
Aku berharap sekali Lani paham maksud arah pembicaraan ku, pikiran sehat hu mulai tidak bekerja lagi, yang ada hanyalah gairah dan ingin sekali berhubungan dengan Lani, paling tidak untuk mengetahui aku bisa punya anak atau tidak. alasan untuk membenarkan keinginan ku.
“Mas apa salahnya kamu mencoba dulu.” Ucap Lani, dia menatapku dengan tatapan sendu.
“Apa kamu bersedia Lani? Mumpung sekarang kita bisa bebas main nya.” bujuk ku, karena birahi sudah mencapai ke ubun-ubun ku, dengan helaan nafas ku yang berat.
Seperti gayung bersambut, setiap ucapan dan keluhan Dani membuat Lani semakin bersemangat untuk mendapatkan suami orang yang tengah curhat terhadap nya saat ini, Lani juga sangat siap untuk melahirkan penerus untuk Dani.
Setan sepertinya sudah menguasai pasangan terlarang ini, sehingga mereka tidak ingat norma agama yang mereka anut, seperti hanya lambang di KTP.
“Lani, apa kamu bersedia seandainya menjadi yang kedua.”
“Aku bersedia mas, karena Kamulah laki-laki pertama yang membuat aku jatuh cinta.”
Hati dan pikiran Lani sudah lama menantikan saat-saat seperti ini, tentu dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, meskipun itu menjadi yang kedua, bagi Lani mendapatkan CEO tampan dan kaya raya ini saja sudah membuat nya seperti bermimpi.
“Mulai sekarang, kita bermain Cantik dulu ya dibelakang Sinta.”
“Baiklah mas.”
Lani tersenyum senang, dia bergelayut manja di dada bidang Dani yang terus mengelus-elus dan menelusuri setiap lekuk tubuh Lani yang pasrah , sesekali dia menggeliat manja dengan ******* lembut.
__ADS_1
Lani seakan menutup rapat-rapat pintu hati nya terhadap perempuan lain yang mungkin saja akan terluka atas perbuatan mereka berdua, Sinta yang selama ini begitu baik dan tulus terhadap dirinya.
Begitu juga dengan Dani, kehidupan nya yang dulu bebas bergaul, kini kembali terulang lagi. Meskipun dia sempat bertaubat dan berubah setelah berhasil menikah dengan Sinta wanita yang benar-benar dicintainya.
“Sayang bolehkah aku melakukan nya?”
“Apa mas?”
“Aku ingin melakukan hubungan layaknya suami-istri dengan mu?”
“Tapi mas aku belum pernah sebelumnya, aku takut.”
“Aku akan sangat pelan-pelan sayang, lagian aku sudah sangat berpengalaman.” Bisik Dani.
“Apa sayang?”
“Nikahi aku, jika aku berhasil memberikan keturunan padamu.”
“Tentu sayang.”
Dani yang sudah terbakar gairah, mulai menghujani tubuh dan bibir Lani dengan ciumannya.
__ADS_1
“Sabar mas, masih ada syaratnya lagi”
“Apa Sayang?”
“Aku capek hidup susah mas.”
“Baiklah mas paham, besok mas akan memberikan kamu kartu ATM.”
Dani sudah melepas semua yang melekat ditubuhnya, begitu juga dengan Lani yang yang tinggal satu pengaman terakhir nya. saat Dani ingin melepaskan nya, dia kembali menahan tangan Dani.
“Sayang, mas udah ngak tahan lagi.” Bujuk Dani.
“Mas, aku juga ingin rumah sendiri yang ada AC nya, biar tidur ngak kepanasan lagi.”
“Tentu sayang, tapi kamu sabar ya biar Sinta ngak curiga.”
“Baik mas.”
“Sayang, kamu tahan ya. Untuk yang pertama mungkin agak sedikit sakit, tapi lama-kelamaan bakal enak dan buat kamu ketagihan.” Bujuk Dani yang langsung diaggukakan oleh Lani.
Kamar tidur ini menjadi saksi bisu, betapa buasnya Dani dan Lani memadu kasih. Dan noda merah yang terdapat di sepray menjadi saksi jika aku adalah laki-laki pertama yang berhasil mendapatkan Lani yang merupakan kembang desa.
__ADS_1
Aku begitu beruntung, mengingat tiap malam aku bisa mendapatkan tubuh Lani setelah ini, gadis cantik yang mencintai ku dan mau diajak kompromi bahkan jadi istri kedua sekalipun. benar-benar beruntung nya aku.