
" Sinta, tenang kan dirimu."
Rey kelagapan sendiri, melihat Sinta menundukkan kepalanya dalam, tubuh wanita itu berguncang menahan isakan.
Hati Rey ikut terenyuh melihat seorang wanita tidak berdaya seperti ini, pikiran nya kembali berputar pada masa beberapa tahun silam dimana sang ibu yang dicintainya, dulu juga pernah dikhianati oleh laki-laki yang merupakan ayah kandungnya sendiri.
Rey kecil menyaksikan betapa hancur dan terluka nya ibu, yang sudah melahirkan nya kedua ini, sampai saat ini Rey masih sangat membencinya wanita yang telah menghancurkan kebahagiaan orang tuanya. Rey kecil harus berpisah dari orang tuanya yang sama-sama menghilang.
Tanpa sadar, Rey turun dan pindah kedekat Sinta yang tengah ambruk dengan kesedihan mendalam.
" Sinta, kuatkan hatimu dan jangan lemah seperti ini, oke. "
" Rey."
Dengan gerakan refleks Sinta memeluk tubuh Rey lalu menagis lagi, Sinta mencoba menguatkan hatinya yang rapuh. seketika dia kembali tersadar dan menjaga jarak dari Rey.
" Ma... maafkan aku Rey, aku tidak... tidak sengaja, semua ini tiba-tiba."
" Nggak papa Sinta, santai saja. anggap aku sebagai sahabat mu."
" Rey, apa kamu menangis?"
Rey seketika mengusap air matanya, tanpa sadar ternyata air mata laki-laki tampan itu ikut meleleh sedih.
" Maaf Sinta, aku terbawa suasana. perjalanan hidup ku jauh lebih berat darimu, keluarga ku hancur ketika ayah berselingkuh dengan atasan nya yang merupakan warga negara Jerman."
" Apa Rey?"
__ADS_1
" Ya Sinta, bahkan sampai saat ini aku masih mencari-cari keberadaan ibu kandung ku yang menghilang begitu saja, setelah membalaskan sakit hatinya pada mereka berdua."
" Astaghfirullah Rey, aku tidak menyangka perjalanan hidup mu seberat ini."
" Ya, keadaan yang membuat aku kuat. aku pernah hidup di jalanan mencari-cari keberadaan ibuku. sampai aku dipertemukan dengan bos Dani saat dia ditodong perampok, aku berhasil menyelematkan nya dari tembakan maut waktu itu, sejak saat itu dia sangat baik dan mengangkat diriku jadi asisten pribadi nya hingga seperti ini." terang Rey.
" Bagaimana dengan ibu mu?"
" Aku masih mencari-cari keberadaan nya hingga sekarang."
" Kenapa dia memilih meninggalkan mu Rey, dan pergi menghilang begitu saja." Sinta sedikit tenang dan mendengarkan cerita Rey.
" Ibuku menculik bayi hasil perselingkuhan ayah dengan wanita Jerman itu, dan membuangnya begitu saja. ibuku sempat dicari-cari polisi. namun mereka tidak berhasil menemukan nya."
" Bagaimana dengan ayahmu yang tukang selingkuh itu."
" Dia menderita hingga akhir hayat, sedangkan wanita selingkuhannya, menderita gangguan jiwa karena kehilangan bayinya."
" Kenapa kamu berfikir seperti itu?"
" Karena mustahil jika wanita cantik, orang luar lagi mau sama laki-laki yang sudah beristri. seperti ayahmu."
" Kamu benar, ayahku sangat tampan, bahkan sekarang dia meninggalkan warisan lumayan banyak, tapi aku tidak pernah menyentuh harta peninggalan nya."
" Kenapa?"
"Aku masih marah, sehingga dulu memilih hidup di jalanan saja."
__ADS_1
" Sayang ya, tampan gini pernah jadi gelandangan."
" Begitulah, bahkan aku pernah disekap tante-tante girang, dan berhasil kabur."
" Ha...ha...." Sinta tiba-tiba tertawa lepas mendengar penuturan Rey, merasa lucu mendengar perkataan Rey tersebut.
Tanpa sadar, obrolan ringan mengalir begitu saja, dari Sinta dan Rey. mereka berdua berasal dari orang-orang yang hidup sederhana, Sinta bisa menikmati hidup mewah dan jadi Nyonya besar pun setelah menikah dengan Dani.
" Rey, bekerjasama lah dengan ku, aku ingin membalas laki-laki penghianat itu."
" Baiklah Sinta, aku juga mulai tertarik membantumu. mengingat wajah Lani yang mirip dengan wanita penghianat selingkuhan ayahku dulu, paling tidak wanita itu akan jera dan sadar jika perbuatan yang dilakukannya itu salah."
" Iya Rey, aneh juga ya. padahal dia miskin seperti kita. tapi bisa memiki wajah indo gitu."
" Jangan-jangan dia pakai pelet lagi."
" Mungkin juga." ucap Rey. kami pun tertawa lepas.
" Rey, wajahmu kan lumayan tampan dibandingkan mas Dani, bahkan kamu sekarang cukup mapan dan mempunyai banyak usaha sampingan juga."
" Terus, maksudmu aku harus bagaimana."
" Dekati Lani."
" Ha...ha...aku tidak tertarik padanya, tapi aku siap membantu mu. jika Lani mau melirik ku."
" Begini saja Rey, untuk langkah pertama, mengingat kamu orang kepercayaan mas Dani saat ini, tolong kamu bantu aku agar pembangunan rumah dan villa ku selesai secepat mungkin, dan itu juga harus atas namaku. aku ingin cepat selesai sebelum aku Benar-benar memutuskan untuk berpisah dari mas Dani, karena aku merasa pantas mendapatkan semua ini, dan setimpal dengan luka yang digoreskan nya di hatiku."
__ADS_1
" Baiklah Sinta, aku akan membantumu."
" Terimakasih ya Dani."