Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Gilang Rahadian Syah


__ADS_3

Namaku Gilang Rahardian Syah, semenjak kedua orang tua ku meninggalkan aku dan adikku Caca, mulai berjuang bertahan hidup, dengan perkebunan dan rumah kecil peninggalan mereka. Aku cukup pintar disekolah, berbagai prestasi aku dapatkan.


Sinta adalah sahabat terbaikku, entah kenapa aku sangat menyayanginya, dia sangat baik bahkan memberiku semangat dan dukungan agar aku kelak bisa menjadi orang sukses. kami sering menghabiskan waktu bersama, hingga aku harus pergi ke negara lain untuk menggapai mimpi ku.


Semenjak saat itu kami putus komunikasi, tapi aku sangat yakin jika Sinta tidak akan pernah melupakanku.


Kata-kata Sinta yang masih membekas diingatan ku, ketika kami akan berpisah.


" Gilang, kita ini orang kampung yang sederhana. tapi aku ingin kita berdua bisa sukses dan jadi orang kaya." ucap Sinta.


" Kenapa seperti itu?"


" Ya karena kita berdua sama-sama pintar, orang pintar pasti masa depannya cerah."


" Sinta, seandainya aku sukses. kamu ingin aku seperti apa?"

__ADS_1


" Aku ingin kamu menjadi orang yang dermawan, terutama membangun desa kita ini, membangun tempat usaha agar perekonomian mereka bisa maju. menyediakan sekolah dan ngobatan gratis." ucap bibirnya polos.


Aku termotivasi oleh ucapan Sinta, prestasi yang cemerlang dan beasiswa aku dapatkan, bahkan aku juga sudah mewujudkan harapan Sinta, namun aku berfikir jika Sinta, tetap mengganggap ku sebagai sahabatnya, hatiku bertambah hancur, ketika mengetahui jika dia sudah menikah dengan pengusaha sukses juga.


"Sinta, mungkin ini sudah takdirku, untuk tetap mencintai mu dalam diam." gumamku lirih, ketika menyaksikan pesta pernikahan Sinta yang mewah yang diliput berbagai media.


Semenjak kejadian itu aku Benar-benar menghilang. aku tidak pernah pulang ke kampung. bahkan aku menolak setiap wanita cantik yang ingin mendapatkan hatiku.


***


Aku yang selama ini selalu bekerja secara profesional, mulai mengambil kesempatan untuk membalas laki-laki yang bernama Dani itu, aku juga mendapatkan angin segar, perusahaan Dani yang terikat kerjasama dengan perusahaan.


" Dani, aku akan menghancurkan mu, dan membuat perusahaan mu ini bangkrut. hal ini pantas kamu dapatkan, laki-laki penghianat." gumamku mengepalkan tangan.


Aku mulai beraksi secara diam-diam, memanfaatkan situasi dan kondisi ayah dari Dani, yang juga sedang terlilit hutang milyaran pada perusahaan ku, aku tahu ayah Dani mempunyai sifat lebih parah dari Dani, perempuan dan judi. sehingga dengan mudah dia menjaminkan beberapa surat berharga perusahaan Dani yang berhasil dia ambil secara diam-diam, lalu menyerahkan padaku sebagai jaminan hutang-hutangnya, semua itu tidak diketahui oleh Dani yang masih terlena dengan selingkuhan nya. bahkan Dani juga tidak terlalu menyelidiki perbuatan sang ayah yang bertambah parah.

__ADS_1


Ditengah-tengah lamunanku, yang sedang membayangkan wajah cantik Sinta. tiba-tiba ponselku berdering. tertera nama adikku Caca.


" Hallo dek, apa kabar."


" Kabar baik kak, barusan aku ketemu Sinta. kami ngobrol-ngobrol banyak, seperti nya dia juga terbawa suasana saat melihat foto-foto kakak yang sekarang."


" Apa? Ca, Aku malah senang jika Sinta tidak mengenaliku. sehingga aku bisa kembali mendekati nya dengan diriku yang baru, bukan Gilang yang dulu pengecut dan minder pada pesona Sinta."


"Jangan kak, apa kakak mau jadi pembinor?"


" Tidak, tapi aku tahu sebentar lagi Sinta pasti jadi janda muda."


" Ih kakak doa nya jahat amat."


" Kamu tidak melihat berita terbaru, suami Sinta selingkuh. aku rasa akulah laki-laki yang tepat untuk membuat dia bahagia, mengobati luka nya dengan cinta dan kasih sayang ku yang sangat tulus." ucap ku bangga.

__ADS_1


__ADS_2