
" Apa mas, apa yang akan kamu jelaskan padaku lagi, aku rasa apa yang aku lihat dengan mata kepala ini sudah cukup bukti yang kuat mas."
" Sinta, intinya apapun yang kamu lihat saat ini, hanyalah kesalahan pahaman."
" Kesalah pahaman ha....ha...., aku yang bodoh atau kamu mas, semua orang yang melihat kemesraan kalian tunjukkan ini. pasti sudah tahu jika kamu, dan pelakor murahan ini tengah ada hubungan spesial. jadi dimana kesahpahaman yang kamu maksud mas, perumahan the hill sudah atas nama pelakor ini, sejumlah transfer atas nama Melani. apa itu belum cukup."
Aku tidak peduli lagi kerumunan dan orang-orang yang mulai heboh, dengan keributan yang aku perbuat. bahkan ada diantara mereka yang merekam, tapi aku tidak peduli, yang terpenting rasa sakit yang aku rasakan bisa aku lampiaskan pada mereka.
" Apa yang kalian lakukan, minggir semua." bentak mas Dani pada orang-orang yang terlihat antusias melihat tontonan gratis itu.
" Dasar laki-laki tukang selingkuh dan pelakor kamu ". ucap salah satu diantara mereka, bahkan ada yang ikut-ikutan hu....hu.... cantik-cantik pelakor."
" Sebaiknya kalian semua diam, jika tidak tahu permasalahan nya." bentak mas Dani.
" Semua tahu jika kalian pasangan zinah, sudah ada istri cantik masih saja cari yang murahan."
" Sinta, aku banting tulang untuk mencari nafkah, bahkan ditengah-tengah kesibukan ku, aku masih terus perhatian padamu dan kehamilanmu ini, aku selalu pulang tepat waktu, tapi kamu masih curiga dengan emosi mu yang terus meledak-ledak seperti ini, apa kamu tidak mempunyai cara untuk berbicara baik-baik." mas Dani sangat marah, bahkan rahangnya terlihat mengeras.
__ADS_1
" Aku sudah tahu semuanya mas, bahkan aku sudah melacak mu selama ini, kalian sering menghabiskan waktu di hotel dan sekarang rumah mewah sudah kamu berikan untuk dia, agar kalian lebih bebas untuk berbuat dosa, ya kan."
Lani terlihat sangat sedih, dia menangis memeluk punggung mas Dani yang berusaha melindungi nya, aku bertambah geram dan panas melihat mereka.
" Dasar pelakor tidak tahu diri, kurang baik apa aku selama ini."
Aku langsung menghantam Lani tiba-tiba, hingga tubuh Lani ambruk dilantai, sakiit baget mungkin karena kepalanya juga menimpa sisi meja yang patah karena ditimpa tubuhnya, suasana seketika heboh. aku langsung maju menarik rambut Lani, meski mas Dani dibantu mama dan security restoran, namun mereka terlihat kesusahan juga untuk melerai, bahkan seperti didukung bayiku, Aku sangat kuat. bahkan aku sempat berhasil menarik banyak rambut Lani, yang berteriak histeris kesakitan.
"Sinta, kamu sudah gila, kamu benar-benar keterlaluan."
Bentak mas Dani menatap tajam kearahku, sedangkan Lani menagis, menghambur memeluk nya sambil memegangi rambut nya yang sudah aku acak-acak, penampilan nya saat ini sama persis suster ngesot kehilangan sisir.
" Mama kecewa padamu Dani, kamu mewarisi semua sikap buruk papamu." teriak mama ikut membelaku.
Mas Dani langsung pergi, sambil memapah tubuh Lani yang kesakitan, dia terus menangis didada Dani berjalan tertatih-tatih menuju mobil, sedangkan pakaian ku dan juga Lani basah, bahkan sudah bercampur dengan makanan yang berserakan dimana-mana.
" Aku puas, aku tidak peduli lagi semuanya ma."
__ADS_1
" Sudahlah sayang, kita pulang saja. padahal sebelumnya, mama selalu mengingat kan agar kamu tetap mengontrol emosi mu."
" Aku nggak bisa ma, hatiku terlalu sakiit."
" Sudahlah sebaiknya kita pulang dulu sekarang."
" Tunggu Nyonya, anda tidak bisa pergi begitu saja."
Seorang manager restoran menghampiri kami.
"Nyonya sudah membuat keributan dan kerugian besar, bahkan beberapa peralatan dan makanan di restoran kami ini hancur, hingga membuat beberapa tamu kami mersa tidak nyaman."
" Jadi apa yang kamu inginkan sekarang?"
" Ganti rugi semua ini, tiga kali lipat."
" Baiklah."
__ADS_1
Aku terhenyak duduk di kursi, menunggu Mama mertuaku untuk menyelesaikan kerusakan yang sudah aku perbuat, seketika tenagaku melemah, meskipun dihatiku terdalam mersa cukup puas. aku tidak peduli dengan kemarahan mas Dani nantinya, toh aku juga sudah memiliki rumah dan villa yang tidak kalah mewahnya, dan sudah atas namaku sendiri, semua sudah cukup untuk ku dan anakku nantinya.