
"Aku tidak gila, kalian tidak boleh mengurungku kembali ketempat ini." aku berteriak meronta-ronta, tapi tidak ada yang mendengar teriakanku.
" Aku hanya ingin mencari anakku... anakku, tapi kalian mengganggap ku gila, kalian jahat.... jahat." teriakku sambil menagis.
Aku kembali menatap selembar foto usang, wajah bayiku yang terlihat sangat cantik dan imut, tapi seseorang sudah mengambil putri ku, sewaktu kami ditaman kota.
Aku sempat dinyatakan sembuh, dan diperbolehkan untuk pulang meskipun masih dalam pengawasan pihak rumah sakit, tapi pertemuan ku dengan seorang gadis cantik, sewaktu aku ingin jalan-jalan ketaman kota, gadis itu juga memiliki tanda lahir dilehernya, persis tanda lahir putriku Berliana. sehingga aku meronta-ronta ingin memiliki dan memeluk gadis itu, tapi mereka kembali mengantarkan aku kerumah sakit ini, mengurungku tanpa perasaan.
Tangisan ku tiba-tiba terhenti, saat petugas lengah. yang memberi kami kebebasan untuk bermain ditaman rumah sakit ini.
" Anakku, mami akan kembali mencari keberadaan mu, sayang." gumamku sambil mencium foto bayiku mungilku yang sangat cantik, wajahnya sangat mirip dengan gadis yang pernah aku temui ditaman kota, tapi aku sedih dia sepertinya ketakutan melihat ku.
Sebuah mobil bok masuk, yang berisi bahan-bahan sayuran dan kebutuhan pokok untuk dimasak bagi para pasien disini, aku tidak menyia-nyiakan kesempatan, saat semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing, aku berhasil menyelinap masuk kedalam sebuah keranjang sayuran yang berukuran besar, dimana isinya sudah diturunkan. tidak ada yang mengetahui hal itu, senyum dibibir ku mengembang, ketika mobil mulai bergerak meninggalkan gerbang rumah sakit. mungkin tuhan juga memberikan aku kesempatan untuk berhasil kabur dan mencari putri kecilku dulu.
__ADS_1
Aku sempat tertidur beberapa saat, hingga aku terbangun ketika seseorang seperti membuka pintu mobil bok ini, dan menurunkan keranjang-keranjang yang sudah kosong.
Aku mulai ketakutan, sambil memeluk tangan kedada ku. bibirku kembali bergetar ketakutan, jika mereka kembali menangkap dan membawaku kerumah sakit, dan memperketat penjagaan terhadap ku nanti nya.
Dua orang laki-laki bertubuh besar naik, dan mereka langsung terlonjak kaget saat melihat diriku.
" Siapa kamu?"
Aku berdiri dan keluar dari kerajang dengan ketakutan, entah kekuatan dari mana aku dapatkan, aku mendorong kasar tubuh mereka dan langsung melompat turun.
Aku mendengar teriakan mereka, sehingga aku mempercepat lariku, agar tidak tertangkap.
"Hey tunggu, ini jalan raya. kamu bisa celaka. cepat kembali kami akan mengantarkan kamu kerumah sakit." teriak mereka yang terus mengejar ku.
__ADS_1
" Aku tidak gila, kalian lah yang gila." teriakku sambil mencibir mengejek mereka, meluapkan kekesalan ku.
" Wah, dia ngekek kita lagi dasar orgil, cepat kejarr...."
Aku terus lari dan berlari, tidak perduli lagi dengan sekitar ku, yang terpenting aku bisa bebas mencari putriku.
Lari ku terhenti, ketika kedua mataku menangkap sosok gadis cantik yang aku yakini sebagai putri ku, terdiam tidak berdaya, dalam sebuah mobil, sehingga tanpa pikir panjang lagi, aku langsung menghadang mobil tersebut, aku tidak ingin mereka menyakiti putri ku.
" Bruuugghh...." tubuhku melayang dan terhempas." aku masih sempat melihat orang-orang mengerumuniku, dan putriku dibawa pergi, sepertinya dia juga kesakitan sama seperti diriku.
Namun kesadaran ku hilang tiba-tiba, hingga aku tidak ingat apa-apa lagi, semua terlihat gelap, dan saat aku tersadar, aku melihat disekelilingku serba putih.
" Dimana aku, apa aku sudah meninggal, atau mereka kembali menangkap ku dan membawaku kembali kerumahnya sakit jiwa ini? tidaaaakkk.....
__ADS_1
tidaaaakkk...." aku berteriak dengan perasaan berkecamuk.