Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Memaafkan


__ADS_3

"Terimakasih Sinta, aku malu dengan kebaikan hati dan sifat pemaaf mu ini."


" Sudahlah mas, bagaimana pun juga. perusahaan itu memang milik mu. kamu juga telah merintis dengan kerja keras mu, aku tidak berhak memiki segala." terang Sinta.


Seluruh aset Dani dibagi dua dengan Sinta, Dani tertunduk malu, bahkan perusahaan yang semula bangkrut sudah mulai berkembang berkat kegigihan Sinta memperjuangkan nya.


" Mulai seterusnya, mas Dani sudah bisa masuk bekerja seperti biasa, memimpin perusahaan kita masing-masing, dimana aset nya juga sama dengan yang aku miliki."

__ADS_1


" Sekali lagi terimakasih ya Sinta."


Dani menatap Sinta, rasanya dia ingin merengkuh tubuh Sinta kedalam pelukannya. dia sudah lama merindukan wanita itu, dengan perasaan yang tidak pernah berubah. cinta dan kasih sayangnya, masih besar untuk Sinta, sedangkan pada Lani tidak terlebih sebagai status istri yang mengandung anaknya, Dani juga menyayangi Lani, tapi rasa itu tidak lebih sebatas rasa kasihan, Dani juga merasa heran dengan perasaannya yang sekarang, dia bingung kemana perginya pesona Lani yang dulu mampu menggoyahkan kesetiaan nya.


Yah, cinta Dani dan Lani. tidak terlepas dari gairah dan nafsu yang sama-sama membutuhkan satu sama lain, Dani butuh tubuh nya, sedangkan Lani butuh harta Dani, sehingga mereka lupa jika sebuah hubungan harus dilandasi cinta dan kasih sayang yang tulus, seperti yang dimiliki Sinta. sehingga bagaimana pun pesona yang dimiliki oleh Lani, Dani tidak akan pernah bisa mengalihkan posisi Sinta dihati terdalamnya.


"Bagaimana dengan kondisi istri saya dok, kenapa sudah masuk hari kedua, Lani masih belum juga tersadar dari komanya." Dani menemui dokter yang menangani istrinya.

__ADS_1


Begitu juga dengan perkembangan bayi mungil, yang tidak berdosa itu. dia sama seperti Lani hanya bisa terdiam dan dibantu oksigen untuk bernafas.


"Istri bapak, selain memiliki penyakit serius, dia juga mengalami banyak pendarahan sewaktu dibawa kerumah sakit ini, meskipun kami sudah berusaha memberikan pelayanan dan pengobatan terbaik, tapi untuk hasilnya terserah yang diatas. sekarang kita hanya bisa berdoa semoga, istri bapak kembali tersadar dan mampu melewati masa-masa kritis nya ini," jawaban dokter tidak mampu menghilangkan rasa takut dan cemas Dani saat ini.


Lani merasa tubuhnya sangat sulit untuk digerakkan, rasa sakit ini membuat nya hanya bisa terdiam, meskipun sudut matanya mengalir cairan bening, yang menetes membasahi wajahnya yang pucat.


" Ya Tuhan, aku tidak sanggup dengan rasa sakit ini, apakah ini hukuman untuk ku, sehingga aku begitu merasakan sakit dan panas di bagian kewanitaan ku. ya Tuhan, berikan aku kesempatan untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi, aku ingin meminta maaf pada wanita yang pernah aku sakiti hatinya, aku rebut suaminya dan kebahagiaan nya. aku hanya ingin bertaubat dan membesarkan anakku untuk menjadi anak yang Soleha, tanpa dia ikut dan mengetahui masa laluku yang kelam." doa Lani dialami bawah sadarnya.

__ADS_1


Lani mendengar semuanya, dia tahu Jika Sinta datang menyempatkan diri untuk menjenguk dirinya, memberikan motivasi agar dia tetap bertahan dan mampu melawan penyakit. Lani mendengar semua ketulusan Sinta, meskipun dia tidak bisa bergerak atau pun membalas perkataan Sinta dengan sedikit senyuman. paling tidak kehadiran Sinta, membuat Lani merasa lega, karena Sinta juga mengatakan sudah memaafkan kesalahannya dan mas Dani.


__ADS_2