik dan seperti orang normal.


"Anakku sayang," Vanesa memeluk Lani bahagia.


ibu Rey ikut mendekati Lani, dan menceritakan semuanya, hingga membuat Lani sangat bahagia diantara sedihnya. dia selama ini sangat merindukan sosok seorang ibu, akhirnya terkabukan.


" Alhamdulillah, ya Allah. banyak permasalahan dan kesalahan yang sudah aku perbuat, beri kesempatan untuk aku bertaubat ya Allah." gumam Lani.

__ADS_1


Setelah sembuh Lani juga mulai mendekat kan diri pada sang pencipta, termasuk meminta maaf kepada Sinta yang juga sudah bahagia dengan kehidupan nya yang baru bersama Gilang yang selama ini sabar dan setia menunggu nya.


Teman-teman untuk part 1 ditamatin dulu ya, nantinya jika dapat ide menarik lagi....kita lanjutkan ke part 2, terimakasih sudah mengikuti cerita author sejauh ini.


__ADS_2