Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Lani pergi


__ADS_3

“Hentikan Sinta, kamu bisa membuat Lani celaka.” Dani langsung melerai dengan menarik tubuh Sinta agar menjauh dari Lani.


Dan langsung membantu Lani untuk berdiri, wajah Dani tegang dan sangat kawhatir, melihat kondisi Lani, dengan wajah memerah dan rambut awut-awutan, tidak jauh beda dengan diriku.


“ Kenapa kamu suka sekali bertindak brutal sekarang Sinta, aku tidak habis pikir melihat kelakuan mu ini.” Dani menatap tajam Sinta, sedangkan Lani menangis berlindung dibelakang Dani.


Sinta diam seribu basa, dia masih mencoba untuk mengatur pernafasan yang masih memburu. dengan perasaan sakit melihat pembelaan Dani pada pelakor itu.


“ Sayang, kalau kamu punya masalah. Kita bisa bicarakan baik-baik. Tidak dengan cara seperti ini.” Dani mulai melunak.


“ Gimana aku nggak emosi mas, dia selalu melawan dan membantah ku, bahkan Lani mengatakan jika aku iri, jujur ya mas. Semenjak kedatangan Lani, aku selalu dihantui perasaan curiga sehingga aku tidak bisa tenang dengan keberadaan nya.”


“ Maksud mu, kamu mencurigai kami berdua?"

__ADS_1


“ Ya, mustahil seorang pelayan seperti dia memiliki barang-barang mahal, bahkan dia juga mempunyai hp sama persis dengan ku.”


“ Cuma karena itu kamu langsung curiga pada kami, alasan yang sengaja dibuat-buat.”


“Bukan itu saja mas, kamu selalu membelanya, aku mencium wangi parfum Lani ditubuh mu, tanda merah disepray. Bahkan, kalian selalu saling tatap penuh cinta dihadapan ku, kurang bukti apa lagi mas, dan masih banyak kejanggalan diantara kalian, meskipun aku tidak bisa membuktikan nya sekarang.”


“ Durhaka kamu Sinta, aku banting tulang buat kamu, semua keinginan mu selalu aku turuti, liburan berdua di Cappadocia, rumah mewah yang juga ada villa disebelah nya. Mas berikan. Bahkan semua itu atas namamu. Mas sedih dan merasa gagal mendidikmu untuk jadi istri yang baik.” Hardik Dani.


“ Terserah kamu mas, aku tidak peduli lagi pada semua nya.”


“ Sinta, mas masih berusaha sabar untuk menghadapi sikap mu yang seperti ini, mas memberimu kesempatan sekali lagi untuk berubah “


“ Baik mas, aku akan berubah. Tapi jika Lani sudah angkat kaki dari rumah ini, kalau tidak mas bisa pilih. Aku yang pergi atau Lani.”

__ADS_1


Mas Dani terlonjak kaget, dengan keputusan ku yang tidak pernah gentar.


“ Oke, aku akan suruh Lani keluar dari rumah ini, puas kamu Sinta dengan kecurigaan yang tidak beralasanmu itu.”


Mas Dani berjalan mendekati Lani dengan tatapan yang sulit aku artikan. aku tidak mendengar jelas obrolan mereka yang pelan, tapi Lani menggangguk mendengar ucapan mas Dani. karena penasaran aku, melangkah mendekati mereka.


“ Lani kemaskan barang-barang mu, aku akan mengantarkan pulang kerumah mu yang dulu.” Ucap mas Dani sedikit meninggikan suaranya.


" Kenapa sih mas, harus kamu yang nganterin langsung, kita kan ada sopir, atau minta Rey kan bisa."


" Baiklah, terserah kamu Sinta. aku capek menghadapi permasalahan ini." teriak mas Dani langsung pergi.


Tidak lama Rey datang, dia sepertinya sudah diberitahu oleh mas Dani untuk menjemput Lani, bagiku tidak masalah, yang penting aku tidak melihat wanita itu lagi dalam rumah ini.

__ADS_1


Selepas kepergian Lani, mas Dani juga berubah. bahkan dia kembali tidur dikamar tamu. jika ditanya jawabnya singkat bahkan tidak mau membalas tatapanku.


" Terserah kamu mas, aku tidak peduli karena aku yakin kecurigaan ku ini benar. kalian berdua memang memiliki scandal." gumam ku


__ADS_2