
" Praaannnkk...berita apa-apaan ini."
Dani marah besar, refleks dia melemparkan ponselnya, saking tidak mampu mengendalikan gejolak emosi. asistenya Rey, mundur perlahan tidak ingin ikut kena amukan kemarahan Dani.
Berita scandal perselingkuhan seorang pengusaha muda, CEO MRD group. dengan asisten art sendiri, sudah viral. bahkan menjadi trend topik diberbagai media. mengingat Dani dan keluarga nya bukan kah orang sembarangan.
Hal ini juga berdampak besar, pada produk-produk baru perusahaan Dani yang baru diluncurkan, omset penjualan produk baru mereka yang berupa alat-alat kecantikan wanita itu pun merosot dratis, mengingat kebanyakan konsumen Dani, dari kaum wanita, yang sangat membenci yang namanya scandal perselingkuhan.
Kolom komentar dukungan untuk Sinta pun mengalir, untuk menghujat perbuatan Lani dan Dani, mereka langsung menjadi bulan-bulanan dimedia sosial.
" Semua ini gara-gara kecerobohan Sinta, yang tidak berfikir panjang dalam bertindak. dia selalu mengedepankan emosinya."
Dani segera pulang untuk menemui Sinta, saat ini dia sangat panik, bercampur dengan rasa malu. belum lagi para investor perusahaan mereka baik dalam dan luar negeri, semua meminta pertanggungjawaban nya, termasuk harus mengadakan rapat besar. dengan keadaan seperti ini bisa jadi posisi Dani sebagai CEO terancam.
Dengan penuh kemarahan, Dani melempar sebuah surat kabar persis dihadapan Sinta, yang menyambut kemarahan Dani dengan senyum kepuasan nya.
" Puas, puas kamu sekarang. dasar perempuan bodoh. kamu telah menghancurkanku termasuk perusahaan ikut menjadi ambas dari sikap buruk dan emosimu yang selalu tidak bisa dikontrol itu." Dani sangat marah melihat Sinta yang malah semakin santai, sambil sesekali menyeruput kopi hitam.
__ADS_1
" Sintaaa.."
Suara keras Dani menggelegar, disetiap sudut ruangan, spontan Sinta ikut terlonjak kaget. dia tidak pernah melihat kemarahan Dani separah ini.
Dengan kasar Dani menarik kasar rahang Sinta membuat wajah Sinta memerah menahan sakit dan perih, Dani sangat marah, refleks tangannya terangkat keatas ingin menampar kuat wajah seolah-olah tanpa dosa dihadapan nya saat ini.
" Kenapa tangan mu terhenti mas, tampar....tampar aku sekarang. jika perlu bunuh aku dan calon bayi ini sekalian. agar kamu merasa puas."
Seketika Dani terdiam, dia menarik kasar tangannya, melampiaskan pada barang-barang yang terdapat dalam ruangan kamar tidur mereka, semua berantakan berserakan dilantai, Dani hilang kendali, sedangkan Sinta hanya bisa menagis menyaksikan semua amukan Dani.
"Aku membatalkan tidak menamparmu, karena ada anakku. aku sudah muak dengan sikapmu selama ini Sinta."
" Mulai sekarang urus dirimu sendiri, jangan pernah kamu ikut campur urusan ku lagi. dasar istri durhaka kamu Sinta."
" Aku yang durhaka, tidak salah kamu mas, yang ada kamu itu penjahat kelamin, yang tega berselingkuh dengan pelayan sendiri."
Dani langsung pergi menuju lemari pakaian. mengeluarkan koper besar, lalu mengemasi semua pakaian nya. aku hanya menyaksikan semua itu sambil mencoba tegar dan berusaha untuk tersenyum, meskipun saat ini hatiku ingin berteriak-teriak untuk meluahkan hati dan perasaan ku yang hancur.
__ADS_1
Rumahtangga yang kami bina dengan indah selama ini, sekarang sudah hancur. mas Dani pergi tanpa menoleh sedikit pun padaku, dari balik gorden kamar kami dilantai dua, aku memperhatikan mobil mas Dani yang melaju kencang meninggalkan rumah.
" Kamu yang kuat ya nak didalam, meskipun tidak ada papamu lagi. mama janji akan tetap menyayangimu apapun terjadi. hu....hu.... anakku yang kuat ya sayang"
Nb.
Berakhir sudah impian cinta.... tinggalah puing-puing nya.
Impian indah tak jadi nyata, terkikis ombak menerpa.
Aku yang dulu engkau sayangi, kini kau tinggal pergi.
Oh, dimanakah janji yang suci, takkan berbagi.
Andaikan aku boleh bertanya, apa ada salah diri ku.
Andaikan ini takdirku, berpisah darimu.
__ADS_1
Aku sekuat hati bertahan....