Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Restoran Jepang


__ADS_3

"Oke ma, sekarang waktunya kita bertindak, kita harus tetap mengawasi dan mengikuti kemana arah mobil mas Dani melaju."


" Sinta kamu yakin kuat nak."


Mama yang semula begitu bersemangat, sekarang terlihat mulai ragu. dia mengusap lembut perut Sinta, mulai sedikit kawathir dengan kondisi cucu nanti.


" Mama percaya deh, aku masih Sinta yang dulu. kuat dan pemberani, lagian kemaren fisikku sempat menurun karena bawaan kehamilan, sekarang Sinta sudah benar-benar kuat kok, ma."


" Baiklah, kita langsung ikuti mobil Dani sekarang."


Kami sengaja berjaga-jaga didepan perusahaan mas Dani, dengan menjaga jarak agar mas Dani tidak sadar jika kami sudah mengikuti mobilnya secara diam-diam dari belakang.


" Awas kamu mas, kali ini aku pastikan kalian berdua tidak bisa berkutik dari perbuatan kotor kalian berdua selama ini."

__ADS_1


Detak jantung ku semakin berpacu, serta keringat dingin yang mulai membasahi wajah dan tubuh ku, meskipun mobil mewah mama mertua ku ini full AC, tapi aku merasa sangat gerah. seolah-olah menggambarkan suasana hatiku saat ini.


" Benarkan apa yang aku katakan, ma. mas Dani pasti akan pergi keperumahan mewah ini."


Kami berhenti tidak jauh dari mobil mas Dani, nampak dia tergesa-gesa berjalan turun dan masuk kedalam rumah, aku langsung bersiap untuk turun.


" Tunggu Sinta, kita tidak boleh gegabah."


" Kenapa sih ma."


" Benar sekali ma, dia lah pelakor yang bernama Lani. wajahnya memang cantik dan terlihat polos, tapi tidak dengan hati serta perbuatannya."


" Sekarang kita ikuti lagi mobil mereka ma."

__ADS_1


Kami kembali melaju, mobil mas Dani terlihat melaju dengan kecepatan sedang. tidak ngebut seperti semula. aku masih berusaha untuk bersikap tenang, sekarang perselingkuhan mereka sudah terbukti. bahkan mereka berdua bergandengan sangat mesra ketika turun dari mobil, hal itu membuat hatiku benar-benar sakit.


Mereka memasuki restoran Jepang, aku tahu selama ini mas Dani tidak menyukai masakan Jepang, tapi setelah bersama Lani, apa yang menjadi kesukaan wanita itu, sekarang menjadi kesukaan nya juga. hal yang sama sekali tidak pernah dia lakukan dan tunjukkan kepadaku.


Aku ikut masuk dengan mama, duduk berjarak beberapa meja dan kursi dari mereka berdua. sekuat tenaga aku menahan air mata dan rasa marah, kecewa dan dikhianati oleh suamiku yang aku pikir sudah benar-benar bertobat, mereka yang tengah makan saling bersuap-suapan mesra, sesekali tertawa lepas dan saling tatap penuh cinta, mereka terlihat sangat menikmati kebahagiaan itu, diatas penderitaan yang aku rasakan sekarang. aku juga melihat rasa sakit dan kecewa dari ekspresi mama mertuaku, dalam diamnya perempuan itu menyimpan luka yang mendalam.


" Tidak...aku tidak bisa lagi menahan emosiku lagi, aku harus membalas mereka berdua, mumpung restoran lagi ramai-ramai nya, saat ini aku tidak peduli lagi semuanya, yang penting mereka yang tengah bermesraan itu harus mendapatkan pembalasan ku."


Langkah kakiku terayun kencang, tanpa mendengar ucapan dan larangan mama mertuaku. aku langsung menuju meja dimana mas Dani dan Lani sedang tertawa lepas, sebelah tanganku langsung menyambar segelas air putih yang ada dimeja dibelakangnya.


Byuuuurrr.....aku melemparkan air itu kewajah mereka berdua, yang sama-sama terlonjak kaget begitu melihat kedatangan ku secara tiba-tiba.


" Sinta... Sinta, sayang i...ini."

__ADS_1


Mas Dani maupun Lani kelagapan, mereka seperti kucing kecebur got, bahkan mata Lani masih melotot kaget melihat ekspresi kemarahan yang aku tunjukkan.


__ADS_2