Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Menikah siri


__ADS_3

Dani duduk diruang tamu, berhadapan dengan Lani yang lebih banyak menundukkan kepalanya. kecanggungan hadir diantara mereka. karena Lani sudah menjaga sikap nya, dia yakin Dani kesini hanya sekedar silaturahmi untuk melihat keadaannya saja.


“ Mas ada apa kesini pagi-pagi, dan bagaimana kondisi kehamilan Bu Sinta?”


Untuk menghapus kecanggungan, Lani mulai bersuara, sambil menghindari tatapan Dani yang penuh kerinduan ingin memeluk tubuh mungil dihadapannya.


“ Sinta dan kandungan nya sehat-sehat, mas sengaja menemui mu karena…karena.”


Dani kebingungan melanjutkan kata-katanya. antara gengsi dan malu, mengingat sekarang dia seperti menjilat ludah nya sendiri, datang menemui Lani berusaha merendahkan harga diri, dihadapan Lani. padahal semula dia yang meminta Lani menjauhinya dan mengakhiri hubungan terlarang mereka berdua.


“ Karena apa mas?”


“ Mas merasa bersalah terhadap mu Lani, mas benar-benar kalut. ternyata untuk berubah menjadi laki-laki setia dan tidak berbuat zinah itu sangat sulit, Lani.”


“ Maksud mas.”


“ Aku tidak bisa melupakan mu Lani, mengingat hubungan kita sudah terlanjur jauh. tapi mas juga tidak ingin menyakiti Sinta yang tengah mengandung anak mas.”

__ADS_1


Lani terdiam cukup lama, dia hanya mendengar penuturan Dani, bagaimanapun juga hatinya masih sangat mencintai laki-laki dihadapan nya ini.


" Mas, aku bingung harus menjawabnya. disisi lain aku sudah berusaha untuk mekupakan dan mengikuti permintaan mu, tapi disaat aku mulai belajar melupakan, kamu kembali lagi mas."


“Aku juga sudah berusaha Lani, begitu sulit melupakan mu. Lani apa kamu masih mencintai mas? seperti yang mas rasakan saat ini.”


“ Masih mas, aku belum berubah meskipun sudah kamu sakiti mas.”


“ Maafkan, maafkan mas Lani.”


“ Iya mas, aku sudah memaafkan mu. Meskipun tidak ada seorang laki-laki pun yang akan menerima diriku setelah ini. Seorang wanita yang sudah engkau renggut kesucian nya mas.”


“ Benarkah mas, dan kerjasama seperti apa?”


Wajah Lani langsung berbinar-binar bahagia, bagaimanapun dia masih sangat mencintai Dani.


“ Aku ingin kita nikah siri malam ini juga. tapi kamu harus mau merahasiakan agar jangan sampai ketahuan oleh Sinta. mengingat kondisi nya yang masih lemah.”

__ADS_1


“ Baiklah mas, aku setuju.”


Mereka kembali berpelukan hangat, meluapkan rasa rindu yang beberapa Minggu ini menyiksa mereka berdua.


" Mas aku bahagia sekali, meskipun impian ku untuk memakai gaun pengantin yang indah tidak bisa terwujud, namun paling tidak aku juga bisa memiliki dirimu."


" Iya sayang, mas janji. seandainya Sinta memberikan kita berdua Restu. mas akan mewujudkan impian mu untuk memakai gaun pengantin yang indah."


" Iya mas, aku berharap Bu Sinta juga mau memaafkanku dan ikhlas menerima hubuhan kita ini mas. aku juga sudah capek berbuat dosa dibelakang Bu Sinta."


Dani menghubungi Rey untuk mengurus semuanya, meskipun tidak menyukai hal ini. tapi Rey tetap membantu proses pernikahan siri Dani, dia juga tidak memberitahu kan masalah ini kepada Sinta, Rey benar-benar tidak tega.


Hanya disaksikan Rey, penghulu dan RT setempat. Pernikahan sederhana dan sakral pun dilangsungkan. senyum mengembang dibibir Lani ketika saksi-saksi mengucapkan kata-kata.


Sah…


Sah…

__ADS_1


Sah…


Senyum terukir indah dibibir nya, sekarang dia sudah sah menjadi nyonya Dani, meskipun yang kedua nya. tanpa sadar air mata membasahi wajah Lani, paling tidak mereka tidak melakukan zinah yang berkepanjangan lagi.


__ADS_2