Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Kondisi Sinta


__ADS_3

Malam ini Dani sengaja tidak pulang kerumah, habis dari kantor dia langsung membelokan mobil nya kearah rumah baru Lani. dia masih kesal dengan sikap Sinta, sehingga Dani sengaja mengabaikan Sinta beberapa hari ini, agar istri pertama nya itu bisa menyadari kesalahannya, dan kembali percaya pada Dani seutuhnya.


Senyum mengembang dibibir Lani, menyambut hangat laki-laki, yang menjadikan nya peliharaan untuk memuaskan nafsu sesaat nya itu.


“ Mas aku merindukan mu.”


Lani menyambut kedatangan Dani dengan senyuman manis, dan pelukan penuh hangat.


“ Iya sayang mas juga merindukan mu.”


Dani membalas pelukan Lani tidak kalah erat nya, seolah mereka sudah lama tidak bertemu.


“ Mas terimakasih atas semuanya, aku semakin berkali-kali lipat mencintaimu mas Dani ku.” Membisikan ditelinga Dani sambil menggeliat manja, mengingat tangan Dani yang mulai bekerja menyelundup masuk kedalam pakaian Lani yang kekurangan bahan.

__ADS_1


“ Apa sih yang enggak buat kamu sayang.”


Perlakuan manis Lani, membuat Dani lupa diri, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan aktivitas haram yang membuat kedua nya ketagihan.


Ambisi Lani untuk jadi orang kaya dengan laki-laki yang dicintai nya, sudah membutakan mata hati gadis itu, sehingga dia merasa bangga jika berhasil hamil nantinya, meskipun itu anak diluar nikah, dengan suami wanita lain, yang tentunya akan menggores kan luka mendalam dari wanita yang sudah direnggut kebahagiaan nya.


***


Sinta melirik jam dipergelangan tangan nya, Dani benar-benar mengabaikan nya, bahkan mulai jarang pulang kerumah.


“ Sayang juga jika ponsel ini hancur sia-sia karena mereka, tapi jika ada wajah pelakor itu disini. Mungkin dengan senang hati aku akan melempar kewajahnya."


Sinta mengurungkan niatnya, menaruh kembali ponsel nya keposisi semula.

__ADS_1


"Sudah….sudah Sinta, sudah saatnya kamu berhenti memikirkan laki-laki bresengk yang sudah tidak memiliki moral sebagai manusia itu, kamu bisa bahagia tanpa Dani. Baiklah mulai sekarang aku akan berusaha agar tetap kuat, dengan mengikuti permainan kalian, mengingat bukti yang aku miliki saat ini belumlah kuat, aku yakin sesuatu yang busuk tidak akan bisa mereka tutupi lebih lama, suatu saat pasti akan tercium juga.


Kondisi kesehatan Sinta, semakin hari semakin menurun. Mual dan nuntah- muntah membuat nya hanya bisa terbaring lemah diranjang.


Jika Dani pulang, Sinta akan menutupi kelemahan nya itu, meskipun semenjak Lani pergi mereka tidak pernah tidur sekamar, Dani sengaja berbuat seperti itu, dia ingin Sinta akan membujuk nya kembali lalu meminta maaf, namun sudah seminggu berlalu. Sinta tidak pernah membujuk nya apalagi mengucapkan kata maaf.


Tiba waktunya, aku akan pergi meninggalkan mu Dani, aku tidak selemah dan bodoh seperti yang kalian berdua pikir selama ini. Aku akan membalas penghianatan kalian, bahkan aku tidak akan membiarkan kalian bisa bersama diatas penderitaan ku ini. kamu tidak akan bisa memiliki Lani begitu juga dengan diriku, akan aku buat kamu dan pelakor itu juga merasa kehilangan mas Dani."


Malam ini, Sinta kembali menggunakan aplikasi pelacak untuk mengetahui keberadaan suaminya menginap, dan masih ditempat yang sama, perumahan The Hill.


“ Saat ini kondisi ku sedang tidak memungkinkan untuk melawan mereka, tapi aku tidak akan menyerah. Meskipun wajahku tidak kalah cantik dibandingkan Lani, tapi tidak pernah terniat dihatiku untuk membalas perselingkuhan dengan perselingkuhan juga, karena nantinya derajat kami tidak jauh beda. Aku harus memikirkan cara lain, yang tentunya akan membuat penyesalan panjang bagimu mas Dani."


Besok Sinta sudah berencana untuk memeriksakan dirinya ke dokter.

__ADS_1


"Semoga aku tidak mengalami penyakit yang aneh-aneh."


Sinta merasa buah dadanya mulai mengeras dan sedikit membengkak, belum lagi gejala-gejala aneh lainnya.


__ADS_2