Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Pembukaan pusat perbelanjaan


__ADS_3

" Maaf Lani, hari ini mama tidak bisa menemanimu cek up. mengingat mama sudah ada janji dengan Sinta."


" Janji dengan Sinta, ma? bukan kah aku juga sedang butuh mama saat ini." ucap Lani yang mersa iri terhadap Sinta, karena. meskipun sudah bercerai dengan mas Dani. mama mertuanya masih peduli dan lebih menyayangi Sinta dari pada dia, yang merupakan menantu sah sekarang.


" Sinta, wanita baik. sehingga tuhan sangat menyayangi nya dan dijauhkan dari penyakit, dan juga memberikan Sinta kemudahan dalam mencari rezeki."


" Apa maksud mama." Lani mersa tersinggung, ucapan mertuanya seperti memanding-mandingkan mereka berdua.


" Sinta sekarang sudah semakin sukses, bahkan dengan kerja kerasnya. dia sudah mampu membuka pusat perbelanjaan sendiri, tidak seperti kamu." ucap mama kesal, karena Lani tidak pernah berubah, meskipun dia sudah berjanji, bahkan dia juga mulai sholat. tapi dia masih saja iri hati terhadap Sinta, dan belum menyadari kesalahan dan perbuatanya yang sudah merusak keutuhan rumahtangga anak menantunya itu.


"Tidak, aku akan meminta hak ku Sinta, aku yakin kesuksesan mu itu didapat dengan cara yang curang, kamu diam-diam dan dibantu kekasihmu Gilang sudah mengambil harta mas Dani secara diam-diam. sehingga mas Dani jatuh bangkrut."

__ADS_1


Lani sangat marah, sehingga dia berteriak dan menangis menyesali ketidakberuntungan dan kekalahannya dari Sinta.


***


"Selamat ya Sinta, kamu semakin sukses sekarang."


" Terimakasih Gilang, ini juga berkat dukungan mu " balas Sinta.


" Selamat ya sayang." ucap mama Dani, kemudian dia Mengendong cucu kesayangan nya.


" Iya sayang, mama ngerti kok."

__ADS_1


Berkat kegigihannya, Sinta juga memanfaatkan uang tabungan dan perhiasan nya, yang didapatkan selama menikah dengan Dani. dia pun membuka pusat perbelanjaan megah. semua juga tidak luput dari campur tangan Gilang yang ikut berinvestasi dengan jumlah besar.


Acara pun dimulai, pembukaan dan kata sambutan dari Sinta berlangsung dengan lancar, Pemotongan pita yang dilakukan oleh Sinta sendiri ditemani kedua orang tuanya, Rayanza dan juga mama mertua, meskipun bukan menantunya lagi, tapi hubungan Sinta dan mama mertua nya masih terjalin dengan sangat baik, hiburan musik khas anak-anak yang dipandu salah seorang pembawa acarapun dimulai.


Selain dimeriahkan oleh artis band ibukota, Sinta juga akan mengadakan berbagai atraksi para badut karakter, untuk sekedar menghibur para pengunjung, terutama anak-anak, karena pusat perbelanjaan yang didirikan Sinta ini juga nantinya menyediakan taman bermain khusus anak-anak.


"Sekarang kita sambut acara selanjutnya, antraksi dan permainan dari kakak badut karakter kita. tepuk tangan yang meriah untuk mereka." tepuk tangan dan sorak bahagia anak-anak yang didampingi oleh orang tua mereka terdengar meriah. begitu juga Rayanza, terlihat senang menyambut penampilan para badut tersebut.


Dani yang sedang memakai pakaian badut karakter Mickey mouse, tercekat, saat matanya melihat Sinta, orang tuanya, Gilang dan juga mama nya sendiri, hadir diantara salah satu tamu undangan.


"Aku tidak menyangka sama sekali, jika team kami. ternyata tampil diacara pembukaan pusat perbelanjaan milik mantan istri ku, yang masih sangat aku cintai dan sayangi, bahkan perasaan itu tidak akan pernah berubah Sinta. semoga mereka tidak mengenaliku." gumam Dani berdoa dalam hati.

__ADS_1


Dani mulai menghibur dengan memainkan bola, penampilan nya begitu memukau, namun tidak Dengan Sinta. dia sangat mengenali mata Dani meskipun sangat kecil kemungkinan terlihat karena pakaiannya dan penutup Kepala.


" Tidak mungkin, mas Dani jadi badut." gumam Sinta, namun hati dan perasaan nya sangat kuat, jika dihadapannya itu benar-benar Dani, mantan suaminya.


__ADS_2