
" Pruuargkh."
Sebuah koper berisi uang ratusan juta, terbuka lebar dihadapan ayah mertua Sinta. malam ini dia kalah dimeja judi. namun nasib baik berpihak padanya saat Gilang tiba-tiba muncul memberi pertolongan dengan memberikan nya sejumlah uang.
Laki-laki yang sudah berumur itu, tidak pernah mau bertaubat. bahkan semakin menjadi diusianya yang sudah tidak lagi muda, dia langsung tersenyum, kedua belah tangannya terangkat ingin menyambar uang yang ada dihadapannya saat ini.
" Eiiits, ini tidak gratis Tuan."
" Saya tahu, kali ini apa yang bisa saya lakukan untukmu Tuan Gilang?"
"Serahkan anak perusahaan yang dulu dipimpin Sinta ketanganku, maka aku akan memberikan uang, lebih dari apa yang ada dihadapan mu saat ini."
" Ha.ha...baiklah. itu perkara mudah, aku juga sudah kesal sama Dani dan mama nya yang tidak pernah perduli lagi dengan kehidupan ku, mereka mencampakkan aku sekarang, mungkin dengan aku ambil harta Dani satu persatu dia akan sadar, jika dia sudah memperlakukan ku dengan salah." ucap Hendrawan.
"Besok aku akan menyerahkan nya padamu."
" Bagaimana dengan anakmu Dani."
" Aku akan mengambil surat-surat penting itu secara diam-diam, karena aku yakin dia belum mengganti password berangkas nya."
" Ha...ha...anda memang hebat Tuan."
" Yah, anggap ini sebagai bukti protesku pada Dani dan mama nya yang tidak mau menerima aku kembali, padahal Dani tidak sadar, jika dia juga mempunyai perilaku sama persis seperti ku, wanita cantik, meskipun dia tidak ikut-ikutan judi." terang Hendrawan.
__ADS_1
Tidak butuh lama bagi Gilang mendapatkan itu, mengingat papanya Dani mengetahui semua tentang harta dan perusahaan Dani, karena sebelumnya dia yang memimpin sebelum Dani mengambil alih darinya, setelah scandal dengan sekretarisnya terbongkar didepan publik, dia dicampakan sehingga timbul rasa dendam terhadap anak dan istrinya.
Sedangkan Gilang, mengambil kesempatan dan keuntungan dari permasalahan pertikaian antar Hendrawan dengan keluarga nya tersebut.
***
" Brengsek...dasar laki-laki tua tidak tahu diri."
Dani marah besar, bahkan dia memporak-porandakan ruangan nya, membolak-balik isi berangkas yang mana surat-surat penting anak cabang perusahaan nya sudah hilang.
" Aku tahu ini ulah papa, dia tidak pernah puas menyakiti aku dan mama. bahkan dia semakin gila judi." teriak Dani panik.
" Rey, temani aku menemui papa."
Dani langsung menemu. papanya yang tinggal sendirian, sedangkan wanita selingkuhannya dulu sudah pergi, begitu Hendrawan tidak punya apa-apa lagi setelah semua disita Dani dulunya.
" Papa."
Teriakan Dani bergema disetiap sudut ruangan rumah kediaman sang papa, papa Hendra keluar dari kamar nya dengan santai.
" Anakku, apa kabar. sudah lama kita tidak bertemu."
" Papa, mana surat-surat penting perusahaan ku?"
__ADS_1
" Tidak Dani, itu perusahaan papa. jadi papa berhak mau ngapain dengan surat-surat penting itu."
" Apa belum cukup, semua yang aku berikan pada papa dan selingkuhan papa itu. ingat pa! perusahaan maju dan berkembang atas kerja kerasku dengan Sinta selama ini, jadi papa tidak berhak atas semuanya lagi."
" Terlambat Dani, perusahaan itu sudah diambil alih oleh CEO hilang Rahardian Syah."
" Apa, Gilang Ramadhan Syah."
" Ya, Karena hutang-hutangku yang sudah menumpuk pada perusahaan mereka. serta proyek kerjasama papa yang dulu gagal dengan perusahaan mereka."
"Keterlaluan kamu, pa."
Dani terbakar emosi, dia menarik baju papanya. bahkan mendorong keras papanya tersebut.
Setelah pertengkaran hebat, Dani langsung teringat istri nya yang sangat pintar dalam membantunya mengurus dan mengembangkan perusahaan seperti sedia kala.
Ya Sinta, hanya dia yang bisa membantuku."
Dani pagi ini kembali menemui Sinta, dia sangat panik dan prustasi, mengingat induk dan anak perusahaan nya yang sedang mengalami masalah berat. dan disaat seperti ini hanya Sinta yang bisa membantu nya.
" Aku harus menemui Sinta sekarang, semua ini gara-gara papa yang tidak pernah mau berubah, bahkan semakin menjadi." Dani memukul stir mobilnya kesal.
Dani marah besar. bahkan dia juga menuntut sang ayah, tapi tuntutan nya tidak diterima. mengingat ayahnya Hendrawan masih mempunyai hak dan sertifikat perusahaan belum dialihkan atas nama Dani, sehingga dia tidak bisa leluasa.
__ADS_1