Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Ulah Lani


__ADS_3

Sinta fokus memperhatikan badut karakter yang menyerupai Mickey Moshe tersebut, matanya membulat, meskipun banyak badut yang lain yang berlomba-lomba menarik perhatian para tamu undangan. namun semua itu tidak membuat perhatian Sinta tidak beralih begitu saja.


"Kenapa aku begitu yakin jika itu mas Dani, mantan suami ku." gumam Sinta.


***


Sementara itu, Dani mulai serba salah. bahkan dia berusaha mindur dari antraksi yang sedang berlangsung.


"Ya Tuhan, Sinta terus memperhatikan penampilanku. sepertinya dia mulai mencurigaiku, aku harus berhasil menghilang, agar tidak ketahuan oleh Sinta, aku bisa hancur dan bertambah malu, jika semua orang mengetahui siapa aku yang sesungguhnya." gumam Dani.


Gilang sesekali melirik Sinta, dia semakin kagum dengan janda anak satu tersebut, detak jantung Gilang terus berpacu lebih kencang. rasa ingin memiliki Sinta semakin besar, Gilang mencoba menarik perhatian Sinta, namun gagal mengingat perhatian Sinta lebih fokus pada badut dihadapannya saat ini.


"Sinta, aku aku akan terus berusaha untuk mendapatkan hatimu, aku merasa kamu juga menyukai ku Sinta. apa ini hanya perasaanku saja karena terlalu mengharapkan kamu." gumam Gilang.


Suasana yang semula damai dan nyaman, begitu juga dengan acara berlangsung dengan sukses, tanpa sepengetahuan Dani, Sinta ternyata mengikuti nya dari belakang.


" Mas Dani."

__ADS_1


Dani diam seribu basa, dia sengaja tidak membuka pakaian badutnya. meskipun diruang ganti hanya ada mereka berdua.


" Sinta tidak boleh tahu siapa aku yang sesungguhnya." gumam Dani mulai cemas, namun tiba-tiba suara dari alat pengeras membuat mereka terlonjak kaget, jika ditempatkan mereka sedang diteror bom, sinta yang mulai panik dan ketakutan, langsung pergi begitu saja.


" Anakku, tidak Anakku."


Mendengar hal itu Dani juga panik, dan ikut berlari keluar menyusul Sinta.


"Diberitahukan kepada seluruh pengunjung, agar tetap tenang dan tidak panik. keluar dengan tertip." teriak petugas keamanan memberikan instruksi.


Tidak ada yang mengindahkan instruksi tersebut, semua sibuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Suara tangisan anak-anak yang ketakutan, serta suara heboh orang-orang yang berlarian membuat Sinta kewalahan berlari, dia terpisah dari anggota keluarga nya yang lain.


Sedangkan Gilang, langsung berusaha menarik anak, dan orang tua Sinta. untuk segera keluar, meskipun dia sempat terpana saat matanya menangkap sosok Dani yang Keluar dari pakaian badut tersebut. namun dia langsung berlari keluar, karena mersa tidak punya banyak waktu lagi. dan berfikir jika Sinta sudah keluar duluan.


"Anakku," teriak Sinta.


Kerumunan, membuat Dani tidak mendengar teriakan Sinta. Dani terlihat panik sambil mengedarkan pandangannya keseliling ruangan mencari sosok Sinta, Rayanza dan orang tua mereka.

__ADS_1


"Mas Dani, cepat selamat kan anak kita." teriak Sinta.


Dani berhasil menemukan dan menyelamatkan Sinta, lalu menariknya keluar.


" Ayo Sinta"


Teror bom membuat Lani tertawa lepas, dia seperti lupa diri atas rasa iri dan kemarahan nya pada Sinta, sehingga dia menebar isu jika ditempat Acara Sinta sekarang, sudah dipasang bom, dengan ledakan cukup kuat. aksinya ini langsung membuat heboh dan panik. meskipun team keamanan dan penjinak tidak menemukan apa-apa, tapi isu ini. sukses membuat heboh dan kacau.


" Ha...ha..aku puas Sinta, puas sekali karena telah membuat acara mu hancur. " tertawa diantara tangisan nya.


Lani sengaja melakukan hal itu, mengingat sakit hati. mertuanya lebih memihak pada Sinta, begitu juga dengan Dani, bahkan untuk kontrol kesehatan dia lakukan sendiri.


" Berliana anakku."


Lani yang sedang duduk ditaman kota ini, kembali dikejutkan oleh suara wanita gangguan jiwa yang pernah ditemui nya ditaman ini dulunya.


" Maaf, saya bukan anakmu."

__ADS_1


" Tidak kamu adalah Anakku, Berliana Fransisca ku. yang hilang ditempat ini, sembilan belas tahun silam." wanita itu semakin mendekat kearah Melani, membuat gadis itu mundur ketakutan.


" Anakku... anakku, mendekatlah nak, ini mamimu."


__ADS_2