Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku
Mengatur rencana


__ADS_3

Sebulan berlalu, kondisi Sinta sudah sangat membaik. meskipun begitu mereka masih belum melakukan hubungan layaknya suami istri, mengingat Dani yang tidak ingin terjadi apa-apa pada istrinya, dan Sinta menerima alasan yang dikemukakan oleh Dani tersebut dengan senang hati.


" Hal inilah yang aku harapkan mas, jika perlu kamu tidak pernah menyentuh ku lagi. aku benar-benar jijik melihat wajah penghianat seperti dirimu." gumam Sinta dibalik senyuman palsunya.


Tidak ada perubahan dari Dani yang terlihat jika dia sudah memiliki dua istri, dia akan pulang malam, siang bekerja sampai setengah hari dan selanjutnya akan menghabiskan waktu bersama Lani. Sore nya Dani akan kembali pulang. berlagak seperti tidak ada kejadian.


Dani mersa bangga melihat sikap diam dan acuh Sinta, yang tidak pernah mempermasalahkan ataupun mencurigainya lagi, begitu juga dengan Lani yang mendukung dan bersedia untuk dia ajak kerjasama untuk menutupi hubungan mereka.


" Yang penting mas Dani sekarang sudah menjadi milikku juga." gumam Lani bahagia menjalani peran nya sebagai istri kedua.


***


Seperti biasa, Sinta lebih fokus pada kesehatan dan kehamilan nya saat ini. sehingga kondisinya semakin sehat. pagi ini dia menikmati sarapan bareng mama mertuanya, sedangkan papa mertua. sudah jarang untuk kembali pulang, setelah perselingkuhan nya terbongkar dengan sekretarisnya dan waktu itupun sudah dua puluh tahun berlalu.

__ADS_1


Namun rasa sakit yang ditinggalkannya masih begitu membekas di hati ibu Dani, hal ini juga yang memacu Dani bersikap seperti papanya. karena sering diajak oleh sang papa dulunya untuk bertemu selingkuhan secara diam-diam, bahkan Dani yang masih beranjak remaja, dimasa labilnya itu, Dani mau- mau saja diajak kerjasama. karena semua keinginan nya akan dikabulkan papa jika bisa menutup mulutnya dari mama.


Seiring proses perjalanan waktu, perbuatan sang ayah terekam indah dibenak Dani. dia juga mulai coba-coba berkencan dengan wanita yang berbeda-beda. hingga dia benar-benar merasa bersalah dan bertaubat setelah bertemu Sinta. namun godaan besar kembali datang setelah bertemu dengan Lani, wanita seksi dan sangat cantik.


Iman Dani yang lemah, sangat mudah digoyahkan oleh Lani yang selama ini berusaha untuk merubah kehidupan nya dengan laki-laki tampan dan kaya raya seperti dirinya.


" Sinta, bagaimana hubungan Dani dan selingkuhan nya itu, apa mereka masih sering bertemu dan berbuat zinah?"


"Berhubung kondisi kesehatanmu sudah sangat membaik, gimana kalau kita selidiki lalu pergoki perbuatan mereka secara langsung, agar mereka berdua tidak bisa berkutik lagi nantinya."


"Setuju ma, aku sudah tidak sabar melihat wajah sok tidak bersalah mereka setiap bertemu dengan ku."


***

__ADS_1


Aku dan mama mertua, mengatur rencana secantik mungkin, tentunya aku menghubungi Rey terlebih dahulu. untuk mengajak asisten mas Dani untuk ikut mendukung dan berada dipihakku lagi, meskipun Rey semula agak ragu, kawathir dengan kondisi kehamilan ku yang sudah masuk bulan ke tiga.


"Rey, aku benar-benar sudah kuat. lagian aku hanya memergoki perbuatan mereka saja. bukan untuk ngajak Lani berantem lagi."


" Sinta, apa kamu yakin bakal mampu mengendalikan emosi mu yang kadang bisa meledak-ledak seperti yang sudah-sudah, aku takut hal ini akan berdampak buruk pada kehamilan mu."


" Tidak Rey, lagian aku tidak sendirian. aku akan kesana bersama mama. dia akan mendukung dan membantu ku. jadi kamu jangan kawathir."


" Baiklah Sinta, apa yang bisa aku bantu?"


" Kamu hanya perlu membantu memberikan informasi tentang jam berapa mas Dani dan perempuan itu bertemu. karena Ku sekarang kesusahan untuk melacak. mengingat dia mematikan ponsel dan sudah mengatur ulang ponselnya. aku tidak bisa leluasa melacak seperti dulu lagi."


" Baiklah Sinta, bos Dani akan pulang kesana setelah jam istirahat siang kantor. dan akan kembali pulang sore atau malam setelah dia memberikan alasan lembur padamu."

__ADS_1


__ADS_2