Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Menjadi imam yang baik


__ADS_3

"Sayang, bagaimana dengan kondisi mu, saat ini? apa masih pusing dan mual, seperti kemaren." tanya Dani sedikit ragu untuk mengutarakan keinginannya.


" Iya mas, tapi udah agak mendingan kok, dari sebelumnya"


Sinta merebahkan tubuhnya disamping Dani, dengan


Kondisi kehamilan dan fisik Sinta yang lemah, membuat Dani harus terpaksa dan mengurungkan niatnya, dan menjaga hasratnya yang menggebu. dia mulai uring-uringan dan resah, sedangkan untuk memberitahu dan berterus terang kepada Sinta dia tidak tega.


“ Apa aku harus puasa sampai Sinta melahirkan, sementara kandungan nya baru masuk bulan ke dua." Pikiran liar Dani mulai bertolak belakang dengan kata hatinya yang masih berusaha untuk mencoba setia.


Sinta tidur dengan pulas, Dani memandangi wajah cantik istri nya, yang terlihat begitu damai tanpa beban. Sinta sangat nyaman ketika Dani mengeratkan pelukannya.


" Aku benar-benar tidak bisa tidur, hasrat dan Twitter ku yang begitu ingin dimanja kan malam ini, terus mengusikku."


Malam ini, Dani sama sekali tidak bisa terlelap dengan nyenyak, diliriknya Sinta sudah terbang menuju mimpi indahnya. Dani mulai gelisah dan berfikir bagaimana cara untuk menyalurkan kebutuhan biologis nya, termasuk adik kecilnya yang terus berdiri sambil berdenyut-denyut.

__ADS_1


“ Aaagggh.. aku bisa gila jika terus seperti ini.“


Dani bangkit, berjalan menuju kamar tamu. Mengunci pintu kamar dari dalam, dia mencoba untuk bermain solo, tapi tidak membuat Dani merasa puas, termasuk menonton film panas.


"Segala cara aku lakukan tidak mempan, saat ini aku begitu merindukan tubuh dua wanita yang aku cintai, Melani dan Sinta. namun kedua-duanya tidak dapat aku gerayangi, Lani sudah pergi dengan kehidupan nya sendiri."


" Lani."


Tiba- tiba Dani sangat merindukan Lani, mengingat selama ini dia dan Lani selalu bebas untuk bercinta, namun semenjak Dani memutuskan dan mengakhiri hubungan mereka berdua, Dani maupun Lani hampir dikatakan tidak pernah saling berkomunikasi ataupun bertemu lagi.


Seketika kerinduan akan sentuhan manja, wanita yang selalu berhasil memuaskan hasratnya diranjang, membuat Dani kembali larut dalam fantasi liarnya.


***


" Selamat pagi sayang."

__ADS_1


" Pagi juga mas."


Senyum mengembang sempurna di wajah cantik Sinta, mengingat saat membuka mata bagun dari tidurnya, dia langsung mendapati wajah tampan suaminya.


" Mas sholat subuh bareng yuk, aku sudah lama kangen kamu imami ketika sholat, seperti awal-awal pernikahan kita dulu."


" T... tapi sayang, mas merasa belum siap dan." Dani kebingungan untuk mencari alasan, dia merasa sangat malu pada yang diatas, apalagi dia merasa belum pantas untuk menjadi imam yang baik bagi istri nya.


" Kenapa mas, tidak ada diantara kita yang sempurna dan terlepas dari kesalahan, yang terpenting kita berusaha untuk berubah dan memperbaiki diri."


" Baiklah sayang." mereka pun sholat subuh berdua, Sinta sangat senang, dan berharap Dani benar-benar sudah berubah dan bertaubat.


" Sayang, mas berangkat kekantor dulu ya." ucap Dani berjalan menuju lemari, mengganti pakaian baju Koko dan sarung, dengan stelan kantor yang rapi.


" Ngak kepagian mas."

__ADS_1


" Iya sih sayang, tapi mas sedang banyak pekerjaan yang numpuk. berhubung siang nanti perusahaan kita kedatangan tamu dari pengusaha Jepang."


" Ya udah, sini aku bantu masangin dasinya ya mas."


__ADS_2